Cemilan anak 1 tahun penambah BB sebaiknya tidak hanya mengejar jumlah kalori, tetapi juga memberikan protein, lemak, karbohidrat, serta zat gizi lain yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang. Pilihan seperti yogurt, alpukat, telur, keju, ubi, pisang, dan selai kacang dapat menjadi bagian dari camilan padat gizi. Camilan diberikan di antara waktu makan utama dalam porsi kecil, sehingga membantu melengkapi asupan tanpa membuat anak terlalu kenyang saat jam makan.
Berikut beberapa ide camilan yang dapat disesuaikan dengan selera, kemampuan makan, dan kebutuhan anak.
Campurkan yogurt plain dengan pisang, alpukat, atau buah yang sudah dikenal anak. Yogurt memberikan protein dan lemak, sedangkan buah menambah rasa sekaligus zat gizi. Kombinasi bahan seperti yogurt dan buah termasuk contoh camilan seimbang untuk toddler.
Agar lebih padat gizi, smoothie dapat dibuat dengan bahan utuh dan tanpa tambahan gula berlebihan.
Alpukat merupakan salah satu pilihan makanan yang kaya lemak dan energi. Sajikan dalam bentuk lumat atau potongan lembut sesuai kemampuan makan anak.
Alpukat juga dapat dipadukan dengan roti lembut atau yogurt agar camilan mengandung lebih dari satu kelompok makanan.
Telur rebus yang dimasak hingga matang dapat dihancurkan atau dipotong kecil agar mudah dimakan. Telur merupakan sumber protein dan lemak yang praktis untuk camilan anak.
Bila anak belum terbiasa dengan tekstur telur, berikan sedikit terlebih dahulu dan lihat responsnya.
Keju dapat menjadi pilihan camilan karena mengandung protein dan lemak. AAP memasukkan keju sebagai salah satu pilihan makanan yang dapat digunakan untuk membuat camilan seimbang bagi toddler.
Sajikan dalam bentuk parutan atau potongan kecil yang sesuai. Hindari memberikan potongan makanan yang keras, besar, atau licin karena dapat meningkatkan risiko tersedak.
Ubi yang dikukus hingga lunak dapat dilumatkan dan diberikan sebagai camilan. Ubi memberikan karbohidrat dan energi, sementara teksturnya mudah disesuaikan dengan kemampuan makan anak.
Untuk membuatnya lebih lengkap, ubi bisa dipadukan dengan yogurt atau bahan lain yang sudah biasa dikonsumsi anak.
Baca Juga: Mengenal Neophobia pada Balita: Fase Anak Susah Makan Akibat Takut Menu Baru
Pisang dapat dipadukan dengan sedikit selai kacang untuk menambah protein dan lemak. Selai kacang termasuk salah satu pilihan makanan padat energi yang dapat membantu meningkatkan asupan kalori.
Jangan memberikan selai kacang dalam bentuk sesendok penuh. AAP menyarankan nut butter diberikan sebagai olesan tipis atau dicampurkan ke makanan untuk mengurangi risiko tersedak.
Puding berbahan susu dan buah dapat menjadi alternatif camilan dengan tekstur lembut. Gunakan buah yang sudah dikenal anak dan batasi tambahan gula.
Bila anak memiliki alergi terhadap susu atau bahan tertentu, bahan camilan perlu disesuaikan dengan arahan dokter.
Camilan untuk anak sebaiknya tidak hanya membuat perut kenyang. AAP menyarankan camilan toddler dapat menggabungkan beberapa jenis makanan, misalnya protein, buah atau sayuran, serta biji-bijian atau sumber karbohidrat.
Pendekatan ini membantu anak mendapatkan lebih banyak zat gizi dalam satu kesempatan makan terutama untuk anak yang nafsu makannya menurun. Contohnya, yogurt dengan buah lebih lengkap dibandingkan camilan yang hanya mengandalkan makanan manis.
