7 Hal yang Membuat Berat Badan Anak Susah Bertambah

dr. Theresia Sugiarto
Ditulis oleh: Morigro
Ditinjau oleh:
penyebab berat badan anak susah bertambah

Anak susah naik berat badan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari asupan kalori yang tidak mencukupi, kesulitan makan, gangguan penyerapan nutrisi, hingga kondisi medis tertentu. Picky eating dan pola makan tidak teratur juga dapat berperan. Karena penyebabnya bisa saling berkaitan, orang tua perlu melihat pola makan, pertumbuhan, serta kondisi anak secara menyeluruh, bukan hanya angka pada timbangan.

Apa Saja Penyebab Anak Susah Naik Berat Badan?

Menurut American Academy of Family Physicians (AAFP), asupan kalori yang tidak mencukupi merupakan penyebab paling umum berat badan anak sulit bertambah. Namun, faktor medis, nafsu makan menurun, maupun lingkungan juga dapat berkontribusi.

1. Asupan Kalori Harian Kurang dari Kebutuhan

Anak membutuhkan energi yang cukup untuk aktivitas sekaligus pertumbuhan. Jika jumlah makanan yang dikonsumsi lebih sedikit daripada kebutuhannya, berat badan dapat sulit bertambah.

Orang tua dapat mengecek apakah anak sering melewatkan waktu makan, hanya makan beberapa suap, terlalu banyak mengonsumsi minuman sebelum makan, atau lebih sering memilih makanan dengan kandungan energi rendah.

Studi pada anak yang dirawat karena growth faltering juga menemukan bahwa asupan yang tidak mencukupi merupakan penyebab yang paling sering ditemukan.

2. Kesulitan Menyusu atau Makan (Masalah Oral-Motor, GERD)

Kesulitan makan tidak selalu berarti anak tidak mau makan. Pada bayi dan balita, masalah seperti pelekatan menyusu yang kurang efektif, gangguan oral-motor, atau refluks gastroesofagus (GERD) dapat membuat proses makan menjadi sulit.

Tanda yang dapat diperhatikan antara lain anak sering tersedak atau batuk saat makan, membutuhkan waktu sangat lama untuk menghabiskan makanan, sering muntah, atau tampak kesulitan mengunyah dan menelan.

Baca Juga: Tabel Tinggi dan Berat Badan Anak Usia 6-12 Tahun

3. Gangguan Penyerapan Nutrisi

Anak mungkin sudah makan dalam jumlah cukup, tetapi berat badan tetap sulit bertambah jika tubuh tidak menyerap nutrisi secara optimal.

Beberapa kondisi saluran cerna dapat menyebabkan masalah penyerapan. Keluhan seperti diare berulang, perubahan pola buang air besar yang menetap, perut kembung, atau tinja yang tidak biasa perlu diperhatikan dan dikonsultasikan kepada dokter bila berlangsung terus-menerus.

4. Kebutuhan Energi Meningkat karena Kondisi Kronis

Kondisi medis tertentu dapat membuat kebutuhan energi anak meningkat atau mengganggu proses pertumbuhan. AAFP mencantumkan beberapa kemungkinan penyebab organik, termasuk infeksi kronis, penyakit jantung bawaan, hipertiroidisme, serta gangguan saluran cerna.

Jika berat badan sulit bertambah disertai gejala lain seperti mudah lelah, sesak, demam berulang, atau keluhan kesehatan yang menetap, evaluasi medis diperlukan.

5. Anemia Defisiensi Besi

Kekurangan zat besi juga perlu diperhatikan. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anemia kekurangan zat besi pada anak dapat berkaitan dengan penurunan nafsu makan, mudah lelah, lesu, dan gangguan konsentrasi.

Anemia bukan satu-satunya penyebab berat badan sulit naik. Namun, jika anak memiliki pola makan yang kurang beragam atau asupan sumber zat besinya rendah, orang tua dapat mendiskusikannya dengan dokter.

Baca Juga: Panduan Pola Makan Sehat untuk Si Kecil

6. Pola Makan Tidak Teratur atau Picky Eating

Picky eating merupakan kondisi ketika anak sangat selektif terhadap makanan, misalnya hanya mau jenis, tekstur, atau rasa tertentu. Jika pilihan makanan terlalu terbatas, asupan energi dan zat gizi dapat menjadi kurang.

Pola makan yang tidak teratur juga dapat membuat anak sulit memenuhi kebutuhan hariannya. Orang tua dapat membantu dengan menetapkan jadwal makan dan camilan yang konsisten serta memberikan pilihan makanan bergizi tanpa memaksa anak menghabiskan makanan.

