Perkembangan Anak Usia 2 Tahun, Ini Kemampuan Barunya

Morigro Oktober 2, 2023
perkembangan anak usia 2 tahun

Memasuki usia 2 tahun, Si Kecil normalnya sudah bisa berjalan, menirukan kata atau gerakan, serta mengikuti instruksi sederhana. Untuk itu, Moms perlu memahami berbagai aspek perkembangan anak 2 tahun, termasuk keterampilan bahasa, kognitif, motorik, maupun sosial-emosional.

Tujuan dari memahami perkembangan ini, agar GroMoms bisa memberikan dukungan optimal dan juga deteksi dini ketika apa yang dialami Si Kecil tidak sesuai dengan yang seharusnya. Karena itu, selain memahami milestone ini GroMoms juga perlu mengetahui bagaimana stimulasi yang tepat agar tumbuh kembang Si Kecil Optimal.

Yuk, ketahui milestone apa saja yang terjadi pada usia ini.

Milestone Perkembangan Anak Usia 2 Tahun

Perkembangan Si Kecil pada usia 2 tahun mencakup keterampilan bahasa, kognitif, motorik, sosial, emosional, serta fisik. Berikut penjelasan lengkapnya.

Perkembangan Bahasa dan Bicara

Kemampuan bahasa Si Kecil sudah bertambah di usia ini dan dia juga mampu mengenali dan menunjuk benda yang GroMoms sebutkan. Tak hanya itu saja, dia juga sudah bisa mengenali nama anggota keluarganya. Berikut beberapa keterampilan bahasa yang dikuasai pada tahapan ini meliputi:

  • Menunjuk benda atau gambar ketika disebutkan.
  • Mengenali nama orang tua, saudara, bagian tubuh, dan objek.
  • Mampu mengucapkan kalimat dengan dua hingga empat kata.
  • Mampu mengikuti instruksi sederhana.
  • Mengulangi kata-kata yang ia dengar dalam percakapan.
  • Menguasai setidaknya 50 kata.

Perkembangan Kognitif

Dalam aspek kognitif atau yang meliputi kemampuan belajar, logika, dan berpikir Si Kecil sudah mampu mengikuti lagu atau irama dan paham akan urutan saat melakukan permainan. Terkait kognitif, berikut beberapa kemampuan Si kecil:

  • Menemukan benda yang disembunyikan.
  • Mulai mengurutkan bentuk dan warna.
  • Melengkapi kalimat dan irama dalam lagu.
  • Bermain peran dan permainan imajinatif lainnya.
  • Mengikuti instruksi dua langkah, seperti “minum susu, kemudian berikan gelasnya”.

Perkembangan Motorik Halus dan Kasar

Dalam melakukan beberapa gerakan, Si Kecil tampak mulai mahir dalam melatih keterampilan motorik kasar yang dimilikinya, di antaranya:

  • Berjinjit dengan bertumpu di ujung jari kaki.
  • Menendang bola.
  • Berlari.
  • Mendaki naik-turun dari kursi tanpa bantuan.
  • Berjalan naik-turun tangga sambil berpegangan.
  • Melempar bola dengan tangan di atas kepala.
  • Membawa mainan besar atau beberapa mainan saat berjalan.

Selain itu, keterampilan motorik halusnya juga makin berkembang. Dalam beberapa hal, Si Kecil tampak sudah mampu melakukan beberapa aktivitas berikut:

  • Menggaris bebas.
  • Memutar wadah dan menuangkan isinya.
  • Membangun menara dari mainan bricks setinggi minimal empat blok bricks.

Berikut ini milestone gerakan yang dikuasainya berkaitan dengan motorik halus dan kasar:

  • Belajar menggunakan resleting dan kancing pada pakaian.
  • Bisa menarik celana naik-turun.
  • Mencoba menyisir rambut atau menggosok gigi sendiri.
  • Membawa atau menarik mainan di belakang saat berjalan.

Perkembangan Sosial Emosional

Terkait perkembangan ini, Si Kecil sudah mulai menunjukkan dia senang bermain dengan teman-temannya dan makin pintar dalam meniru kebiasan atau ucapan orang dewasa. Adapun keterampilan sosial emosional yang dimiliki anak, yaitu:

  • Meniru orang lain, terutama orang dewasa dan anak lebih besar.
  • Merasa senang saat berada di sekitar temannya.
  • Menunjukkan peningkatan tanda-tanda kemandirian.
  • Bermain sendiri di dalam ruangan yang sama dengan anak lain yang juga bermain sendiri.
  • Menunjukkan tanda-tanda ketidakpatuhan yang meningkat.
  • Lebih menyadari diri sebagai individu yang berbeda.

Pada tahap ini, Si Kecil berpikir bahwa dunia hanya tentang dirinya. Konsep seperti berbagi belum benar-benar ia pahami. Saat bermain, ia mungkin duduk di sebelah anak lain, tetapi mengabaikannya. Ini merupakan hal yang normal. 

Di sisi lain, ia juga suka meniru orang di sekitar dan mungkin berbicara pada boneka dengan cara yang sama seperti Moms berbicara kepadanya.

