Waktu Tidur yang Baik untuk Si Kecil Usia 1-12 Tahun

Ditulis oleh: Morigro
Waktu Tidur yang Baik untuk Si Kecil

Tercukupinya kebutuhan tidur pada Si Kecil dapat membantu mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Sebaliknya, kurang tidur bisa mempengaruhi kesehatannya dalam jangka panjang, mulai dari masalah perilaku hingga gangguan belajar. Karena itulah, GroMoms perlu memahami waktu tidur yang ideal karena masing-masing anak memiliki kebutuhan yang berbeda tergantung pada usianya.

Setelah mengetahui jumlah kebutuhan tidur Si Kecil, hal yang tak kalah penting adalah bagaimana langkah penerapan agar jam tidurnya terpenuhi. Untuk membantu GroMoms memastikan tidur Si Kecil cukup, artikel ini akan memberikan panduan yang mudah diimplementasikan. Yuk baca artikelnya hingga selesai.

Waktu Tidur yang Baik untuk Anak Berdasarkan Usia

Tidur berperan penting terhadap kesehatan pertumbuhan dan perkembangan anak. Dilansir dari penelitian American Academy of Sleep Medicine, berikut adalah kebutuhan tidur anak berdasarkan kelompok usianya:

  • 0-4 bulan: 14-18 jam sehari,  termasuk tidur siang.
  • 4-12 bulan: 12-16 jam sehari, termasuk tidur siang.
  • 1-2 tahun: 11-14 jam sehari, termasuk tidur siang.
  • 3-5 tahun: 10-13 jam sehari, termasuk tidur siang.
  • 6-12 tahun: 9 sampai 12 jam per hari. 

Dalam sumber penelitian di atas tidak disebutkan secara spesifik durasi waktu untuk bayi baru lahir, karena durasi yang sangat bervariasi dan dipengaruhi banyak faktor. Namun, pada umumnya bayi usia kurang dari 4 bulan tidur selama 16 hingga 18 jam sehari, termasuk tidur siang.

Tidur siang merupakan aktivitas rutin yang akan dijalani Si Kecil, terlebih ketika usianya dibawah 6 tahun. Saat tidur, tubuh menghasilkan hormon-hormon pertumbuhan sehingga memiliki dampak positif bagi tumbuh kembang. Lantas, apakah tidur siang ini juga memiliki kaitannya dengan berat badan Si Kecil? Untuk menemukan jawabannya, yuk baca artikel berikut ini: Apakah Tidur Siang Bisa Menambah Berat Badan Si Kecil?

Pentingnya Waktu Tidur yang Ideal pada Anak

Memiliki pola tidur yang kurang baik ternyata memiliki dampak negatif pada perkembangan Si Kecil. Terdapat sebuah data yang menunjukkan bahwa Si Kecil yang memiliki waktu tidur tidak teratur lebih berpotensi mengalami gangguan perilaku, seperti hiperaktif, perilaku yang tak terkendali, dan gangguan emosional.

Sebaliknya, dengan memiliki pola atau waktu tidur yang teratur dapat memberikan banyak manfaat untuk pertumbuhan dan kesehatan Si Kecil. Ketika Si Kecil tidur tubuh melepaskan hormon pertumbuhan, sehingga dengan tercukupinya kebutuhan tidurnya tentu pertumbuhan akan optimal. Selain itu, tidur juga dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh Si Kecil dan juga menjadi faktor kunci dalam mendukung perkembangan fisik dan kognitifnya.

Jadi agar tumbuh kembang Si Kecil bisa optimal, GroMoms perlu memperhatikan lagi waktu tidurnya dan pastikan kebutuhan jamnya terpenuhi. Satu hal lagi yang tak kalah penting, terapkan kebiasaan baik agar Si Kecil memiliki pola tidur yang teratur.

Terjaganya kebiasan tidur yang teratur juga bermanfaat untuk menambah berat badan Si Kecil secara sehat, lho Moms. Ingin tahu ulasan selengkapnya? Baca artikel ini yuk: Kenali Penyebab Berat Badan Anak Susah Naik dan Cara Mengatasinya

Dampak Jika Anak Kekurangan Tidur

Kurangnya tidur dari jumlah yang disarankan, dapat berdampak pada kesehatan anak seperti:

  • Masalah perilaku
  • Gangguan belajar
  • Sulit berkonsentrasi
  • Meningkatkan risiko obesitas, depresi, dan stres.

Jika GroMoms khawatir Si Kecil memiliki kebiasaan kurang tidur, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Dikhawatirkan ia memiliki masalah gangguan tidur.

Kenapa Si Kecil Tidak Boleh Tidur di Sore Hari?

Tercukupinya kebutuhan tidur pada Si Kecil, termasuk tidur siang, memiliki peran penting bagi kesehatan dan pertumbuhannya. Jam tidur siang yang disarankan adalah sebelum jam 3 sore. Bahkan ada rekomendasi yang menyebutkan, tidur siang sebaiknya dilakukan di 8 jam sebelum tidur malam.

