Bawa anak ke dokter bila berat badannya menunjukkan pola pertumbuhan yang mengkhawatirkan pada pengukuran berulang, terutama bila berat badan tampak menurun atau tidak mengikuti pola pertumbuhan sebelumnya. Tanda lain yang perlu diperhatikan adalah anak terlihat semakin kurus, lebih mudah lelah, nafsu makan menurun dalam waktu lama, sering muntah atau diare, atau mengalami keluhan kesehatan lain yang dapat memengaruhi asupan dan pertumbuhan. Namun, anak yang bertubuh kecil belum tentu mengalami kekurangan gizi. Penilaian perlu melihat berat badan dan tinggi badan secara berkala pada kurva pertumbuhan, bukan hanya berdasarkan satu hasil timbang.
Ada perbedaan antara anak yang secara alami bertubuh kecil dengan anak yang mengalami masalah pertumbuhan. Anak yang tetap aktif, berkembang sesuai usia, dan mengikuti pola pertumbuhan secara konsisten belum tentu membutuhkan intervensi khusus.
Sebaliknya, orang tua perlu berkonsultasi bila berat badan anak mulai menyimpang dari pola pertumbuhannya atau terdapat gejala yang menyertai. AAFP menjelaskan bahwa weight faltering dikenali melalui pola kenaikan berat badan yang tidak memadai dari waktu ke waktu dan sebaiknya dikonfirmasi dengan pengukuran yang valid dan berulang.
Beberapa hal yang layak diperhatikan antara lain:
Melihat berat badan satu kali saja tidak cukup untuk menentukan apakah anak mengalami masalah pertumbuhan. AAFP menekankan bahwa pengukuran berat dan tinggi secara serial diperlukan untuk mengenali weight faltering.
Cleveland Clinic juga menjelaskan bahwa tren berat badan secara keseluruhan lebih penting daripada satu penurunan berat badan, karena anak, terutama toddler, dapat mengalami perubahan berat seiring pertumbuhan dan aktivitas. Dokter biasanya melihat hubungan berat badan dengan tinggi atau panjang badan serta perkembangan dari waktu ke waktu.
Karena itu, jangan langsung memberi label “kurus” atau “kurang gizi” hanya karena angka timbangan berada di bawah anak lain. WHO menyediakan berbagai kurva pertumbuhan yang dapat digunakan untuk memantau berat badan, tinggi atau panjang badan, dan indikator pertumbuhan lainnya.
Yang perlu diperhatikan adalah apakah anak tetap mengikuti pola pertumbuhan atau justru terjadi perubahan yang nyata dari pola sebelumnya. Pada anak yang terus tumbuh sesuai jalurnya, ukuran tubuh yang lebih kecil dapat merupakan variasi individual.
Baca Juga: Mengenal Neophobia pada Balita: Fase Anak Susah Makan Akibat Takut Menu Baru
Saat berkonsultasi, dokter biasanya tidak hanya melihat angka berat badan. Riwayat pertumbuhan, pola makan, kondisi kesehatan, serta hasil pemeriksaan fisik akan menjadi bagian dari evaluasi.
Dokter dapat menanyakan frekuensi makan, jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi, kebiasaan ngemil, minuman yang diminum, kesulitan makan, muntah atau diare, hingga riwayat penyakit sebelumnya.
Selanjutnya, berat dan tinggi atau panjang badan akan dibandingkan dengan kurva pertumbuhan yang sesuai. Pada anak tertentu, dokter juga dapat mempertimbangkan pemeriksaan tambahan bila terdapat tanda yang mengarah pada kondisi medis tertentu. AAFP mencatat bahwa tidak ada satu paket pemeriksaan laboratorium yang wajib untuk semua anak dengan masalah berat badan. Pemeriksaan sebaiknya diarahkan pada dugaan penyebab berdasarkan riwayat dan pemeriksaan fisik.
