Tumbuh Kembang Anak, Cara Membaca Kurva dan Persentil Pertumbuhan Sesuai WHO

Ditulis oleh: Morigro
Tumbuh Kembang Anak, Cara Membaca Kurva dan Persentil Pertumbuhan Sesuai WHO

Pulang dari Posyandu membawa Buku KIA penuh titik dan garis, tetapi masih bingung cara membacanya? Yuk, kita bahas pelan-pelan, GroMoms. Cara memantau tumbuh kembang anak adalah mencatat berat badan, tinggi atau panjang badan, dan lingkar kepala pada kurva pertumbuhan sesuai usia dan jenis kelamin. Persentil menunjukkan posisi pengukuran Si Kecil dibandingkan anak seusianya, sedangkan z-score menunjukkan jaraknya dari median dalam satuan standar deviasi (SD). Yang terpenting bukan sekadar satu angka, melainkan arah garis pertumbuhan dari waktu ke waktu. Dengan membaca kurva secara berkala, GroMoms dan tenaga kesehatan dapat mengenali lebih awal bila pertumbuhan Si Kecil perlu dievaluasi.

Apa Itu Persentil dan Z-Score dalam Kurva Pertumbuhan?

Kurva pertumbuhan WHO membantu menilai apakah ukuran tubuh anak sesuai dengan pola pertumbuhan rujukan. Standar WHO untuk anak usia 0–5 tahun dikembangkan melalui Multicentre Growth Reference Study pada sekitar 8.500 anak dari Brasil, Ghana, India, Norwegia, Oman, dan Amerika Serikat.

Persentil

Persentil menunjukkan posisi hasil pengukuran Si Kecil dibandingkan populasi rujukan dengan usia dan jenis kelamin yang sama.

Misalnya, tinggi badan pada persentil ke-25 berarti sekitar 25% anak dalam populasi rujukan memiliki nilai lebih rendah atau sama, sedangkan sekitar 75% memiliki nilai lebih tinggi. Angka ini tidak otomatis menunjukkan anak kurang gizi.

Anak pada persentil ke-10 pun bisa tumbuh sehat bila garis pertumbuhannya relatif stabil. Sebaliknya, anak yang sebelumnya berada pada persentil ke-75 lalu turun ke persentil ke-25 perlu dievaluasi lebih lanjut.

Z-Score atau Standar Deviasi

Z-score menunjukkan seberapa jauh hasil pengukuran dari median standar pertumbuhan WHO. Nilai 0 SD berarti berada tepat pada median, nilai negatif berada di bawah median, dan nilai positif berada di atasnya.

Z-scorePerkiraan persentil
+3 SD99,9
+2 SD97,7
+1 SD84,1
0 SD50
-1 SD15,9
-2 SD2,3
-3 SD0,1

Angka persentil merupakan perkiraan konversi statistik. Kategori status gizi tetap harus dibaca berdasarkan indikator antropometri dan kelompok usia yang sesuai.

4 Indikator Kurva untuk Menilai Pertumbuhan Anak

Kurva pertumbuhan tidak hanya membandingkan tinggi dan berat badan. Ada empat indikator yang membantu tenaga kesehatan melihat aspek pertumbuhan berbeda.

  • Berat badan menurut umur (BB/U): melihat berat badan dibandingkan usia. Indikator ini membantu mengidentifikasi berat badan kurang, tetapi tidak dapat membedakan apakah anak bertubuh pendek atau terlalu kurus.
  • Panjang atau tinggi badan menurut umur (PB/U atau TB/U): menilai pertumbuhan panjang atau tinggi. Nilai rendah dapat menunjukkan kondisi pendek atau sangat pendek.
  • Berat badan menurut panjang atau tinggi badan (BB/PB atau BB/TB): membandingkan berat dengan panjang atau tinggi untuk mengidentifikasi masalah seperti gizi kurang maupun gizi lebih pada anak usia di bawah lima tahun.
  • Indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U): membandingkan IMT dengan usia dan jenis kelamin. Indikator ini digunakan untuk menilai kategori gizi, termasuk pada anak usia sekolah.

