Si Kecil Lemas dan Tidak Mau Makan, Moms Harus Apa?

Morigro Februari 21, 2024
anak tidak mau makan

Pada masa pertumbuhan dan perkembangan, ada saat-saat Si Kecil kehilangan nafsu makan. Akibatnya, ia akan merasa lesu, sebab kebutuhan nutrisinya tidak tercukupi. Jika ia terus-menerus dibiarkan tidak memiliki nafsu makan, tentu akan mengganggu tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, baca artikel ini untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasinya, yuk. 

Penyebab Si Kecil Lemas dan Tidak Nafsu Makan

Meskipun sewaktu-waktu anak sering kehilangan nafsu makan, namun jangan sepelekan masalah ini, ya. Dengan mengetahui penyebabnya, maka GroMoms bisa membantu meningkatkan nafsu makannya. 

Berikut beberapa penyebab Si Kecil menjadi lemas dan tidak memiliki nafsu makan:

Sembelit

Sembelit merupakan salah satu gangguan pencernaan yang sangat sering dialami anak-anak, yang disebabkan gangguan pada pergerakan otot-otot usus mereka. Dengan pergerakan yang terganggu, maka sisa makanan dan juga gas yang menumpuk, sehingga membuat perut mereka menjadi tidak nyaman, bahkan nyeri.

Perut yang terasa penuh dan kembung dapat membuat Si Kecil kehilangan selera makannya. Sedangkan makanan yang terhambat di usus akan mengganggu usus mereka untuk menyerap nutrisi, sehingga mereka menjadi merasa lemas.   

Diare

Saat Si Kecil mengalami diare, maka ia akan kehilangan cairan, sehingga badannya menjadi lemas. Selain itu, tubuhnya akan mengalami gangguan keseimbangan pada mineral-mineral elektrolit tertentu (misalnya natrium, kalium, dan klorida), sehingga otot ususnya yang mestinya diatur oleh mineral-mineral tersebut akan terganggu.

Pada saat diare, usus Si Kecil juga mengalami peradangan yang akan mengganggu usus untuk menyerap nutrisi dari makanan yang dikonsumsinya.

Intoleransi Makanan

Intoleransi makanan merupakan kondisi tubuh yang tidak dapat mencerna suatu nutrisi dari makanan dengan baik. Beberapa jenis intoleransi makanan yang umum terjadi pada Si Kecil berupa intoleransi laktosa dan gluten. 

Apabila Si Kecil mengonsumsi makanan yang tidak bisa dicerna, zat-zat dalam makanan tersebut akan menyebabkan peradangan pada usus. Peradangan ini menyebabkan kembung, diare, atau sembelit, sehingga keinginan untuk makan pun menjadi berkurang.

Bahayakah Jika Anak Tidak Mau Makan Sama Sekali?

Jika Si Kecil sering menolak makan karena sistem pencernaannya terganggu, mungkin saja ia merasa perutnya tidak nyaman akibat konsumsi makanan tertentu. Akibatnya, ia menjadi kekurangan energi dan nutrisi, sehingga ia merasa lemas dan sulit untuk bermain. 

Agar mengetahui penyebabnya, GroMoms perlu memperhatikan apa yang dikonsumsi Si Kecil. Jauhkan makanan yang dapat memicu gangguan pencernaan. Pilihkan menu makanan yang masih disukainya dan tetap mengandung nutrisi, agar ia mau berselera lagi.

Namun, apabila ia sangat sering menolak makanan, maka asupan nutrisi yang tidak tercukupi akan memengaruhi tumbuh kembangnya. Ia akan lebih mudah mengalami infeksi, sebab kurangnya nutrisi dapat melemahkan kekebalan tubuhnya. Di samping itu, perkembangan kecerdasannya juga ikut terganggu. Misalnya saja, ia cenderung lebih lamban dalam berpikir, atau kesulitan memahami banyak hal, karena kekurangan nutrisi membuat daya tangkapnya juga menjadi rendah.

