GroMoms penasaran apakah Si Kecil sudah tumbuh lagi bulan ini, tetapi jadwal Posyandu masih lama? GroMoms bisa ikut memantau pertumbuhannya di rumah.
Cara memantau pertumbuhan anak adalah dengan menimbang berat badan, mengukur panjang atau tinggi badan, serta mengukur lingkar kepala secara rutin dan benar. Catat hasilnya di Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), lalu perhatikan perubahannya dari waktu ke waktu. Untuk balita, Kementerian Kesehatan menganjurkan pemeriksaan pertumbuhan setiap bulan di Posyandu.⁽⁾ Pengukuran di rumah dapat melengkapi pemantauan tersebut, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan tenaga kesehatan.
Gangguan pertumbuhan tidak selalu terlihat dari penampilan Si Kecil. Karena itu, GroMoms sebaiknya tidak menunggu sampai anak terlihat lebih kurus atau pendek dibandingkan teman seusianya untuk mulai memantau pertumbuhannya.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi stunting balita sebesar 21,5% pada 2023 berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), kemudian turun menjadi 19,8% pada 2024 berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).⁽⁾ Angka ini menunjukkan pentingnya pemantauan pertumbuhan dan penanganan dini bila ditemukan masalah.
Namun, satu kali pengukuran belum cukup untuk menilai kondisi anak. Perubahan berat badan, panjang atau tinggi badan, dan lingkar kepala perlu dilihat sebagai tren. Dengan begitu, GroMoms dan tenaga kesehatan dapat lebih cepat mengenali perubahan yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan.
Baca juga: Motorik Halus dan Kasar Anak, Tanda Keterlambatan yang Perlu Diwaspadai
Timbangan digital di rumah dapat membantu GroMoms mengikuti perubahan berat badan Si Kecil. Agar hasilnya lebih konsisten, lakukan langkah berikut.
Contohnya, jika berat badan GroMoms 55 kg dan berat saat menggendong Si Kecil 64 kg, perkiraan berat Si Kecil adalah 9 kg. Catat hasil beserta tanggalnya, tetapi konfirmasikan pengukuran dengan alat yang sesuai di Posyandu.
Baca juga: Rumus Berat Badan Ideal untuk Pertumbuhan Anak
Pengukuran panjang dan tinggi badan memiliki posisi yang berbeda. Menurut Permenkes Nomor 2 Tahun 2020, panjang badan diukur dalam posisi berbaring untuk anak sampai usia 24 bulan, sedangkan tinggi badan diukur sambil berdiri untuk anak di atas 24 bulan. Bila posisi pengukuran tidak sesuai standar, hasilnya perlu dikoreksi 0,7 cm sesuai arah pengukuran.⁽⁾
Untuk mengukur panjang badan sambil berbaring:
Untuk mengukur tinggi badan sambil berdiri:
Pengukuran di rumah bisa menjadi perkiraan awal. Jika sulit mendapatkan posisi yang benar, minta bantuan petugas Posyandu agar hasilnya lebih akurat.
Baca juga: Tabel Tinggi dan Berat Badan Anak Usia 6-12 Tahun
GroMoms bisa mengukur lingkar kepala Si Kecil menggunakan pita ukur yang tidak melar. Lingkarkan pita pada bagian kepala yang paling lebar, yaitu melewati area di atas alis dan telinga serta tonjolan di bagian belakang kepala.
Pastikan pita tidak miring, tidak terlalu longgar, dan tidak menekan kulit. Ulangi pengukuran dua hingga tiga kali, kemudian gunakan angka terbesar yang terbaca konsisten.⁽⁾
Lingkar kepala perlu dipantau bersama indikator pertumbuhan lainnya, terutama pada masa awal kehidupan. Untuk melihat rentang berdasarkan usia dan jenis kelamin tanpa mengulang tabel di artikel ini, GroMoms bisa membaca panduan ukuran normal lingkar kepala anak.
Indeks massa tubuh (IMT) membandingkan berat badan dengan kuadrat tinggi badan. Namun, hasil IMT anak tidak dinilai menggunakan kategori dewasa, seperti IMT 18,5–25. Penilaian anak perlu mempertimbangkan usia dan jenis kelamin melalui indikator IMT menurut umur (IMT/U) dan skor z (z-score) sesuai standar antropometri.⁽⁾
Berikut langkah menghitungnya.
Sebagai contoh, Si Kecil memiliki berat badan 12 kg dan tinggi badan 85 cm atau 0,85 meter. Perhitungannya adalah 12 : (0,85 × 0,85) = sekitar 16,6 kg/m. Angka tersebut merupakan hasil hitung IMT, bukan kategori status gizi. Untuk memahami cara menilai hasil berdasarkan usia, baca panduan interpretasi IMT anak berdasarkan usia.