Kategori Status Gizi Anak Menurut Permenkes No. 2 Tahun 2020

IndikatorKategoriAmbang batas Z-score
PB/U atau TB/U, 0–60 bulanSangat pendekKurang dari -3 SD
PB/U atau TB/U, 0–60 bulanPendek-3 hingga kurang dari -2 SD
PB/U atau TB/U, 0–60 bulanNormal-2 hingga +3 SD
PB/U atau TB/U, 0–60 bulanTinggiLebih dari +3 SD
BB/U, 0–60 bulanBerat badan sangat kurangKurang dari -3 SD
BB/U, 0–60 bulanBerat badan kurang-3 hingga kurang dari -2 SD
BB/U, 0–60 bulanBerat badan normal-2 hingga +1 SD
BB/PB atau BB/TB, 0–60 bulanGizi burukKurang dari -3 SD
BB/PB atau BB/TB, 0–60 bulanGizi kurang-3 hingga kurang dari -2 SD
BB/PB atau BB/TB, 0–60 bulanGizi baik-2 hingga +1 SD
BB/PB atau BB/TB, 0–60 bulanBerisiko gizi lebihLebih dari +1 hingga +2 SD
BB/PB atau BB/TB, 0–60 bulanGizi lebihLebih dari +2 hingga +3 SD
BB/PB atau BB/TB, 0–60 bulanObesitasLebih dari +3 SD
IMT/U, 5–18 tahunGizi burukKurang dari -3 SD
IMT/U, 5–18 tahunGizi kurang-3 hingga kurang dari -2 SD
IMT/U, 5–18 tahunGizi baik-2 hingga +1 SD
IMT/U, 5–18 tahunGizi lebihLebih dari +1 hingga +2 SD
IMT/U, 5–18 tahunObesitasLebih dari +2 SD

Sumber: Permenkes RI No. 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Tabel ini merupakan ringkasan kategori, bukan alat untuk mendiagnosis sendiri.

Untuk memahami penilaian proporsi tubuh dengan lebih detail, GroMoms bisa membaca panduan tentang cara cek proporsi BB dan TB anak.

Cara Memetakan Hasil Penimbangan ke Kurva WHO

GroMoms dapat mengikuti lima langkah dasar berikut ketika melihat grafik pertumbuhan Si Kecil.

  1. Pilih kurva yang tepat. Gunakan grafik berdasarkan jenis kelamin, usia, dan indikator yang ingin dinilai.
  2. Cari usia anak. Temukan usia dalam bulan atau tahun pada sumbu horizontal.
  3. Cari hasil pengukuran. Temukan berat badan, panjang atau tinggi badan, atau nilai lain pada sumbu vertikal sesuai grafiknya.
  4. Tandai titik pertemuan. Beri tanda pada perpotongan usia dan hasil pengukuran.
  5. Hubungkan dengan hasil sebelumnya. Lihat arah garisnya untuk memahami apakah pertumbuhan relatif stabil, mendatar, atau menurun.

Standar WHO digunakan untuk anak usia 0–5 tahun. Untuk anak usia sekolah dan remaja, WHO menyediakan referensi pertumbuhan usia 5–19 tahun yang dikembangkan untuk melanjutkan standar anak prasekolah.

Cara pengukuran juga harus tepat agar hasilnya dapat dibandingkan. GroMoms bisa membaca panduan cara mengukur berat, tinggi, dan lingkar kepala yang benar untuk mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan saat mengukur Si Kecil di rumah.

Arti Garis Pertumbuhan yang Mendatar, Turun, atau Memotong Garis

Arah garis membantu menunjukkan perubahan pertumbuhan Si Kecil, bukan sekadar posisinya pada satu waktu.