Dalam beberapa kasus, dokter dapat melibatkan ahli gizi anak atau dokter spesialis terkait untuk membantu menyusun kebutuhan nutrisi dan mencari penyebab yang lebih spesifik.
| Tanda | Masih Bisa Dipantau di Rumah | Perlu Diperiksakan Segera |
| Tren berat badan | Tetap mengikuti pola pertumbuhan sebelumnya | Berat badan turun atau pertumbuhannya melambat pada pengukuran berulang |
| Nafsu makan | Naik turun dan anak tetap mendapat asupan yang cukup | Penurunan nafsu makan berlangsung lama atau mengganggu asupan |
| Energi | Anak tetap aktif dan responsif | Anak tampak lemas, kurang aktif, atau berbeda dari biasanya |
| Tampilan fisik | Proporsi tubuh tetap sesuai pola pertumbuhan | Terlihat semakin kurus atau kehilangan lemak tubuh |
| Keluhan kesehatan | Tidak ada gejala yang menetap | Muntah berulang, diare berkepanjangan, sulit menelan, atau keluhan lain yang mengganggu makan |
Tabel ini bukan alat diagnosis. Kondisi anak perlu dinilai secara keseluruhan, termasuk pertumbuhan, asupan makanan, aktivitas, dan gejala yang menyertai.
Baca Juga: Agar Anak Mau Makan dan Gemuk Mencapai Berat Badan Ideal: 10 Strategi Aman & Sehat
Orang tua dapat mulai membuat catatan makan dan gejala. Tulis makanan dan minuman yang dikonsumsi anak, waktu makan, kira-kira jumlah yang dimakan, serta keluhan yang muncul setelah makan.
Catat juga berat badan secara berkala, tetapi hindari menimbang anak terlalu sering hanya untuk mencari perubahan kecil. AAFP menyebut pemantauan berat dilakukan dalam interval yang sesuai untuk melihat perkembangan, bukan pemeriksaan berulang setiap hari.¹
Saat menunggu jadwal konsultasi, tetap tawarkan makanan bergizi dalam suasana yang tenang. Jangan memaksa anak menghabiskan makanan atau mengganti semua makanan dengan camilan tinggi gula hanya agar berat badan cepat bertambah.
Orang tua juga sebaiknya tidak langsung memberikan obat penambah nafsu makan, suplemen, atau mengganti pola makan secara drastis tanpa mengetahui penyebab berat badan sulit naik. Penanganan akan lebih tepat bila penyebabnya sudah dipahami.
Tidak selalu. Anak yang bertubuh kecil tetapi tetap aktif, berkembang sesuai usia, dan mengikuti pola pertumbuhan secara konsisten belum tentu mengalami masalah gizi. Namun, evaluasi tetap diperlukan bila berat badan mulai menyimpang dari pola pertumbuhan atau muncul gejala lain.
Tidak ada jumlah kunjungan yang otomatis menjadi diagnosis. Yang lebih penting adalah melihat pola perubahan secara serial dengan pengukuran yang valid. Penurunan yang konsisten atau perubahan nyata dari pola pertumbuhan sebelumnya layak dibahas dengan dokter.
Dokter anak dapat menjadi tempat pertama untuk evaluasi. Bila diperlukan, dokter dapat melibatkan ahli gizi anak atau dokter spesialis lain berdasarkan penyebab yang dicurigai.
Tidak selalu. AAFP menjelaskan bahwa pemeriksaan laboratorium rutin tidak diperlukan untuk semua kasus. Pemeriksaan tambahan biasanya dipilih berdasarkan riwayat, pemeriksaan fisik, dan dugaan penyebab tertentu.
Masalah pertumbuhan yang berlangsung lama dapat berkaitan dengan kekurangan nutrisi dan pada kondisi yang berat dapat berdampak pada pertumbuhan serta perkembangan anak. IDAI juga menekankan bahwa malnutrisi pada masa bayi dan batita dapat memberikan dampak yang serius sehingga deteksi dan penanganan dini penting.
Baca Juga: Terapkan Aturan 30 Menit Sebagai Tips Anak Susah Makan yang Suka Mengemut