Kecanduan Gadget Saat Jam Makan, Benarkah Jadi Penyebab Anak Tidak Mau Makan Sama Sekali?

Ditulis oleh: Morigro
Anak tidak mau makan sambil bermain gadget saat jam makan

Banyak orang tua mengandalkan video di ponsel atau tablet agar anak mau membuka mulut saat makan. Cara ini memang sering berhasil dalam jangka pendek, tetapi apakah benar kebiasaan tersebut menjadi penyebab anak tidak mau makan sama sekali? Jawabannya tidak sesederhana itu.

Gadget bukan penyebab medis utama anak kehilangan nafsu makan, tetapi dapat menjadi faktor yang memperburuk kebiasaan makan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa makan sambil menatap layar membuat anak mengalami distracted eating, yaitu makan tanpa benar-benar menyadari rasa lapar dan kenyang.

Dalam jangka panjang, anak bisa terbiasa hanya mau makan jika ditemani tontonan, kualitas pola makannya menurun, dan semakin sulit menikmati makanan tanpa gadget. Solusinya bukan melarang secara tiba-tiba, melainkan membangun kebiasaan makan bebas layar secara bertahap.

Fenomena “Makan Sambil Nonton” pada Anak Indonesia

Pemandangan anak makan sambil menonton video kini menjadi hal yang sangat umum. Banyak orang tua mengaku cara tersebut membantu anak duduk lebih lama di kursi makan atau menghabiskan makanan lebih cepat.

Awalnya, strategi ini sering digunakan ketika anak memasuki fase GTM (Gerakan Tutup Mulut) atau mulai pilih-pilih makanan. Karena merasa berhasil, gadget kemudian menjadi “alat wajib” setiap kali jam makan tiba.

Padahal, kebiasaan tersebut perlahan mengubah fokus anak dari makanan menjadi layar. Anak membuka mulut bukan karena lapar, tetapi karena perhatiannya teralihkan oleh video yang sedang ditonton.

Beberapa penelitian internasional menunjukkan bahwa paparan layar saat makan cukup tinggi pada anak usia prasekolah. Studi cross-sectional yang dilakukan di Lithuania (Jusienė dkk., 2019) dan dimuat dalam jurnal Medicina menemukan bahwa lebih dari separuh anak usia 2–5 tahun pernah terpapar layar saat makan, dengan sekitar 33,7% menggunakannya sesekali dan sekitar 22% menggunakannya pada hampir setiap waktu makan.

Kondisi ini juga mulai banyak ditemukan di Indonesia, terutama sejak penggunaan smartphone semakin mudah diakses oleh anak usia dini.

Benarkah Gadget Menyebabkan Anak Tidak Mau Makan Sama Sekali?

Jawaban singkatnya adalah tidak. Gadget bukan penyebab utama anak tidak mau makan sama sekali. Penyebab anak kehilangan nafsu makan bisa sangat beragam, mulai dari tumbuh gigi, infeksi ringan, sembelit, fase perkembangan, jadwal makan yang kurang tepat, hingga masalah medis tertentu.

Namun, gadget dapat menjadi faktor pemberat yang membuat masalah makan semakin sulit diperbaiki. Mengapa demikian?

Karena anak belajar menghubungkan aktivitas makan dengan tontonan. Lama-kelamaan muncul pola seperti berikut:

  • Anak hanya mau makan jika ada video.
  • Anak menolak duduk di meja makan tanpa gadget.
  • Anak mengunyah tanpa menyadari rasa makanan.
  • Anak kehilangan kemampuan mengenali rasa lapar dan kenyang.

Akibatnya, ketika gadget tidak diberikan, anak justru menolak makan sama sekali.

Karena itu, bila anak mengalami GTM berkepanjangan, orang tua sebaiknya juga mengevaluasi Jadwal Harian dan Feeding Rules, bukan hanya berfokus pada gadget.

Baca Juga: Agar Anak Mau Makan dan Gemuk Mencapai Berat Badan Ideal: 10 Strategi Aman & Sehat

Bagaimana Gadget Mengganggu Sinyal Lapar & Kenyang

Ketika makan tanpa gangguan, otak menerima berbagai informasi dari tubuh, seperti rasa lapar, aroma makanan, tekstur, rasa, hingga sensasi kenyang. Sebaliknya, saat perhatian anak sepenuhnya tertuju pada layar, proses tersebut menjadi terganggu.

Fenomena ini dikenal sebagai distracted eating atau makan dalam kondisi terdistraksi.

