Cara Menambah Berat Badan Anak Usia 2 Tahun secara Alami

dr. Theresia Sugiarto
Ditulis oleh: Morigro
Ditinjau oleh:
Cara Menambah Berat Badan Anak Usia 2 Tahun secara Alami

Cara menambah berat badan anak 2 tahun secara alami dapat dilakukan dengan memperbaiki kualitas makanan, bukan sekadar memperbanyak porsinya. Pilih makanan yang padat gizi dan energi, seperti telur, ikan, kacang-kacangan atau selai kacang, alpukat, yogurt dan keju, lalu tambahkan camilan bergizi di antara waktu makan.

Lemak sehat dapat membantu meningkatkan kepadatan energi tanpa membuat porsi makanan terlalu besar. Yang tak kalah penting, hindari menjadikan makanan manis atau junk food sebagai jalan pintas. Anak juga perlu mendapat suasana makan yang santai, teratur, dan tidak penuh tekanan.

Makanan Apa Saja yang Bisa Membantu Anak 2 Tahun Naik Berat Badan?

Untuk anak usia 2 tahun yang perlu menambah berat badan, pilih makanan dengan kombinasi protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Academy of Nutrition and Dietetics menyarankan makanan dan camilan yang kaya nutrisi, termasuk telur, selai kacang dan selai kacang lain, kacang-kacangan, yogurt, keju, serta susu berlemak. Sumber lemak seperti alpukat, kacang, biji-bijian, dan minyak zaitun atau canola juga dapat membantu menambah kepadatan energi makanan.

Beberapa pilihan yang mudah dimasukkan ke menu harian antara lain:

Protein

Telur, ikan, ayam, tahu, tempe, kacang-kacangan, selai kacang, yogurt, dan keju dapat menjadi sumber protein. Pilih bentuk yang sesuai kemampuan mengunyah anak.

Lemak sehat

Alpukat, minyak zaitun atau canola, selai kacang, serta biji-bijian yang diolah dengan aman dapat membantu meningkatkan kalori dalam porsi kecil.

Karbohidrat bernutrisi

Nasi, kentang, ubi, oatmeal, roti gandum, pasta, buah, dan sayuran tetap penting sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Untuk kacang atau makanan berukuran kecil dan keras, perhatikan bentuk penyajiannya agar sesuai kemampuan makan anak. Selai kacang atau kacang yang sudah diolah lebih aman daripada memberikan kacang utuh.

Pentingnya Kalori Padat Gizi Dibanding Sekadar Makan Banyak

Menambah berat badan tidak berarti anak harus dipaksa menghabiskan makanan dalam jumlah besar. Konsep yang lebih penting adalah nutrient-dense food, yaitu makanan yang memberikan energi sekaligus zat gizi yang dibutuhkan tubuh.

Makanan tinggi gula dan lemak memang dapat meningkatkan jumlah kalori, tetapi belum tentu memberikan cukup protein, vitamin, dan mineral. Academy of Nutrition and Dietetics justru menyarankan sebagian besar makanan dan camilan berasal dari pilihan yang kaya nutrisi.

Kebutuhan energi setiap anak juga berbeda. Dalam Permenkes No. 28 Tahun 2019, AKG untuk kelompok usia 1–3 tahun tercantum sebesar 1.350 kkal per hari dan 45 gram lemak per hari. Angka ini merupakan acuan kebutuhan rata-rata berdasarkan kelompok umur, sehingga tidak perlu dijadikan target yang harus dipenuhi secara kaku oleh setiap anak.

Karena itu, fokusnya bukan menghitung setiap kalori secara berlebihan, melainkan membuat pola makan anak lebih lengkap dan padat gizi.

Baca Juga: Kecanduan Gadget Saat Jam Makan, Benarkah Jadi Penyebab Anak Tidak Mau Makan Sama Sekali?

Contoh Menu dan Camilan Harian untuk Anak 2 Tahun

Berikut contoh sederhana yang bisa disesuaikan dengan selera anak, kebiasaan keluarga, dan kebutuhan gizinya.

Waktu MakanMenuSumber Kalori Padat Gizi
SarapanTelur orak-arik dengan keju dan roti gandumProtein dan lemak dari telur serta keju
Camilan pagiSmoothie yogurt dan buah dengan sedikit selai kacangLemak, protein, dan energi dari yogurt serta selai kacang
Makan siangNasi, ayam cincang, wortel, dan sayuran yang ditumis dengan sedikit minyakProtein ayam dan tambahan energi dari minyak
Camilan soreAlpukat lumat atau guacamole dengan roti lembutLemak tak jenuh dari alpukat
Makan malamIkan kukus, nasi atau kentang, dan alpukatProtein ikan serta lemak sehat dari alpukat

Smoothie dapat menjadi pilihan camilan, tetapi jangan sampai terlalu sering diberikan dalam jumlah besar hingga membuat anak kenyang sebelum makan utama. WHO menekankan bahwa pada usia 12–23 bulan, anak tetap membutuhkan makanan keluarga yang sesuai dan dapat diberikan 3–4 kali sehari, dengan 1–2 camilan sesuai kebutuhan dan nafsu makan.