Tidur sore atau di atas jam 3 sore memiliki dampak negatif bagi Si Kecil, seperti:

  • Kesulitan tidur di malam hari.
  • Mengganggu pola jam tidur.
  • Menurunkan kemampuan kognitif, seperti daya ingat dan konsentrasi.

Oleh karena itu, kebiasan tidur sore pada Si Kecil ini sebaiknya dihindari. Cara yang bisa GroMoms terapkan agar hal ini tidak terjadi adalah membuat jadwal tidur siang yang konsisten, misalnya tidur di jam 1-2 siang.

Tips Agar Anak Mendapatkan Durasi Tidur yang Cukup

Setelah mengetahui waktu tidur yang baik untuk anak, GroMoms bisa mempraktikkan beberapa kiat berikut ini agar mereka bisa tidur dengan lelap.

Buat Jadwal yang Konsisten

Membuat jadwal tidur yang konsisten penting untuk mengatur ritme istirahat Si Kecil. Jadwal rutin akan memungkinkannya memiliki cukup waktu untuk istirahat serta memulihkan tubuhnya setiap malam. Selain itu, ia juga akan terbantu dalam menjaga kualitas tidurnya, merasa lebih segar dan terjaga di pagi hari, serta memperbaiki konsentrasi dan mood selama aktivitas sehari-hari.

Ketika Si Kecil memiliki rutinitas teratur, tubuhnya juga akan memproduksi hormon-hormon penting untuk tumbuh dan berkembang dengan sehat.

Membuat Lingkungan Tidur Nyaman

Ada beberapa faktor penentu kenyamanan lingkungan ini. Antara lain suhu kamar yang tepat, pencahayaan redup, dan suasananya tidak bising. Selain itu, ranjangnya untuk beristirahat pun juga perlu nyaman.

Suasana rileks dapat membantunya merasa lebih nyaman dan mudah mengantuk. Memastikan kenyamanan lingkungan juga membantu mengurangi berbagai gangguan, seperti terbangun di tengah malam, atau sulit memulai tidur itu sendiri.

Jangan Memberikan Makanan Tepat Sebelum Tidur

Ketika ia makan terlalu banyak, atau makan makanan berat sebelum memejamkan mata, pencernaannya harus bekerja lebih keras. Dampaknya, istirahatnya pun akan terganggu.

Makanan berat atau berlemak juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Misalnya, perutnya menjadi kembung, atau asam lambungnya cenderung meningkat. Akibatnya, Si Kecil merasa tidak nyaman. Ketahui bahayanya bila anak langsung tidur setelah makan: Bahaya Anak Langsung Tidur Setelah Makan.

Sebaiknya, berikan waktu yang cukup antara makanan terakhir Si Kecil dan waktu tidurnya. Jika ia ingin makan sebelum tidur, pastikan bahwa makanan tersebut ringan, agar tubuhnya punya waktu untuk mencerna makanan tersebut. Selain itu, makanan ini juga harus berupa makanan penuh gizi ya.

Berjemur di Bawah Sinar Matahari Pagi

GroMoms, paparan sinar matahari pagi membantu merangsang produksi vitamin D dalam tubuh Si Kecil. Vitamin ini krusial bagi kesehatan tulang dan sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, sinar matahari pagi juga membantu mengatur ritme sirkadian yang mengatur pola tidur dan bangunnya. Ketika ia terpapar sinar matahari pagi, tubuhnya cenderung merasa lebih segar dan terjaga di pagi hari, dan ini dapat membantu meningkatkan kualitas tidurnya pada malam hari.

GroMoms perlu memastikan Si Kecil mendapatkan waktu yang cukup untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi dengan aman. Misalnya, GroMoms dapat mengajaknya bermain-main di bawah sinar matahari di halaman belakang rumah atau di taman. Tentu saja, GroMoms juga butuh memperhatikan keamanan dari paparan sinar matahari berlebihan.

Ingat, penting juga untuk memperhatikan pola makan Si Kecil. Dengan memberikan nutrisi yang tepat, GroMoms tidak hanya memperbaiki kualitas tidurnya loh. Tetapi GroMOms juga memberikan dukungan terbaik bagi pertumbuhan, daya tahan tubuh, dan kecerdasannya. Baca penjelasannya lebih lanjut di sini yuk: Panduan Mengatur Pola Makan Sehat untuk Anak

Referensi:

  • American Academy of Sleep Medicine. Child Sleep Duration Health Advisory. Diakses pada tanggal 1 Juli 2023. https://aasm.org/advocacy/position-statements/child-sleep-duration-health-advisory/
  • Cleveland Clinic. How Much Sleep Your Kids Need: Recommendations by Age. Diakses pada tanggal 1 Juli 2023. https://health.clevelandclinic.org/recommended-amount-of-sleep-for-children/
Morigro mendukung program ASI Eksklusif