Gejala Diare pada Anak dan Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Morigro
Anak susah makan

Diare termasuk jenis masalah kesehatan yang cukup sering dialami oleh Si Kecil. Kondisi ini umumnya ditandai dengan feses yang encer dan sering buang air besar hingga lebih dari tiga kalam dalam sehari. Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Dalam kondisi tertentu, diare juga bisa menjadi tanda akibat reaksi alergi dan keracunan makanan.

Gangguan pencernaan ini dapat berlangsung hingga 1 atau 2 hari dan dapat sembuh dengan sendirinya ya GroMoms. Meskipun demikian, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan gejalanya dan membuat Si Kecil lebih nyaman. Simak selengkapnya di artikel berikut.

Gejala Diare Pada Anak

Gejala yang dirasakan setiap anak pada saat diare dapat berbeda-beda. Dilansir dari Johns Hopkins Medicine, berikut beberapa di antaranya:

  • Sakit perut
  • Kembung
  • Mual atau muntah
  • Frekuensi BAB tiga kali atau lebih dalam sehari
  • Demam
  • Tekstur feses cair hingga berdarah
  • Dehidrasi

Penyebab Diare Pada Anak

Munculnya diare pada anak dapat disebabkan oleh banyak faktor, misalnya infeksi virus hingga reaksi alergi. Berikut beberapa penyebab yang umum dialami oleh anak, antara lain:

  • Infeksi virus atau bakteri 
  • Keracunan makanan
  • Alergi makanan
  • Intoleransi laktosa
  • Pengaruh penggunaan obat-obatan, seperti antibiotik
  • Masalah medis, seperti penyakit celiac dan penyakit radang usus
  • Air minum yang tidak bersih
  • Sanitasi lingkungan yang buruk

Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kebersihan lingkungan, tubuh, dan makanan yang dikonsumsi anak untuk mencegah gangguan pencernaan.

Berapa Lama Diare pada Anak Bisa Sembuh?

Umumnya diare bisa sembuh dalam hitungan 3 hari saja. Namun, jika kondisi ini terjadi pada Si Kecil pastikan seberapa parah diare yang dialaminya. Untuk diare ringan, kondisi yang tidak disertai dengan gejala muntah, GroMoms bisa memberikan penanganan cukup dari rumah. Si Kecil yang mengalami kondisi ini umumnya masih bisa makan dan minum seperti keadaan normal biasanya.

Sedangkan untuk diare yang dikategorikan parah yang ditandai dengan tinja encer, frekuensi BAB cukup tinggi setiap jamnya, dan muncul tanda-tanda dehidrasi, maka kondisi ini perlu segera mendapat penanganan medis.

Cara Mengatasi Anak Diare

Mengutip dari Klikdokter, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan apabila anak mengalami diare.

Berikan Oralit

Oralit adalah campuran khusus dari garam kering dan air bersih. Hal ini dapat membantu mengganti cairan yang hilang karena diare. Dorong Ia untuk minum sebanyak mungkin. Si Kecil di bawah usia 2 tahun membutuhkan setidaknya 1/4 sampai 1/2 cangkir besar (250 mililiter) oralit setelah setiap buang air besar. Sedangkan anak berusia 2 tahun atau lebih membutuhkan setidaknya 1/2 sampai 1 cangkir besar (500 mililiter) oralit setelah setiap buang air besar.

Tidak punya oralit? Beri ia minuman terbuat dari 6 sendok teh gula ditambah 1/2 sendok teh garam yang dilarutkan dalam 1 liter air bersih. Tapi, hati-hati ya GroMoms. Terlalu banyak gula maupun garam dapat memperburuk kondisinya. 

Berikan Zinc Selamat 10 Hari Berturut-turut

Zinc dapat membantu tubuh dalam proses penyerapan air dan elektrolit di saluran pencernaan. Sehingga pemberian zinc pada anak dapat mengatasi diare. Adapun dosis yang perlu diberikan sebanyak 10 miligram untuk anak di bawah 6 bulan dan 20 miligram untuk anak usia 6 bulan atau lebih.

Istirahat

Saat diare, berikan anak istirahat yang cukup untuk membantu mengurangi stres, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan memungkinkan tubuhnya fokus pada proses penyembuhan.

Selain itu, istirahat memberikan kesempatan baginya untuk pulih dari mual, muntah, atau sakit perut, yang pada gilirannya dapat meningkatkan nafsu makan juga mengurangi risiko diare menjadi lebih parah.

Setelah anak sembuh dari sakit diare, biasanya mereka tidak nafsu makan karena perut mereka masih sensitif dan mereka mungkin merasa lemas. GroMoms, ikuti panduan mengatasi anak susah makan setelah sakit berikut ini: Cara Mengembalikan Nafsu Makan Anak Setelah Sakit.

