Cara Menghitung IMT Anak Sesuai Usia, Ini Rumus dan Cara Bacanya

Ditulis oleh: Morigro
index masa tubuh anak

Diperbarui: 17 September 2026

Seiring dengan peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan, banyak orang tertarik memahami Indeks Massa Tubuh (IMT) dan cara menghitungnya. IMT anak dihitung dengan rumus yang sama seperti orang dewasa, yaitu berat badan (kg) dibagi kuadrat tinggi badan (m), tapi cara membaca hasilnya berbeda karena anak masih dalam masa tumbuh kembang.

Mengapa Perlu Menghitung Indeks Massa Tubuh Anak?

Indeks Massa Tubuh (IMT) anak adalah pengukuran yang digunakan untuk menilai proporsi berat badan anak dengan tinggi badan Si Kecil. IMT merupakan indikator umum untuk menentukan apakah berat badan anak sudah seimbang dengan tinggi badan mereka.

Menghitung IMT Si Kecil perlu dilakukan karena memberikan gambaran tentang status kesehatan mereka. Anak-anak dengan IMT yang sehat cenderung memiliki risiko lebih rendah terhadap sejumlah masalah kesehatan, seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung di kemudian hari. IMT juga dapat digunakan untuk membantu orang tua dan dokter untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan. Moms juga dapat mengetahui berat badan ideal anak menurut WHO pada artikel ini: Ketahui Berat Badan Ideal Anak Usia 1-5 Tahun Menurut WHO.

Anak-anak dengan IMT yang tidak seimbang, baik terlalu tinggi maupun terlalu rendah, berisiko mengalami sejumlah masalah kesehatan. Kegemukan pada Si Kecil dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, dan masalah psikologis seperti rendahnya harga diri. Di sisi lain, kekurangan berat badan dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan fisik dan kognitif anak.

Untuk Si Kecil yang kekurangan berat badan, minum susu bisa menjadi solusi praktis lho Moms. Namun, ada beberapa kriteria jenis susu yang perlu diperhatikan ya. Untuk penjelasan lengkapnya, yuk baca artikel berikut: Apakah Minum Susu Bisa Menambah Berat Badan Anak?

Rumus IMT Anak

Rumus IMT anak adalah berat badan (kg) dibagi [tinggi badan (m) x tinggi badan (m)]. Rumus ini berlaku untuk anak usia 2 tahun ke atas, sama seperti rumus IMT dewasa.

Contoh: anak dengan berat badan 30 kg dan tinggi badan 130 cm (1,3 meter) memiliki IMT = 30 dibagi (1,3 x 1,3) = 30 dibagi 1,69 = 17,75.

Bedanya dengan IMT dewasa, hasil ini tidak dibandingkan dengan angka cutoff tetap seperti 18,5 sampai 25. Hasilnya perlu dibandingkan dengan kurva persentil pertumbuhan WHO sesuai usia dan jenis kelamin, dijelaskan lebih lanjut di section berikutnya.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan anak adalah bagian penting dari penghitungan IMT. Beberapa hal yang perlu GroMoms perhatikan agar hasilnya akurat:

  1. Tidak menggunakan sepatu atau aksesoris lain saat mengukur tinggi badan.
  2. Pastikan anak berdiri tegak, tumit menempel dinding, punggung lurus.
  3. Gunakan timbangan digital yang lebih akurat dibanding timbangan analog.
  4. Pastikan anak tidak bergerak saat ditimbang.
  5. Gunakan alat dan waktu yang sama tiap kali mengukur, untuk konsistensi hasil.

Cara Membaca Hasil IMT Anak

Hasil IMT anak dibaca dengan membandingkannya ke kurva persentil BMI-for-age WHO Growth Reference 2007 sesuai usia dan jenis kelamin, bukan dengan angka cutoff tetap seperti pada orang dewasa. Berikut rentang skor IMT normal (persentil ke-3 sampai ke-97) per usia menurut WHO:

Usia (tahun)Anak Perempuan (skor IMT)Anak Laki-Laki (skor IMT)
612,8 – 18,913,2 – 18,3
712,9 – 19,413,3 – 18,8
813,0 – 20,213,4 – 19,4
913,3 – 21,113,6 – 20,1
1013,6 – 22,113,9 – 21,0
1114,0 – 23,214,2 – 22,0
1214,6 – 24,414,6 – 23,1

Anak dengan skor IMT di bawah persentil ke-3 tergolong berisiko kurus, sementara di atas persentil ke-97 tergolong berisiko kelebihan berat badan. Keduanya sebaiknya dikonsultasikan ke dokter anak untuk evaluasi lebih lanjut, bukan disimpulkan sendiri dari satu kali pengukuran.