Balita dianjurkan mengikuti pemeriksaan pertumbuhan setiap bulan di Posyandu, termasuk penimbangan dan pengukuran panjang atau tinggi badan serta lingkar kepala. Bawa Buku KIA agar hasil pemantauan dapat dicatat dan dibandingkan dari waktu ke waktu.⁽⁾ Untuk anak usia sekolah, lakukan pemantauan berkala sesuai saran tenaga kesehatan.
| Pengukuran | Alat | Cara atau posisi | Frekuensi untuk balita | Kesalahan umum |
| Berat badan | Timbangan digital | Pakaian minimal, waktu konsisten | Setiap bulan | Popok penuh atau baju tebal |
| Panjang badan (di bawah 2 tahun) | Alas datar dan alat ukur panjang | Berbaring telentang, tubuh dan kaki lurus | Setiap bulan | Lutut menekuk atau kepala tidak menempel |
| Tinggi badan (di atas 2 tahun) | Alat ukur tinggi atau meteran dinding dan buku siku | Berdiri tanpa alas kaki, pandangan lurus | Setiap bulan | Memakai sandal atau kepala menunduk |
| Lingkar kepala | Pita ukur tidak melar | Melewati bagian terlebar kepala | Setiap bulan | Pita miring atau terlalu longgar |
| IMT | Hasil pengukuran berat dan tinggi badan | Berat badan (kg): tinggi badan (m) | Saat berat dan tinggi diukur | Memakai kategori IMT dewasa |
Saat mencatat di Buku KIA, tulis tanggal pengukuran, usia Si Kecil dalam bulan, hasil pengukuran, dan kondisi yang mungkin memengaruhi hasil, misalnya baru sembuh dari sakit. Catatan ini membantu tenaga kesehatan membaca perubahan dari waktu ke waktu.
Catatan pertumbuhan juga dapat membantu GroMoms mengevaluasi apakah menu harian Si Kecil dan pendampingnya, misalnya susu seperti Morigro, sudah mendukung kebutuhannya. Diskusikan hasilnya bersama tenaga kesehatan saat kunjungan berikutnya, ya.
Untuk memahami langkah setelah pengukuran, baca panduan cara memplot dan membaca kurva pertumbuhan. GroMoms juga bisa mempelajari cara menilai proporsi berat dan tinggi badan serta memahami laju pertumbuhan tinggi anak per usia.
Selisih kecil antara hasil di rumah dan di Posyandu bisa terjadi. Hal terpenting adalah mengikuti tren dari alat dan cara ukur yang konsisten.
Jika angka di rumah berbeda cukup jauh dari hasil Posyandu, jangan buru-buru menyimpulkan pertumbuhan Si Kecil bermasalah. Ulangi pengukuran dengan benar dan minta petugas kesehatan membantu memverifikasi hasilnya.
Dengan cara ukur yang benar dan catatan yang rapi, GroMoms bisa lebih tenang memantau pertumbuhan Si Kecil. Tetap rutin ke Posyandu, ya, karena hasil di rumah melengkapi, bukan menggantikan, pemeriksaan tenaga kesehatan. Jika berat badan tidak naik selama dua bulan berturut-turut, garis kurva pertumbuhan menurun atau melintasi garis acuan, atau lingkar kepala tampak di luar rentang yang seharusnya, konsultasikan hasilnya kepada dokter atau tenaga kesehatan.
Tidak. IMT anak dinilai berdasarkan IMT menurut umur (IMT/U) dengan mempertimbangkan usia dan jenis kelamin, bukan kategori IMT dewasa. Hal ini karena komposisi tubuh anak berubah seiring pertumbuhan. GroMoms sebaiknya membandingkan hasil perhitungan dengan acuan pertumbuhan anak dan meminta bantuan tenaga kesehatan untuk menafsirkan kategorinya.
Timbangan digital dapat membantu memantau tren berat badan jika diletakkan di lantai rata, digunakan secara konsisten, dan menunjukkan hasil yang stabil. Namun, untuk bayi atau anak yang belum bisa berdiri, alat timbang yang sesuai lebih dianjurkan. Bila hasilnya terasa tidak wajar, periksa ulang di Posyandu.
Panjang badan dalam posisi berbaring rata-rata dapat lebih besar sekitar 0,7 cm dibandingkan tinggi badan dalam posisi berdiri. Karena itu, standar antropometri menetapkan posisi pengukuran berdasarkan usia serta koreksi 0,7 cm bila posisi pengukuran berbeda dari standar.⁽⁾
Lingkar kepala balita dianjurkan dipantau setiap bulan saat pemeriksaan di Posyandu, terutama pada dua tahun pertama kehidupan. Pengukuran perlu dilakukan dengan cara yang konsisten dan hasilnya dibandingkan dengan acuan berdasarkan usia serta jenis kelamin. GroMoms bisa membaca panduan ukuran normal lingkar kepala anak untuk memahami rentang yang sesuai.
Periksakan hasilnya jika berat badan Si Kecil tidak naik selama dua bulan berturut-turut, pola pada kurva pertumbuhan menurun atau melintasi garis acuan, atau lingkar kepala berada di luar rentang yang seharusnya. Bawa catatan pengukuran dan Buku KIA saat konsultasi agar tenaga kesehatan dapat menilai tren pertumbuhan secara menyeluruh.