Robinson dkk. (2013) melalui systematic review di The American Journal of Clinical Nutrition menjelaskan bahwa perhatian terhadap makanan (attentive eating) berperan penting dalam mengatur jumlah makanan yang dikonsumsi. Ketika perhatian teralihkan, seseorang menjadi kurang mampu mengingat apa yang telah dimakan dan kurang peka terhadap sinyal kenyang.

Pada anak, dampaknya dapat berupa:

  • Makan terlalu sedikit
  • Makan terlalu banyak
  • Mengunyah tanpa menikmati makanan
  • Tidak mengenali rasa lapar
  • Hanya fokus pada tontonan

Dalam jangka panjang, anak kehilangan kesempatan belajar mengenali rasa, aroma, tekstur, dan pengalaman makan yang positif.

Dampak Jangka Panjang Makan Sambil Main Gadget

Selain membuat anak bergantung pada tontonan saat makan, kebiasaan ini juga dapat memengaruhi kualitas pola makan secara keseluruhan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa screen time saat makan berkaitan dengan:

  • Konsumsi buah dan sayur yang lebih sedikit
  • Lebih sering mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak
  • Lebih banyak minuman manis
  • Kebiasaan picky eating
  • Durasi makan menjadi sangat lama

Sejumlah studi cross-sectional, seperti Zhang dkk. (2020) di jurnal Appetite, menemukan kaitan antara screen time berlebih dengan perilaku picky eating pada anak prasekolah. Meski begitu, screen time bukan satu-satunya penentu; pengaruhnya bervariasi dan sangat dipengaruhi pola asuh serta kebiasaan makan keluarga.

Perlu dipahami bahwa gadget memang kadang terasa seperti “penyelamat” bagi orang tua yang sedang menghadapi anak GTM. Namun bila digunakan terus-menerus, solusi jangka pendek tersebut justru dapat menjadi kebiasaan yang semakin sulit dihentikan.

Makan dengan Gadget vs Tanpa Gadget

AspekDengan GadgetTanpa Gadget
Kesadaran lapar & kenyangBerkurang, makan lebih mekanisAnak lebih mengenali sinyal lapar dan kenyang
Kualitas makanCenderung pilih-pilihLebih fokus mencoba berbagai makanan
Durasi makanSering memanjang hingga lebih dari 30 menitUmumnya selesai dalam 20–30 menit
KetergantunganMenolak makan tanpa tontonanLebih mandiri saat makan
Interaksi keluargaSangat minimAnak belajar dari contoh orang tua dan anggota keluarga

Cara Menghentikan Kebiasaan Gadget Saat Makan

Menghilangkan gadget secara mendadak sering kali justru memicu tantrum. Karena itu, lakukan perubahan secara bertahap.

Terapkan Aturan “No Screen at the Table

Mulailah membuat aturan sederhana bahwa meja makan adalah area bebas layar. Aturan ini berlaku bukan hanya untuk anak, tetapi juga seluruh anggota keluarga. Ketika orang tua ikut meletakkan ponsel selama makan, anak akan lebih mudah mengikuti kebiasaan tersebut.

Ganti dengan Makan Bersama Keluarga

Anak belajar melalui proses meniru. Ketika melihat orang tua menikmati makanan, berbicara santai, dan makan bersama, anak lebih mudah memahami bahwa makan adalah aktivitas sosial yang menyenangkan.

WHO dalam pedoman responsive feeding juga menekankan pentingnya interaksi positif saat makan, bukan sekadar mengejar makanan habis.

Gunakan waktu makan untuk mengajak anak berbicara ringan, misalnya tentang warna makanan, rasa, bentuk, atau kegiatan yang dilakukan hari itu.

Transisi Bertahap Tanpa Drama

Jika anak sudah sangat bergantung pada gadget, jangan langsung menghentikannya total. Beberapa langkah yang bisa dicoba antara lain:

  • Kurangi durasi tontonan sedikit demi sedikit;
  • Matikan video ketika sebagian makanan sudah habis;
  • Alihkan perhatian dengan percakapan;
  • Berikan pujian ketika anak mau makan tanpa layar.

Perubahan membutuhkan konsistensi. Anak mungkin menangis pada beberapa hari pertama, tetapi biasanya akan mulai beradaptasi jika seluruh anggota keluarga menerapkan aturan yang sama.

Jika anak juga memiliki kebiasaan mengemut makanan hingga sangat lama, orang tua dapat menerapkan Aturan 30 Menit Sebagai Tips Anak Susah Makan yang Suka Mengemut agar waktu makan menjadi lebih efektif.

Baca Juga: Anak Tidak Mau Makan: GTM, Nafsu Makan Rendah, atau Masalah Medis? Ini Cara Membedakannya

Jangan Ganti Gadget dengan Paksaan

Menghilangkan gadget bukan berarti memaksa anak menghabiskan makanan. Orang tua tetap perlu menerapkan prinsip responsive feeding, yaitu:

  • Menentukan jadwal makan
  • Menyediakan makanan bergizi
  • Membiarkan anak menentukan berapa banyak yang ingin dimakan.

