Tinggi Badan Anak Usia 2 Tahun yang Ideal 

Morigro September 15, 2023
mengukur tinggi badan

Jika GroMoms takut Si Kecil stunting, coba cek apakah tinggi badannya sudah sesuai usianya atau belum. Ternyata tinggi badan anak ketika  usia 2 tahun menjadi indikator utama loh untuk mengonfirmasi apakah anak mengalami stunting atau tidak.

Berdasarkan standar WHO, tinggi seorang anak perempuan saat tepat berusia 2 tahun berkisar antara 79,3-92,2 cm. Sedangkan anak laki-laki yang berusia 2 tahun, tingginya antara 81,0-93,2 cm.  

Untuk lebih memahaminya, baca penjelasan berikut sampai selesai ya. 

Mengukur Tinggi Badan 2 Tahun

Otak seorang anak bertumbuh paling baik dalam 1000 hari pertama dalam kehidupannya. 1000 hari pertama ini dimulai dari saat anak tersebut muncul dalam kandungan ibunya, dan berakhir saat usianya telah mencapai dua tahun.

Maka, apabila selama hari-hari pertama ini Si Kecil sering mengalami malnutrisi, atau berulang-ulang terserang infeksi, ia memiliki lebih banyak risiko untuk mengalami stunting

Untuk mengonfirmasi apakah anak  stunting, GroMoms perlu mengukur tingginya pada usia 2 tahun. Hasil pengukuran tinggi badannya perlu berada dalam rentang normal seperti standar WHO di atas. Jika ia berada dalam rentang normal, maka ia telah memperoleh gizi dalam jumlah cukup, sehingga seharusnya otaknya telah berkembang dengan optimal.

Sebab, periode terbesar untuk pertumbuhan otak berakhir pada usia 2 tahun. Jika di akhir usia 2 tahun perkembangan otak ternyata belum mencapai potensi terbaiknya, maka perkembangan otak pada usia berikutnya juga akan menjadi lamban.

Selain mengukur tingginya, GroMoms juga perlu memantau kecepatan pertumbuhannya dengan mengukur berat badannya secara berkala. Dengan data selengkap mungkin, maka jika tumbuh kembangnya nampak tidak ideal, GroMoms bersama dokter akan dapat bertindak lebih cepat untuk menanganinya.

Terkait dengan perkembangannya, ketika Si Kecil di usia ini ada beberapa perkembangan ideal yang GroMoms perlu perhatikan mulai dari aspek bahasa, motorik, kognitif, dan sosial-emosional. Penjelasan selengkapnya yuk baca artikel: Perkembangan Anak Usia 2 Tahun, Sudah Bisa Apa?

Indikator Pertumbuhan Normal pada Anak Berumur 2 Tahun

Menurut WHO, terdapat empat indikator pertumbuhan pada anak, yaitu:

  • Tinggi badan terhadap usia yaitu mengukur tinggi badan anak relatif terhadap usianya.
  • Berat badan terhadap usia yaitu mengukur berat badan anak relatif terhadap usianya. 
  • Berat badan menurut tinggi badan yaitu mengukur berat badan seorang anak relatif terhadap tinggi badannya, sehingga memberi informasi tentang proporsi tubuh. 
  • Indeks massa tubuh terhadap usia, yang digunakan untuk menentukan apakah anak itu terlalu gemuk atau tidak. 

Si Kecil disebut mengalami pertumbuhan normal apabila seluruh indikator tersebut sesuai dengan standar. Standar untuk grafik pertumbuhan ini dapat dilihat pada situs WHO, yaitu https://www.who.int/tools/child-growth-standards/standards. Moms bisa mengukur berat dan tinggi Si Kecil di rumah, dan menentukan apakah berat dan tingginya telah sesuai standar WHO tersebut.

Pengaruh Faktor Genetik Terhadap Tinggi Badan

Berdasarkan informasi dari PubMed, di negara-negara dengan pendapatan tinggi, diketahui bahwa faktor terbesar yang memengaruhi pertumbuhan tinggi badan anak-anak adalah faktor genetik. Menurut penelitian di negara-negara ini, genetik sangat berperan dalam mengatur pola pertumbuhan anak agar dapat menyerupai pola pertumbuhan orangtuanya.

Hal ini menjelaskan mengapa banyak orang tua yang bertubuh tinggi memiliki anak yang juga tumbuh tinggi. Sementara orang tua yang berbadan lebih pendek cenderung memiliki anak-anak yang juga pendek. Akan tetapi, selain faktor genetik, masih ada beberapa faktor lain yang menentukan, informasi selengkapnya yuk baca: Faktor yang mempengaruhi perkembangan anak.

Namun, temuan ini tidak berlaku di negara-negara dengan pendapatan rendah atau menengah. Dalam penelitian ilmiah oleh Perkins dan kawan-kawan yang dipublikasikan di PubMed berjudul Adult height, nutrition, and population health, diketahui bahwa peran faktor genetik tidak terlalu besar pada tinggi badan anak. Sebab, ternyata ada faktor-faktor lain yang jauh lebih berpengaruh. Beberapa faktor ini meliputi status gizi, penyakit, dan kondisi sosial ekonomi anak tersebut selama periode pertumbuhan penting, yakni 1000 hari pertama kehidupan.

Jadi, jika GroMoms dan GroDads bertubuh pendek, Si Kecil masih bisa diupayakan untuk tumbuh lebih tinggi kok. Perbaikan pada faktor penentu pertumbuhan lainnya bisa dilakukan setiap hari, dengan memberikan nutrisi seimbang pada setiap menu makanannya, memastikan ia tidur dengan cukup, maupun melakukan aktivitas fisik secara rutin. 

Nah, sekarang GroMoms telah memahami bahwa penting sekali mengukur tinggi badan pada usia 2 tahun ini. Sekarang, jika tinggi Si Kecil masih belum sesuai standar, bagaimana cara meningkatkannya?  Yuk, cari tahu caranya di sini ya: Cara Menambah Tinggi Badan Anak Secara Efektif.

Morigro mendukung program ASI Eksklusif