Estimasi Berat Badan Ideal Bayi Berdasarkan Usia (Bukan Rumus IMT)

Selain rumus IMT di atas, ada juga rumus estimasi berat badan ideal yang umum dipakai khusus untuk bayi di bawah usia 2 tahun, karena rumus IMT standar belum praktis diterapkan pada rentang usia ini. Penting dicatat, ini adalah rumus estimasi berat badan, bukan rumus IMT/BMI yang sebenarnya.

Estimasi Berat Badan Ideal Bayi Usia 1-6 Bulan:

Berat Badan Lahir (gram) + (Usia dalam bulan x 600 gram). Contoh: bayi dengan berat lahir 2500 gram berusia 2 bulan, estimasi berat idealnya 2500 + (2 x 600) = 3700 gram.

Estimasi Berat Badan Ideal Bayi Usia 7-12 Bulan:

Berat Badan Lahir (gram) + (Usia dalam bulan x 500 gram). Contoh: bayi dengan berat lahir 2500 gram berusia 8 bulan, estimasi berat idealnya 2500 + (8 x 500) = 6500 gram.

Estimasi Berat Badan Ideal Anak Usia 1-5 Tahun:

2n + 8, dengan n adalah usia anak dalam tahun dan bulan. Contoh: usia 16 bulan ditulis 1,4 (1 tahun 4 bulan), sehingga estimasinya (2 x 1,4) + 8 = 10,8 kilogram.

Menghitung IMT dan estimasi berat badan ideal anak merupakan langkah penting dalam memantau kesehatan dan perkembangan mereka. Apabila hasilnya berada di luar rentang normal, GroMoms bisa mempertimbangkan konsultasi ke dokter anak sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.

Pertanyaan Yang Sering Diajukan

Apa rumus IMT anak yang benar?

Rumus IMT anak sama dengan rumus IMT orang dewasa, yaitu berat badan (kg) dibagi kuadrat tinggi badan (m). Bedanya, hasil IMT anak tidak dibandingkan dengan angka cutoff tetap, melainkan dengan kurva persentil pertumbuhan WHO sesuai usia dan jenis kelamin, karena anak masih dalam masa tumbuh kembang yang komposisi tubuhnya terus berubah.

Bagaimana cara menghitung IMT anak?

Ukur berat badan anak dalam kilogram dan tinggi badan dalam meter, lalu hitung dengan rumus IMT = berat (kg) dibagi [tinggi (m) x tinggi (m)]. Contohnya, anak dengan berat 30 kg dan tinggi 1,3 meter memiliki IMT 30 dibagi (1,3 x 1,3), hasilnya sekitar 17,75. Bandingkan hasil ini dengan tabel persentil WHO sesuai usia dan jenis kelamin.

Bagaimana cara menghitung estimasi berat badan ideal bayi usia 1-6 bulan?

Ini bukan rumus IMT, melainkan estimasi berat badan ideal yang umum dipakai untuk bayi usia 1-6 bulan, yaitu berat badan lahir (gram) ditambah usia bayi dalam bulan dikalikan 600 gram. Misalnya bayi dengan berat lahir 2500 gram berusia 2 bulan, estimasi berat idealnya adalah 2500 ditambah (2 dikali 600), hasilnya 3700 gram.

Bagaimana cara menghitung estimasi berat badan ideal bayi usia 7-12 bulan?

Untuk bayi usia 7-12 bulan, estimasi berat badan ideal (bukan rumus IMT) dihitung dengan berat badan lahir (gram) ditambah usia bayi dalam bulan dikalikan 500 gram. Sebagai contoh, bayi dengan berat lahir 2500 gram berusia 8 bulan memiliki estimasi berat ideal 2500 ditambah (8 dikali 500), hasilnya 6500 gram.

Berapa IMT anak yang tergolong normal?

Tidak ada satu angka tunggal untuk IMT anak normal, karena hasilnya harus dibandingkan dengan kurva persentil pertumbuhan WHO sesuai usia dan jenis kelamin. Anak umumnya tergolong normal jika hasil IMT-nya berada di rentang persentil ke-3 sampai ke-97 pada kurva BMI-for-age WHO Growth Reference 2007.

Referensi:

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). Yuk, sobat sehat cek IMT Anda. Direktorat P2PTM. https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/31/yuk-sobat-sehat-cek-imt-anda
  2. World Health Organization. (2007). Growth reference 5-19 years, BMI-for-age. Diakses September 2026. https://www.who.int/tools/growth-reference-data-for-5to19-years/indicators/bmi-for-age
  3. Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2025). Kurva pertumbuhan. https://www.idai.or.id/professional-resources/kurva-pertumbuhan/

Morigro mendukung program ASI Eksklusif