Healthline juga merekomendasikan berbagai makanan yang lebih padat energi dan nutrisi, seperti alpukat, telur, yogurt full-fat, keju, selai kacang, serta minyak sehat sebagai bagian dari pola makan untuk anak yang membutuhkan dukungan kenaikan berat badan.
Sebaliknya, makanan dengan banyak gula tetapi rendah zat gizi sebaiknya tidak dijadikan cara utama untuk meningkatkan berat badan. Anak mungkin mendapatkan tambahan kalori, tetapi belum tentu memperoleh protein, vitamin, dan mineral yang cukup.
Perlu diingat, tubuh anak memiliki pola pertumbuhan yang berbeda. Anak yang terlihat kecil belum tentu mengalami masalah berat badan, sehingga kebutuhan untuk menambah berat badan sebaiknya dinilai berdasarkan pertumbuhan anak secara keseluruhan.
Baca Juga: Agar Anak Mau Makan dan Gemuk Mencapai Berat Badan Ideal: 10 Strategi Aman & Sehat
Camilan sebaiknya diberikan di antara waktu makan utama, bukan sepanjang hari. AAP menjelaskan bahwa setiap toddler berbeda; sebagian membutuhkan camilan sore dan sebagian juga membutuhkan camilan pagi.
Mulailah dengan porsi kecil. AAP menyarankan memberikan porsi awal yang kecil dan membiarkan anak menentukan apakah ia masih lapar atau sudah kenyang.
Yang tak kalah penting adalah menjaga jarak antara camilan dan makan utama. Bila anak terlalu sering ngemil, ia bisa datang ke meja makan dalam keadaan sudah kenyang.
Susu juga dapat menjadi salah satu pelengkap di sela waktu makan. Produk seperti Morigro dengan Formula GROMAX yang mengandung Minyak Ikan (Omega-3) untuk membantu nafsu makan, Probiotik BB536 & Prebiotik FOS untuk pencernaan, serta protein, kalsium, dan vitamin D dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi anak. Morigro dapat ditempatkan sebagai pelengkap asupan harian, bukan menggantikan makanan utama.
Bila berat badan anak memang sulit bertambah, orang tua sebaiknya tidak hanya menambah camilan. Cari tahu juga penyebabnya melalui artikel Berat Badan Anak Sulit Naik: Penyebab dan Cara Mengatasinya, lalu sesuaikan strategi berdasarkan kondisi anak.
Baca Juga: Terapkan Aturan 30 Menit Sebagai Tips Anak Susah Makan yang Suka Mengemut
Anak yang sudah berusia 1 tahun tidak lagi berada pada kelompok usia yang dilarang mengonsumsi madu karena risiko botulisme pada bayi. Namun, madu tetap merupakan sumber gula sehingga tidak perlu ditambahkan ke camilan hanya untuk meningkatkan rasa manis.
Tidak ada jumlah yang harus sama untuk semua anak. AAP menjelaskan bahwa kebutuhan camilan toddler berbeda-beda; sebagian membutuhkan satu camilan, sementara sebagian lainnya membutuhkan camilan pagi dan sore.¹ Sesuaikan dengan jadwal makan dan nafsu makan anak.
Sebaiknya tidak. Camilan berfungsi melengkapi asupan di antara waktu makan, sedangkan makanan utama tetap menjadi bagian penting dari pola makan anak.
Tidak. Camilan berbahan yogurt, keju, dan susu perlu dihindari atau disesuaikan jika anak memiliki alergi susu sapi. Pilihan pengganti sebaiknya ditentukan dengan bantuan dokter atau tenaga kesehatan agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.
Buah dapat menjadi bagian dari pola makan anak dan termasuk pilihan camilan yang baik.¹ Yang perlu diperhatikan adalah variasi makanan secara keseluruhan serta membatasi makanan dan minuman dengan tambahan gula.