Perkembangan Fisik

Dalam perkembangan fisik, terdapat dua hal yang menjadi indikator penting, yaitu tinggi badan dan berat badan. Adapun pertumbuhan fisik pada tahapan ini meliputi:

  • Antara usia 2 tahun dan masa pubertas, sebagian besar anak mengalami penambahan berat badan sekitar 2 kilogram setiap tahunnya.
  • Pertumbuhan tinggi badan antara usia 2-3 tahun adalah sekitar 8 cm.
  • Pada usia 24 hingga 30 bulan, Si Kecil mencapai setengah dari tinggi badan dewasanya

Berikut tabel referensi berat dan tinggi badan anak usia 2 tahun:

UsiaBerat Badan (kg)Tinggi Badan (cm)
PerempuanLaki-LakiPerempuanLaki-Laki
2 tahun12,112,78586,5
2,5 tahun1313,690,391,3
Sumber: Babycenter

Untuk GroMoms yang ingin penjelasan lebih detail terkait tinggi badan anak di usia ini, serta apa saja faktor dan indikator pertumbuhan yang harus diketahui agar pertumbuhan optimal, yuk baca: Tinggi Badan Anak Usia 2 Tahun yang Ideal Menurut WHO.

Tanda Gangguan Perkembangan Anak Usia 2 Tahun

Adanya gangguan pada perkembangan Si Kecil di usia ini dapat diamati dari beberapa hal. Misalnya jika Si Kecil belum mampu melakukan hal-hal di bawah ini, GroMoms patut mewaspadainya, yaitu:

  • Belum mampu berjalan dengan benar, bukan hanya dengan jari kaki atau berjalan dengan tidak stabil.
  • Belum mengucapkan kalimat dua kata.
  • Belum mampu meniru tindakan atau kata-kata.
  • Belum memahami instruksi sederhana.
  • Tidak mengingat keterampilan yang sebelumnya mereka miliki.

Jika melihat tanda-tanda di atas, segera konsultasikan ke dokter untuk dilakukan diagnosis dan diberikan perawatan yang tepat.

Stimulasi Perkembangan Anak Usia 2 Tahun

Untuk mengoptimalkan perkembangannya di semua aspek, dibutuhkan stimulasi yang tepat. Berikut tips dan aktivitas untuk menstimulasi perkembangannya yang dapat GroMoms terapkan di rumah.

  • Bantu Si Kecil ketika ia sedang mengurutkan bentuk dan warna.
  • Bantu anak belajar bagaimana kata-kata terdengar, meskipun ia mungkin belum bisa mengucapkannya dengan jelas. Misalnya, jika ia mengatakan, “mimik,” katakan, “Mau minum?”
  • Anak pada usia ini bermain di sebelah temannya, tetapi belum tahu cara berbagi dan menyelesaikan masalah. Tunjukkan bagaimana mengatasi konflik dengan membantu berbagi dan bergantian.
  • Biarkan membantu menyiapkan makanan, misalnya dengan membiarkannya membawa cangkir plastik atau serbet ke meja. Ucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikannya.

Kebutuhan Nutrisi Anak 2 Tahun

Untuk mendukung perkembangan di usianya, Si Kecil perlu dikenalkan dengan pola makan sehat seimbang yang mencakup, sayuran, buah-buahan, makanan berprotein, dan susu.

Selain itu, penting juga untuk memenuhi kebutuhan nutrisi per harinya. Berikut beberapa hal yang perlu GroMoms perhatikan terkait kebutuhan asupan Si kecil.

  • Pola makan 3 kali sehari dengan tambahan satu hingga dua kali camilan sehat.
  • Kebutuhan asupan kalori sekitar 1.000-1.400 kalori per harinya.
  • Mengonsumsi susu berkalsium dan rendah lemak sebanyak 480 ml per harinya.
  • Kebutuhan kalsium sekitar 700 mg dan 600 IU untuk vitamin D per harinya.
  • Kebutuhan asupan zat besi perlu dipenuhi dengan mengonsumsi makanan, seperti daging, seafood, kacang-kacangan, dan bayam.

Dalam menyajikan camilan atau minuman pada Si Kecil, pastikan untuk tidak memilih jenis produk yang mengandung tinggi gula. Termasuk dalam memilih susu pertumbuhan, tentu Moms perlu mengupayakan agar susu yang diminumnya juga tidak terlalu banyak mengandung gula ya, Moms. Mari cek susu yang rendah gula di sini: Susu Rendah Gula untuk Jaga Kesehatan Si Kecil 

Jika GroMoms bisa menyajikan camilan homemade tentu akan lebih bagus karena bahan-bahan yang dipilih lebih terjamin sehatnya. Pastikan juga porsi makan Si Kecil pas agar dia merasa lebih nyaman dan senang ketika bersantap.

Usia 2 tahun adalah masa penting dalam hidup anak, ketika ia mengalami lonjakan pesat dalam pertumbuhan dan belajar. 

Sekarang Moms sudah mengetahui bahwa kegagalan dalam mencapai perkembangan yang diharapkan bisa menjadi pertanda adanya keterlambatan. Tahukah Moms, ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebabnya, loh. Cari tahu faktornya di sini, yuk: Faktor Penghambat Perkembangan Anak, GroMoms Wajib Tahu

REFERENSI

  • Baby Center. Average weight and growth chart for babies, toddlers, and kids. Diakses tanggal 16 September 2023. https://www.babycenter.com/baby/baby-development/average-weight-and-growth-chart-for-babies-toddlers-and-beyo_10357633
  • CDC. 2 years. Diakses tanggal 16 September 2023. https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/milestones-2yr.html
  • Very Well Family. 2-Year-Old Child Development Milestones. Diakses tanggal 16 September 2023. https://www.verywellfamily.com/2-year-old-developmental-milestones-2631964#toc-2-year-old-language-and-cognitive-milestones
  • WebMD. Your Child at 2: Milestones. Diakses tanggal 16 September 2023. https://www.webmd.com/parenting/child-at-2-milestones#1
Morigro mendukung program ASI Eksklusif