Pendekatan ini membantu anak kembali mengenali rasa lapar dan kenyang secara alami. Jika setelah kebiasaan makan diperbaiki anak masih tetap sulit makan, orang tua dapat mempelajari berbagai pendekatan lain melalui artikel Apa Solusi, Makanan & Obat Nafsu Makan Alami yang Paling Ampuh?

Menjaga Asupan Gizi Selama Masa Transisi

Perubahan kebiasaan makan membutuhkan waktu. Selama proses membiasakan makan tanpa gadget, fokus utama tetap menjaga agar kebutuhan nutrisi harian anak terpenuhi melalui makanan utama yang bervariasi.

Sebagai pelengkap, susu pertumbuhan seperti Morigro dapat diberikan sebagai selingan sesuai jadwal makan, bukan sebagai pengganti makanan utama dan tentu bukan sebagai “hadiah” atau pengganti tontonan. Dengan cara ini, anak tetap memperoleh asupan gizi sambil perlahan belajar menikmati waktu makan tanpa bergantung pada layar.

FAQ

Benarkah gadget bikin anak tidak mau makan sama sekali?

Tidak secara langsung. Gadget bukan penyebab medis anak kehilangan nafsu makan, tetapi dapat memperburuk kebiasaan makan karena anak menjadi bergantung pada tontonan untuk mau makan.

Apa dampaknya kalau anak sering susah makan dan berat badannya stagnan?

Jika berlangsung lama, anak berisiko mengalami kekurangan energi dan zat gizi yang dapat memengaruhi pertumbuhan. Bila berat badan tidak naik sesuai kurva atau bahkan turun, sebaiknya konsultasikan ke dokter anak.

Anak sudah terlanjur harus nonton agar mau makan, bagaimana menghentikannya?

Lakukan secara bertahap. Kurangi durasi screen time sedikit demi sedikit, terapkan aturan bebas layar saat makan untuk seluruh keluarga, dan gantikan dengan interaksi yang menyenangkan di meja makan.

Apakah makan bersama keluarga membantu anak mau makan?

Ya. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa makan bersama keluarga membantu anak belajar mencoba makanan baru, meningkatkan kualitas pola makan, dan membangun kebiasaan makan yang lebih sehat.

Berapa lama proses menghilangkan kebiasaan gadget saat makan?

Tidak ada waktu yang pasti. Sebagian anak mulai beradaptasi dalam beberapa hari, sementara yang lain membutuhkan beberapa minggu. Konsistensi seluruh anggota keluarga menjadi kunci keberhasilannya.

Baca Juga: MPASI Anak 1 Tahun yang Susah Makan: Kenapa Terjadi & 7 Strategi Pemberian yang Tepat

Referensi

  1. Robinson, E., Aveyard, P., Daley, A., Jolly, K., Lewis, A., Lycett, D., & Higgs, S. (2013). Eating attentively: A systematic review and meta-analysis of the effect of food intake memory and awareness on eating. The American Journal of Clinical Nutrition, 97(4), 728–742. https://academic.oup.com/ajcn/article/97/4/728/4571518
  2. World Health Organization. (2006). WHO Child Growth Standards: Length/height-for-age, weight-for-age, weight-for-length, weight-for-height and body mass index-for-age. Geneva: World Health Organization. https://www.who.int/tools/child-growth-standards
  3. World Health Organization. (2023). WHO guideline for complementary feeding of infants and young children 6–23 months of age. https://www.who.int/publications/i/item/9789240081864
  4. Pearson, N., Biddle, S. J. H., & Gorely, T. (2011). Family correlates of breakfast consumption among children and adolescents. Appetite, 56(3), 565–571.
  5. Jusienė, R., Urbonas, V., Laurinaitytė, I., Rakickienė, L., Breidokienė, R., Kuzminskaitė, M., & Praninskienė, R. (2019). Screen use during meals among young children: Exploration of associated variables. Medicina, 55(10), 688. https://doi.org/10.3390/medicina55100688
  6. Zhang, G., Wu, L., Zhou, L., Lu, W., Mao, C., & Chen, R. (2020). The relationship between screen time and picky eating behavior in preschool children: A cross-sectional study. Appetite, 150, 104639. https://doi.org/10.1016/j.appet.2020.104639
  7. Morigro. (n.d.). Produk Morigro. Morinaga.id. https://morinaga.id/id/produk/morigro
Morigro mendukung program ASI Eksklusif