Selain itu, jika ia terlalu banyak kekurangan nutrisi, hormon-hormon dan mineral elektrolit dalam tubuhnya menjadi tidak seimbang. Akibatnya, berbagai fungsi tubuhnya akan terganggu, sehingga dapat menyebabkan penyakit yang berakibat fatal. 

Cara Mengatasi Si Kecil yang Tidak Nafsu Makan

Setelah tahu bahaya dari kehilangan nafsu makan, GroMoms perlu mulai membuat strategi untuk meningkatkannya. Inilah beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah agar ia mau menyantap makanan.

Berikan Makanan dalam Porsi Kecil, Tapi Nampak Menarik

Saat Si Kecil merasa tidak mau makan, sebaiknya hindari memberinya makanan dengan porsi besar. Banyaknya makanan yang dilihatnya di piring bisa memberikan tekanan untuk menghabiskannya, sehingga ini malah membuatnya menolak untuk makan. 

Sebaliknya, GroMoms dapat memberinya porsi kecil pada piringnya, sehingga memudahkannya untuk makan. Moms dapat menata makanan dalam bentuk yang menarik hati anak-anak, agar mereka menjadi antusias untuk menyantapnya.

 Namun, Moms juga perlu memperhatikan, bahwa walaupun porsi yang diberikan ini lebih sedikit, GroMoms perlu memastikan semua nutrisi yang dibutuhkan sudah ada di dalamnya ya, GroMoms. 

Buat Jadwal Makan yang Teratur

Jadwal makan yang teratur membantu Si Kecil dapat memperkirakan kapan ia akan makan. Anak-anak cenderung lebih mudah untuk merespons makanan ketika mereka tahu kapan waktu makan tiba. Rutinitas ini juga membantu tubuhnya untuk memberi sinyal lapar di waktu yang sama.

GroMoms dapat memberinya tiga menu utama dan dua camilan pada waktu siang dan sore hari, agar ia cukup kenyang sepanjang hari. GroMoms perlu mengatur juga agar saat jadwal makan tiba, ia tidak sedang menggunakan gawai atau sedang menonton televisi. Hindari juga makan sambil bermain, ya. 

Kreasikan Makanan Agar Lebih Menarik

Saat Si Kecil menolak makan karena bosan dengan menunya, GroMoms bisa berkreasi dengan resep baru yang belum pernah dicobanya. Lalu kreasikan bentuk-bentuk lucu di piringnya agar tampilannya lebih menarik.

Pancing dengan Aroma Makanan

Aroma makanan dapat merangsang selera makan Si Kecil, GroMoms bisa mengajaknya untuk membantu di dapur saat memasak. Biarkan ia terpapar dengan aroma bahan masakan, seperti bawang putih, bawang bombay, atau rempah lainnya.

Berikan Susu Penambah Nafsu Makan

Selain beberapa cara tadi, GroMoms juga dapat menyajikan susu khusus yang dirancang untuk meningkatkan nafsu makan Si Kecil. Umumnya susu seperti ini mengandung minyak ikan dan nutrisi lainnya yang dapat menimbulkan nafsu untuk makan. Selain mudah disajikan, rasa susunya pun lezat, sehingga Si Kecil menyukainya. 

Nah, untuk mengetahui lebih dalam terkait susu yang dapat meningkatkan nafsu makan Si Kecil, baca artikel berikut, yuk: Susu Anak untuk Menambah Nafsu Makannya

Referensi:

  1. Kennedy Krieger Institute. Constipation: The Picky Eater’s Plight. Diakses 2 Februari 2024. https://www.kennedykrieger.org/stories/home-plate-pediatric-feeding-disorders-program-blog/constipation-picky-eaters-plight
  2. UCONN Library. The Effect of Diarrhea on Appetite in Children Ages One to Five. Diakses 2 Februari 2024. https://digitalcommons.lib.uconn.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1137&context=uchcgs_masters
  3. Casa de Sante. Can Food Intolerance Cause Loss of Appetite. Diakses 2 Februari 2024. https://casadesante.com/blogs/gut-health/can-food-intolerance-cause-loss-of-appetite   
Morigro mendukung program ASI Eksklusif