7. Faktor Lingkungan dan Psikososial

Lingkungan saat makan turut memengaruhi pola makan anak. Konflik saat makan, tekanan untuk menghabiskan makanan, perubahan rutinitas, atau kondisi psikososial tertentu dapat membuat anak semakin sulit makan.

Karena penyebab berat badan sulit naik dapat bersifat multifaktor, dokter biasanya akan menilai riwayat makan, pola pertumbuhan, kondisi kesehatan, dan lingkungan anak secara keseluruhan.

Tanda Penyebabnya Butuh Penanganan Medis

Anak sebaiknya diperiksakan ke dokter jika berat badan tidak bertambah atau justru menurun, terutama jika kondisi tersebut terjadi berulang pada pengukuran pertumbuhan.

Perhatikan pula tanda seperti muntah atau diare yang menetap, kesulitan menelan, sering tersedak ketika makan, kelelahan yang tidak biasa, infeksi berulang, atau keterlambatan perkembangan.

Status berat badan sebaiknya tidak dinilai hanya berdasarkan satu kali penimbangan. Dokter dapat melihat kurva pertumbuhan dan perubahan berat badan dari waktu ke waktu untuk menentukan apakah anak mengalami growth faltering. Pemeriksaan laboratorium juga umumnya disesuaikan dengan gejala dan hasil pemeriksaan, bukan dilakukan secara rutin pada semua anak.

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi underweight pada balita di Indonesia sebesar 15,9%, sehingga pemantauan pertumbuhan tetap menjadi bagian penting dari kesehatan anak.

Jika ingin memahami penyebab dan pilihan penanganannya lebih lengkap, orang tua dapat melanjutkan ke artikel Penambah Berat Badan Anak: Memahami Penyebab Berat Badan Sulit Naik dan Solusinya.

FAQ

Apakah picky eating bisa menyebabkan berat badan anak sulit naik?

Bisa, terutama jika pilihan makanan yang dikonsumsi sangat terbatas sehingga kebutuhan energi dan zat gizi tidak terpenuhi.

Apakah anemia dapat membuat anak sulit naik berat badan?

Anemia defisiensi besi dapat disertai penurunan nafsu makan dan lesu, tetapi penyebab berat badan sulit naik perlu dicari secara menyeluruh.

Apakah penyebabnya bisa lebih dari satu?

Bisa. Misalnya, anak picky eater memiliki asupan rendah sekaligus mengalami masalah makan atau kondisi medis tertentu.

Apakah stres bisa memengaruhi berat badan anak?

Faktor psikososial dapat memengaruhi perilaku makan dan kecukupan asupan. Karena itu, kondisi lingkungan saat makan juga perlu diperhatikan.

Pemeriksaan apa yang diperlukan?

Pemeriksaan bergantung pada kondisi anak. Dokter biasanya memulai dengan riwayat makan, pemeriksaan fisik, dan evaluasi kurva pertumbuhan. Pemeriksaan tambahan seperti tes darah dilakukan bila terdapat indikasi tertentu.

Jika kebutuhan nutrisi anak perlu didukung, Morigro dapat menjadi salah satu pelengkap asupan dalam pola makan seimbang, tetapi bukan pengganti evaluasi dan penanganan medis ketika terdapat masalah pertumbuhan.

Referensi

  1. American Academy of Pediatrics. (2023, October 20). AAP: Most toddlers don’t need toddler formula. HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/news/Pages/why-most-toddlers-dont-need-toddler-formula.aspx
  2. American Academy of Pediatrics. (2026, February 12). Food allergies and intolerances. https://www.aap.org/en/patient-care/newborn-infant-and-early-childhood-nutrition/food-allergies-and-intolerances-in-newborns-and-infants/
  3. American Academy of Pediatrics Institute for Healthy Childhood Weight. (n.d.). Healthy beverage quick reference guide. American Academy of Pediatrics. https://downloads.aap.org/AAP/PDF/HealthyBeverageQuickReferenceGuideDownload.pdf
  4. Centers for Disease Control and Prevention. (2026, April 16). Cow’s milk and milk alternatives. https://www.cdc.gov/infant-toddler-nutrition/foods-and-drinks/cows-milk-and-milk-alternatives.html
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk masyarakat Indonesia. https://jdih.kemkes.go.id/documents/peraturan-menteri-kesehatan-nomor-28-tahun-2019
Morigro mendukung program ASI Eksklusif