Penyebab Anak Susah BAB dan Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Morigro
Cara mengatasi anak susah BAB

Si Kecil yang mengalami kesulitan buang air besar atau BAB, sering disebabkan oleh asupan serat yang tidak cukup dan kekurangannya cairan. Oleh karena itu, agar pencernaannya lancar GroMoms perlu memperhatikan kembali pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsinya agar kondisi ini tidak sering terulang.

Agar GroMoms makin sigap dalam memberikan pertolongan pertama ketika melihat kondisi ini, artikel berikut akan mengulas penanganan yang perlu diberikan di rumah. Jadi, baca hingga selesai yuk.

Penyebab Anak Susah BAB

Ketika Si Kecil mengalami kesulitan BAB, ada beberapa faktor yang sering menjadi penyebab masalah ini. Faktor yang paling sering adalah penerapan pola makan yang kurang tepat, misalnya kurangnya serat dalam makanan Si Kecil sehingga menyebabkan feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan.

Kekurangan asupan cairan juga dapat menjadi penyebab Si Kecil sembelit. Si Kecil yang tidak cukup mengonsumsi cairan juga dapat membuat feses menjadi lebih kering dan keras. Inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya sembelit.

Selain itu, Si Kecil yang aktivitas fisiknya kurang juga bisa mempengaruhi frekuensi BAB-nya. Seperti yang Moms ketahui, aktivitas fisik dapat membantu merangsang pergerakan usus sehingga dapat memicu agar ia lebih mudah BAB.

Penyebab susah BAB lainnya yang juga umum dialami oleh Si Kecil adalah faktor psikologis seperti sedang dalam masa toilet training, kecemasan, dan ketakutan ketika pergi ke tempat baru yang membuatnya tidak nyaman sehingga dampaknya memicu konstipasi.

Untuk anak-anak yang memiliki alergi seperti alergi susu sapi dan alergi makanan karena mengonsumsi seafood, telur, dan kacang-kacangan juga rentan mengalami sembelit. Oleh karena itu, ketika memberi makanan pada Si Kecil periksa kandungan yang ada didalamnya agar tidak memberi dampak buruk pada kesehatan pencernaannya.

Dampak Jika Sembelit Dibiarkan

Kesulitan BAB yang tidak ditangani dapat berdampak negatif pada kesehatan Si Kecil. Dari sisi psikologis, ketakutan atau trauma terkait kesulitan BAB dapat membentuk kebiasaan buruk yang jika tidak segera diatasi dapat memperparah kondisi yang dialami Si Kecil.

Konstipasi berkepanjangan juga dapat mengganggu keseimbangan elektrolit tubuh dan menyebabkan masalah pencernaan. Gangguan ini bisa mengganggu kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil.

Selain itu, dampak buruk sembelit yang dapat mengganggu kesehatannya dalam jangka waktu yang panjang adalah menurunnya nafsu makan Si Kecil. Hal ini perlu ditangani dengan baik ya Moms agar potensi dampak tersebut tidak mengganggu kesehatannya.

Diagnosis Susah BAB pada Anak

Jika GroMoms khawatir dengan kondisi konstipasi pada Si Kecil yang tidak kunjung membaik, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan pemberian perawatan yang tepat.

Dalam mengenali gejala yang dialami oleh Si Kecil, dokter akan melakukan diagnosis untuk mengetahui apa saja kemungkinan yang menjadi pemicu kondisi tersebut. Proses diagnosis sembelit pada Si Kecil umumnya diawali dengan tanya jawab terkait gejala yang sering ditunjukkan, pola makan, dan riwayat kesehatannya.

Setelah itu, untuk memastikan diagnosis awal tersebut, dokter akan melakukan beberapa tahapan lanjutan seperti melakukan tes darah, foto rontgen, koloskopi, dan beberapa pengujian lainnya. Dari proses ini, barulah disimpulkan apa penyebab utama yang memicu masalah konstipasi pada Si Kecil.

Cara Mengatasi Susah BAB pada Anak

Ada beberapa cara penanganan yang bisa GroMoms lakukan untuk membantu Si Kecil yang mengalami susah BAB. Pertama, Moms perlu memastikan pola makan yang sehat dengan menyajikan pilihan makanan yang kaya akan serat, seperti menu makanan yang mengandung buah, sayur-sayuran, dan biji-bijian.

Selain itu, bantu Si Kecil untuk menjaga asupan cairan hariannya terpenuhi. Mengonsumsi air yang cukup dapat membantu melunakkan feses sehingga mudah dikeluarkan. Penting juga untuk mendorong Si Kecil agar tetap aktif melakukan kegiatan fisik atau olahraga. Karena itu, seringlah mengajaknya bermain di luar rumah, berjalan kaki, berlari untuk memberi stimulasi pada pencernaannya agar lebih sehat.

Jika langkah di atas masih belum bisa mengatasi sembelit pada Si Kecil, berkonsultasilah ke dokter. Biasanya dokter akan memberikan obat yang dapat memperlancar proses BAB. Pastikan dalam penggunaan obat tersebut mengikuti anjuran agar pemakaiannya lebih aman untuk Si Kecil.

Agar proses BAB Si Kecil lancar, cara mudah yang bisa GroMoms terapkan adalah mulai mengenalkan gizi seimbang pada Si Kecil. Dengan menerapkan ini, maka makanan yang dikonsumsi akan lebih bernutrisi dan pola hidup sehat juga akan terbentuk. Sehingga tak hanya pencernaan yang sehat, tumbuh kembangnya juga ikut optimal. Untuk memahami penerapan gizi seimbang yang benar, yuk kenali panduannya di artikel ini: Panduan Gizi Seimbang untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak.

Referensi:

  • Mayo Clinic. Constipation in children. Diakses pada tanggal 1 Juli 2023. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/constipation-in-children/symptoms-causes/syc-20354242
  • Hopkins Medicine. Constipation in children. Diakses pada tanggal 1 Juli 2023. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/constipation-in-children
Morigro mendukung program ASI Eksklusif