Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Anak Diare, Ini Daftar dan Alasannya

Ditulis oleh: Morigro
Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Anak Diare, Ini Daftar dan Alasannya

Melihat Si Kecil bolak-balik ke kamar mandi pasti membuat GroMoms khawatir. Apakah makanan yang dikonsumsinya justru memperparah diare?

Saat Si Kecil diare, ada lima kategori makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari sementara: minuman manis kemasan dan jus pekat, makanan tinggi lemak, makanan tinggi gula atau pemanis buatan, sayuran berserat kasar yang mentah, serta makanan pedas. Pilih makanan matang yang mudah dicerna, tetap berikan ASI, dan utamakan cairan serta oralit untuk mencegah dehidrasi.

Makanan Apa Saja yang Sebaiknya Dihindari Saat Anak Diare?

Pantangan makanan anak diare bukan berarti Si Kecil harus berhenti makan. GroMoms cukup membatasi jenis makanan yang berpotensi memperburuk feses cair, kembung, atau kram perut selama masa pemulihan.

Prinsip utamanya adalah menghindari makanan tinggi gula dengan osmolaritas tinggi, makanan berlemak berat, serta bahan yang dapat mengiritasi saluran cerna. Pembatasan ini bersifat sementara dan dapat disesuaikan dengan kondisi Si Kecil.

Alasan Beberapa Makanan Bisa Memperparah Diare

Beberapa makanan dapat memperburuk diare melalui mekanisme yang berbeda. Minuman dengan konsentrasi gula tinggi dapat menarik lebih banyak air ke dalam usus sehingga feses semakin cair. Makanan tinggi lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan dapat memperburuk rasa tidak nyaman pada sebagian anak.

Sementara itu, pemanis tertentu seperti sorbitol dan manitol dapat menimbulkan efek laksatif atau meningkatkan frekuensi buang air besar. WHO dan UNICEF menekankan pentingnya rehidrasi dengan oralit serta melanjutkan pemberian makanan selama diare.

Baca juga: Kenali Penyebab Si Kecil Menjadi Tidak Bernafsu Makan dan Mual

5 Kategori Makanan dan Minuman yang Perlu Dihindari

1. Minuman Manis Kemasan dan Jus Buah Pekat

Minuman manis dengan konsentrasi gula tinggi dapat menarik air ke usus dan memperburuk feses cair. Contohnya jus buah kemasan, teh manis dalam kemasan, sirup, serta susu kental manis yang diencerkan. Selama diare, utamakan air putih matang dan oralit sesuai petunjuk penggunaan.

2. Makanan Tinggi Lemak dan Gorengan

Makanan berlemak dapat memperlambat proses pencernaan dan memperburuk kembung atau nyeri perut. Untuk sementara, batasi gorengan tepung, nugget goreng, keripik kemasan, santan kental, serta masakan dengan tambahan mentega berlebihan.

3. Makanan Tinggi Gula dan Pemanis Buatan

Permen, cokelat dengan kandungan gula tinggi, serta produk yang mengandung sorbitol atau manitol dapat memperburuk diare pada sebagian anak. GroMoms sebaiknya membaca label kemasan dan menghindari produk dengan pemanis tersebut selama Si Kecil masih mengalami diare.

4. Sayur Berserat Kasar dan Mentah

Sayuran mentah dengan tekstur kasar, seperti kol mentah, brokoli mentah, dan selada dalam potongan besar, dapat terasa kurang nyaman bagi saluran cerna yang sedang sensitif. Pilih sayuran yang dimasak hingga lunak. GroMoms bisa melihat daftar makanan yang justru dianjurkan untuk anak diare untuk contoh menu yang sesuai.

5. Makanan Pedas dan Berbumbu Tajam

Cabai, lada dalam jumlah banyak, dan bawang mentah dapat mengiritasi saluran cerna serta memperburuk rasa tidak nyaman. Gunakan bumbu ringan, seperti sedikit garam dan bawang putih yang dimasak matang, agar makanan tetap memiliki rasa tanpa terlalu merangsang pencernaan.

KategoriContoh yang dibatasiAlasanAlternatif
Minuman manisJus kotak, sirup, teh manis kemasanGula pekat dapat menarik air ke ususAir matang, oralit
Tinggi lemakGorengan, nugget goreng, santan kentalDapat memperburuk kembungNasi tim, ayam rebus
Tinggi gula atau pemanisPermen, cokelat manis, sorbitolBerpotensi meningkatkan feses cairPisang matang
Sayur mentah berserat kasarKol mentah, brokoli mentahTekstur kasar dapat kurang nyamanWortel kukus
Pedas dan berbumbu tajamCabai, lada tajam, bawang mentahDapat mengiritasi saluran cernaBumbu ringan matang

Baca juga: Wajib Tahu, Makanan untuk Si Kecil yang Sedang Diare

Prinsip Memilih Makanan Aman Selama Si Kecil Diare

Makanan yang sesuai selama diare umumnya matang sempurna, bertekstur lembut, tidak terlalu berlemak atau manis, dan diberikan dalam porsi kecil tetapi lebih sering. Contohnya nasi tim, pisang matang, atau sup bening dengan sayuran lunak.