Bagaimana Cara Memberi Makan Anak yang Sedang Diare?

Meskipun diare, anak tetap harus diberikan makanan dan minuman agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi. Caranya bisa dengan memberikannya ASI, makanan yang mengandung cairan, dan memberikan makanan dalam porsi kecil.

Lanjutkan Pemberian ASI

Air Susu Ibu (ASI), selain mengandung nutrisi lengkap, juga mengandung antibodi yang dapat membantu melawan infeksi. ASI lebih mudah dicerna oleh tubuh bayi, sehingga dapat membantu mengurangi iritasi pada saluran pencernaan yang mungkin terjadi akibat diare. Selain itu, ASI mengandung banyak cairan yang dapat mencegah dehidrasi pada bayi dengan diare. Oleh karena itu, penting bagi GroMoms untuk terus memberikan ASI teratur dalam jumlah cukup.

Berikan Makanan yang mengandung Banyak Cairan

Cairan dari makanan membantu mencegah dehidrasi dan memulihkan keseimbangan elektrolit tubuh yang terganggu akibat diare loh GroMoms. Misalnya, buah-buahan segar seperti semangka, melon, jeruk, juga stroberi memiliki kandungan air tinggi. Selain itu, cobalah sup kaldu serta jus sayuran. Sebaiknya, hindari makanan berat dulu ya.

Berikan Makanan dalam Porsi Kecil

Saat Si Kecil sedang diare dan muntah, namun tetap memerlukan makan, sebaiknya GroMoms memberikan makanan dalam porsi kecil. Lebih baik Si Kecil memperoleh porsi kecil sepanjang hari ketika pencernaannya sedang terganggu, daripada memperoleh 3 kali makan besar.

Selain itu, coba berikan makanan hambar untuk mencegah rasa mual. Misalnya, daging panggang, telur, buah-buahan segar, roti dari tepung putih halus, pasta atau nasi putih, sereal gandum, panekuk, wafel, sayuran, serta kentang panggang.

Hindari memberikan anak makanan berlemak karena akan sulit diserap tubuh dan membuat diare semakin parah.

Makanan yang Dilarang Saat Anak Diare

Ketika Si Kecil mengalami diare, ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari karena berpotensi memperparah kondisinya. Berikut daftar makanan yang dilarang untuk anak diare, antara lain:

  • Susu dan produk olahan susu
  • Makanan berminyak
  • Makanan pedas
  • Makanan cepat saji
  • Makanan yang mengandung tinggi gula
  • Jus buah
  • Minuman manis
  • Minuman bersoda

Sebagai gantinya, GroMoms sebaiknya menyajikan beberapa makanan, seperti buah pisang, roti, kentang rebus, dan sereal. Jangan lupa untuk memperbanyak asupan cairan selama Si Kecil diare.

Kapan Harus ke Dokter?

Dengan perawatan rumah yang tepat, diare sebenarnya bisa diatasi. Akan tetapi, terdapat beberapa gejala tertentu yang jika ini muncul, GroMoms perlu segera berkonsultasi dengan dokter. Berikut gejala yang menandakan Si Kecil harus segera mendapat penanganan dokter, antara lain:

  • Kondisi tidak membaik setelah 3 hari
  • Si Kecil menunjukkan tanda-tanda kelelahan
  • Muntah-muntah parah
  • Kolik parah
  • Demam tinggi
  • Muncul darah atau lendir di fesesnya

Itulah gejala yang perlu GroMoms waspadai dan jangan ragu untuk mencari bantuan medis untuk mendapatkan perawatan tepat agar ia kembali sehat serta terhindar dari komplikasi.

Demikian, jika Si Kecil mengalami penurunan nafsu makan serta diare, GroMoms perlu menyelidiki penyebabnya. Setelah itu, konsultasikan dengan dokter. Namun, tidak hanya itu loh, ternyata pola tidur sehat juga memainkan peran penting dalam kesehatan anak. Jadi, mari jaga pola tidurnya agar Ia dapat pulih dengan baik serta siap menghadapi hari-hari yang penuh petualangan. Baca lebih lanjut di sini yuk: Pola Tidur Ideal untuk Anak, Optimalkan Tumbuh Kembangnya

Referensi:

  • Healthline. What’s Causing My Diarrhea and Loss of Appetite?. Diakses pada tanggal 1 Juli 2023. https://www.healthline.com/health/diarrhea-and-loss-of-appetite
  • MedlinePlus. When your child has diarrhea. Diakses pada tanggal 1 Juli 2023. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000693.htm
Morigro mendukung program ASI Eksklusif