Cara Menghitung Indeks Massa Tubuh Berdasarkan Usia Anak

Morigro Maret 25, 2024
index masa tubuh anak

Seiring dengan peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan, banyak orang menjadi lebih tertarik untuk memahami konsep seperti Indeks Massa Tubuh (IMT) dan bagaimana cara menghitungnya. IMT dapat dihitung dengan menghitung berat badan (dalam kilogram) dibagi oleh kuadrat tinggi badan (dalam meter).

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci tentang IMT, cara menghitungnya berdasarkan usia Si Kecil, dan pentingnya memiliki IMT yang sehat untuk kesehatan Si Kecil. Maka dari itu, simak artikel ini sampai habis ya, GroMoms!

Mengapa Perlu Menghitung Indeks Massa Tubuh Anak?

Indeks Massa Tubuh (IMT) anak adalah pengukuran yang digunakan untuk menilai proporsi berat badan anak dengan tinggi badan Si Kecil. IMT merupakan indikator umum untuk menentukan apakah berat badan anak sudah seimbang dengan tinggi badan mereka.

Menghitung IMT Si Kecil perlu dilakukan karena memberikan gambaran tentang status kesehatan mereka. Anak-anak dengan IMT yang sehat cenderung memiliki risiko lebih rendah terhadap sejumlah masalah kesehatan, seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung di kemudian hari. IMT juga dapat digunakan untuk membantu orang tua dan dokter untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan.

Anak-anak dengan IMT yang tidak seimbang, baik terlalu tinggi maupun terlalu rendah, berisiko mengalami sejumlah masalah kesehatan. Kegemukan pada Si Kecil dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, dan masalah psikologis seperti rendahnya harga diri. Di sisi lain, kekurangan berat badan dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan fisik dan kognitif anak.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan anak adalah bagian penting dari penghitungan Indeks Massa Tubuh. Namun, ada beberapa hal yang perlu GroMoms perhatikan agar hasilnya akurat dan berguna dalam menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak, antara lain:

1. Tidak menggunakan sepatu atau aksesoris lain

Menggunakan sepatu atau aksesoris saat mengukur tinggi badan anak, dapat tinggi dan berat pada hasil pengukuran. Ini dapat menyebabkan kesalahan dalam menentukan pertumbuhan anak dan membuat hasilnya tidak akurat. GroMoms perlu memastikan bahwa Si Kecil tidak mengenakan apapun selain pakaian tipis saat melakukan pengukuran.

2. Pastikan anak berdiri tegak saat mengukur tinggi badan

Saat mengukur tinggi badan Si Kecil, pastikan mereka berdiri tegak dengan posisi yang benar. Si Kecil harus berdiri tegak dengan tumit bersentuhan dengan dinding, punggung lurus, dan kepala sejajar dengan garis horizontal. Pastikan mereka tidak membungkuk atau membungkukkan kepala, karena hal ini dapat memengaruhi hasil pengukuran.

3. Gunakan timbangan digital

Saat menimbang berat badan Si Kecil, gunakan timbangan digital. Timbangan digital cenderung lebih akurat daripada timbangan analog karena mereka memiliki sensor yang dapat mengukur berat dengan tepat. Ini penting untuk memastikan bahwa hasil pengukuran berat badan Si Kecil akurat dan dapat dipercaya.

4. Pastikan anak tidak bergerak saat ditimbang

Saat menimbang berat badan Si Kecil, keakuratan hasilnya sangatlah penting untuk memantau pertumbuhan mereka. Pastikan Si Kecil tidak bergerak saat ditimbang, karena gerakan dapat memengaruhi hasil pengukuran. GroMoms dapat memberitahu Si Kecil untuk tetap diam dan berdiri dengan tenang saat proses penimbangan berlangsung.

5. Gunakan alat yang sama dan lakukan di waktu yang sama

Konsistensi adalah kunci saat menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan Si Kecil. Pastikan untuk menggunakan alat yang sama setiap kali melakukan pengukuran dan lakukan di waktu yang sama. Hal ini dapat membantu meminimalkan faktor-faktor yang dapat memengaruhi hasil pengukuran, seperti perbedaan alat atau waktu pengukuran.

Cara Menghitung Indeks Massa Tubuh Berdasarkan Usia Anak

Beberapa cara menghitung IMT di bawah ini disesuaikan berdasarkan kelompok usia anak:

Cara menghitung IMT Bayi Usia 1-6 bulan

Untuk menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) pada bayi yang berusia 1-6 bulan, GroMoms perlu menjumlahkan berat badan lahir mereka (dalam gram) dengan usia bayi (dalam bulan), lalu hasilnya dikalikan dengan 600 gram. Berikut adalah rumus lengkapnya:

IMT = Berat Badan Lahir (gram) + (Usia x 600 gram)

Sebagai contoh, Si Kecil memiliki BBL 2500 gram dan usianya sekarang adalah 2 bulan. GroMoms bisa menghitung IMT = 2500 gram + (2 bulan x 600 gram) = 3700 gram. Maka berat badan yang ideal untuk Si Kecil usia 2 bulan dengan BBL 2500 gram adalah 3700 gram.

Cara menghitung IMT Bayi Usia 7-12 bulan

Untuk menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) pada bayi berusia 7-12 bulan, GroMoms perlu menjumlahkan berat badan lahir bayi dalam gram dengan usia mereka yang dikalikan dengan 500 gram. Berikut adalah rumus lengkapnya:

IMT = Berat Badan Lahir (gram) + (Usia x 500 gram)

Misalnya, Si Kecil memiliki BBL 2500 gram dan usianya sekarang adalah 8 bulan. GroMoms bisa menghitung IMT = 2500 gram + (8 bulan x 500 gram) = 6500 gram. Maka berat badan yang ideal untuk Si Kecil usia 8 bulan dengan BBL 2500 gram adalah 6500 gram.

Cara Menghitung IMT Anak Usia 1-5 Tahun

Rumus ini dapat digunakan hingga anak mencapai usia 10 tahun. Cara menghitung IMT pada anak usia 1-5 tahun dapat dilakukan dengan menjumlahkan dua kali usia mereka dalam tahun dan bulan dengan angka 8, atau dengan menggunakan rumus berikut:

IMT = 2n + 8

Angka ‘n’ mewakili usia anak dalam tahun dan bulan. Sebagai contoh, jika usia anak adalah 16 bulan, maka akan ditulis sebagai 1,4 yang dibaca sebagai 1 tahun 4 bulan. GroMoms bisa menghitung IMT = (2 x 1,4) + 8 = 10,8. Maka berat badan yang ideal untuk Si Kecil usia 16 bulan adalah 10,8 kilogram.

Menghitung Indeks Massa Tubuh anak merupakan langkah penting dalam memantau kesehatan dan perkembangan mereka. Apabila ternyata Si Kecil tergolong kurus, GroMoms bisa mempertimbangkan untuk memberikan asupan nutrisi tambahan untuk mereka. 

Asupan itu bisa didapat dari makanan yang tinggi kalori dan protein seperti kentang atau telur. Untuk mengetahui apa saja makanan yang dapat menambah berat badan Si Kecil, baca artikel berikut, yuk: Makanan Penambah Berat Badan Anak.

Referensi:

Morigro mendukung program ASI Eksklusif