GroMoms tidak perlu memaksa Si Kecil menghabiskan porsi besar sekaligus. Lanjutkan pemberian ASI tanpa pembatasan untuk bayi. Susu formula atau susu sapi juga tidak otomatis harus dihentikan; jika keluhan memburuk setelah minum susu, konsultasikan kepada dokter untuk menilai kemungkinan intoleransi laktosa sementara.

Untuk memahami mengapa asupan tetap penting selama sakit, baca juga alasan kenapa Si Kecil tetap perlu makan saat diare. Setelah diare mereda, GroMoms dapat menyesuaikan menu secara bertahap dengan mengikuti pola makan setelah diare agar berat badan Si Kecil pulih.

Red Flag yang Perlu Segera Dibawa ke Dokter

Segera bawa Si Kecil ke dokter atau fasilitas kesehatan jika diare berlangsung lebih dari tiga hari, muntah terus-menerus, mata tampak cekung, menangis tanpa air mata, popok tetap kering lebih dari enam jam, feses berdarah, demam tinggi, atau kesadaran menurun. Tanda-tanda tersebut dapat menunjukkan dehidrasi atau kondisi yang memerlukan pemeriksaan segera.

Berikan oralit setelah BAB cair sesuai petunjuk kemasan, anjuran tenaga kesehatan, atau buku KIA. Pemberian zinc selama diare juga mengikuti anjuran dokter atau buku KIA; jangan menentukan dosis sendiri.

Baca juga: Anak Tidak Mau Makan: GTM, Nafsu Makan Rendah, atau Masalah Medis? Ini Cara Membedakannya

Diare pada anak sering membaik dalam beberapa hari, tetapi kondisi setiap anak berbeda. Dengan menjaga asupan cairan, melanjutkan makanan yang dapat ditoleransi, dan membatasi makanan pemicu, GroMoms dapat membantu Si Kecil melewati masa pemulihan dengan lebih nyaman.

Setelah fase diare berakhir dan Si Kecil dinyatakan pulih, susu pendamping seperti Morigro dapat dipertimbangkan sebagai pelengkap menu harian. Jangan menggunakannya sebagai penanganan diare atau memberikannya khusus untuk mengatasi diare yang masih aktif.

FAQ

Makanan apa yang harus dihindari saat anak diare?

Batasi minuman manis kemasan, jus pekat, makanan tinggi lemak, gorengan, makanan tinggi gula atau pemanis seperti sorbitol, sayuran mentah berserat kasar, serta makanan pedas. Jenis makanan tersebut dapat memperburuk feses cair atau rasa tidak nyaman pada sebagian anak.

Apakah susu harus dihentikan saat anak diare?

Tidak selalu. ASI perlu diteruskan tanpa pembatasan. Susu formula atau susu sapi tidak otomatis harus dihentikan, tetapi jika diare memburuk setelah dikonsumsi, konsultasikan kepada dokter untuk mengevaluasi kemungkinan intoleransi laktosa sementara.

Bolehkah memberi oralit di rumah?

Boleh. Larutkan oralit sesuai petunjuk kemasan dan berikan untuk mengganti cairan yang hilang. Jika Si Kecil menunjukkan tanda dehidrasi, muntah terus-menerus, atau sulit minum, segera cari pertolongan medis.

Apakah pisang dan nasi aman untuk anak diare?

Pisang matang dan nasi bertekstur lembut umumnya dapat diberikan jika bisa ditoleransi Si Kecil. Sajikan dalam porsi kecil dan jangan memaksanya makan. Pastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi.

Kapan anak diare harus dibawa ke dokter?

Segera cari pertolongan jika muncul tanda dehidrasi, feses berdarah, demam tinggi, muntah terus-menerus, atau kesadaran menurun. Konsultasikan juga bila diare berlangsung lebih dari tiga hari atau kondisi Si Kecil semakin lemah.

Referensi

  1. World Health Organization & United Nations Children’s Fund. (2004). Clinical management of acute diarrhoea: WHO/UNICEF joint statement. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/WHO_FCH_CAH_04.7
  2. Ikatan Dokter Anak Indonesia. (n.d.). Bagaimana memberi makan anak saat sedang diare? Diakses 14 Oktober 2026 dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/bagaimana-memberi-makan-anak-saat-sedang-diare
  3. Ikatan Dokter Anak Indonesia. (n.d.). Bagaimana menangani diare pada anak? Diakses 14 Oktober 2026 dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/bagaimana-menangani-diare-pada-anak
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Diare pada anak. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3028/diare-pada-anak
Morigro mendukung program ASI Eksklusif