Suasana Makan yang Tepat agar Anak Mau Makan Lebih Banyak

Menu yang sudah bagus belum tentu berhasil bila waktu makan selalu menjadi sumber tekanan. Anak usia 2 tahun sedang belajar mengenali rasa lapar dan kenyang, sehingga orang tua perlu memberikan kesempatan untuk makan tanpa paksaan.

Buat jadwal makan yang relatif konsisten dan batasi distraksi seperti layar. Anak juga bisa dilibatkan dalam kegiatan sederhana, misalnya memilih buah, mencuci sayuran, mengaduk adonan, atau membantu menata makanan.

Ketika anak menolak makanan, tidak perlu langsung mengganti dengan makanan favorit atau camilan manis. Tawarkan kembali pada kesempatan berikutnya dengan suasana tetap tenang. Tujuannya adalah membangun pola makan yang positif, bukan mengejar satu porsi besar.

Untuk mengetahui apakah berat badan anak memang perlu dikejar atau masih mengikuti pola pertumbuhan yang sesuai, orang tua dapat melihat berat badan ideal anak menurut WHO dan memperhatikan tren pertumbuhannya, bukan hanya angka timbangan sekali ukur. WHO menyediakan standar pertumbuhan anak yang mencakup berat badan menurut umur dan indikator pertumbuhan lainnya.

Selain makanan utama dan camilan, susu dapat menjadi salah satu pelengkap asupan harian. Produk seperti Morigro dapat ditempatkan sebagai pelengkap dalam pola makan seimbang, bukan sebagai pengganti makanan utama.

Bila anak memang mengalami masalah kenaikan berat badan, penting juga mengetahui penyebabnya. Berat Badan Anak Sulit Naik: Penyebab dan Cara Mengatasinya untuk melihat faktor yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan kapan perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut.

Baca Juga: Mengenal Neophobia pada Balita: Fase Anak Susah Makan Akibat Takut Menu Baru

FAQ

Apakah smoothie efektif untuk menambah berat badan anak 2 tahun?

Smoothie dapat membantu menambah asupan energi dan zat gizi bila dibuat dari bahan bergizi, misalnya yogurt, buah, dan selai kacang. Namun, smoothie sebaiknya menjadi bagian dari pola makan dan bukan menggantikan sebagian besar makanan utama.

Apakah alpukat benar bisa membantu menambah berat badan anak?

Alpukat dapat menjadi salah satu pilihan karena mengandung lemak dan memberikan energi dalam porsi relatif kecil. Alpukat juga dapat dikombinasikan dengan makanan lain, misalnya roti, telur, atau dibuat menjadi guacamole.

Berapa kali camilan tinggi kalori boleh diberikan per hari?

Tidak ada satu jumlah yang berlaku untuk semua anak. WHO menyebut anak usia 12–23 bulan dapat mendapat 1–2 camilan sesuai kebutuhan dan nafsu makan, di luar makanan utama. Pada usia 2 tahun, jadwal camilan dapat disesuaikan dengan pola makan dan kebutuhan masing-masing anak.

Apakah susu tinggi kalori bisa jadi pelengkap menu harian?

Susu dapat menjadi salah satu sumber energi dan zat gizi, tetapi sebaiknya tetap menjadi pelengkap. Anak tetap membutuhkan makanan utama yang beragam untuk memperoleh protein, lemak, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya.

Apa yang sebaiknya dihindari saat mencoba menambah berat badan anak?

Hindari menjadikan minuman manis, permen, makanan ultra-proses, atau makanan tinggi gula sebagai cara utama menaikkan berat badan. Kalori memang dapat bertambah, tetapi kualitas gizinya belum tentu cukup. Hindari juga memaksa anak makan karena dapat membuat waktu makan semakin penuh tekanan.

Referensi

  1. Serbinski, K. (2018, August 28). Safe weight gain tips for underweight kids. Academy of Nutrition and Dietetics. https://www.eatright.org/health/wellness/weight-and-body-positivity/safe-weight-gain-tips-for-underweight-kidseatright
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk masyarakat Indonesia. https://stunting.go.id/wp-content/uploads/2021/02/Permenkes-No-28-Tahun-2019-Angka-Kecukupan-Gizi-yang-Dianjurkan.pdfstunting.go
  3. World Health Organization. (n.d.). Child growth standards. https://www.who.int/tools/child-growth-standards
Morigro mendukung program ASI Eksklusif