Pola garisArtinyaLangkah yang bisa dilakukan
Mengikuti garis kurva secara relatif sejajarPola pertumbuhan relatif stabilLanjutkan pemantauan rutin
MendatarBerat atau tinggi tidak bertambah seperti yang diharapkanPeriksa kembali hasil pengukuran dan konsultasikan jika berulang
Turun dan memotong beberapa garis utamaAda perubahan lintasan pertumbuhan yang perlu diperhatikanKonsultasikan kepada tenaga kesehatan
Naik tajam melintasi garis ke atasKenaikan ukuran berlangsung lebih cepat daripada pola sebelumnyaEvaluasi bersama tenaga kesehatan, terutama bila indikator berat terhadap tinggi juga meningkat

Satu titik yang mendatar belum tentu menunjukkan masalah serius. Namun, bila berat badan tidak bertambah pada dua penimbangan berturut-turut atau garisnya terus menurun, jangan abaikan perubahan tersebut.

Langkah awalnya adalah mengevaluasi pola makan dan hasil pengukuran bersama tenaga kesehatan. Bila asupan energi perlu dilengkapi, susu seperti Morigro dengan informasi energi 180 kkal per sajian dapat dipertimbangkan sebagai pendamping menu harian, bukan sebagai pengganti makanan utama.

GroMoms tidak perlu membandingkan garis Si Kecil dengan anak lain. Yang perlu diperhatikan adalah apakah pertumbuhannya mengikuti pola yang sesuai dan apakah ada perubahan yang perlu dievaluasi.

Baca juga: Nafsu Makan Anak Tiba-Tiba Turun? Kenali Faktor Pemicu dan Solusinya

Beda Anak Pendek dan Stunting

Stunting ditentukan berdasarkan panjang atau tinggi badan menurut umur yang berada di bawah -2 SD standar WHO. Secara sederhana, semua anak yang memenuhi kriteria stunting tergolong pendek menurut indikator pertumbuhan, tetapi anak yang tampak pendek belum tentu mengalami stunting tanpa pengukuran dan penilaian yang tepat.

Stunting berkaitan dengan kekurangan gizi kronis dan faktor lain yang memengaruhi pertumbuhan dalam jangka panjang, termasuk infeksi berulang. Periode 1.000 hari pertama kehidupan menjadi salah satu masa penting untuk mendukung pertumbuhan anak.

Kemenkes melaporkan prevalensi stunting balita sebesar 21,5% pada 2023 berdasarkan SKI 2023. Dalam SSGI 2024, angka nasional dilaporkan turun menjadi 19,8%.

Angka tersebut menggambarkan situasi pada tingkat populasi, bukan kondisi seorang anak secara individual. Untuk menilai pertumbuhan Si Kecil, hasil pengukuran perlu dibaca berdasarkan kurva dan indikator yang sesuai.

Jika GroMoms ingin memahami faktor yang mendukung pertambahan tinggi anak, baca juga cara tumbuh tinggi optimal. Namun, pembahasan stunting perlu tetap dibedakan dari panduan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan secara umum.

Membaca KMS di Buku KIA

Kartu Menuju Sehat (KMS) pada Buku KIA membantu memantau perubahan berat badan balita dari waktu ke waktu. KMS menggunakan pita warna dan garis pertumbuhan untuk membantu orang tua serta petugas kesehatan mengenali pola kenaikan berat badan.

Secara umum, berat badan yang naik mengikuti garis pertumbuhan atau bergerak ke pita di atasnya merupakan tanda yang perlu dipertahankan. Sebaliknya, garis yang mendatar, turun, atau berpindah ke pita yang lebih rendah perlu diperhatikan.

Dalam pencatatan pertumbuhan, N berarti naik dan T berarti tidak naik. Istilah tersebut menggambarkan hasil pemantauan berat badan berdasarkan kriteria yang digunakan pada KMS, bukan diagnosis penyakit.

Kemenkes menganjurkan pemeriksaan rutin di Posyandu, termasuk penimbangan dan pengukuran sesuai kebutuhan, sambil mencatat hasilnya di Buku KIA. GroMoms juga dapat memotret halaman grafik setelah setiap kunjungan agar riwayat pertumbuhan mudah dibandingkan.

Untuk melihat acuan berat badan berdasarkan usia, GroMoms dapat membaca tabel tumbuh kembang anak usia dini menurut WHO dan panduan berat badan anak yang ideal menurut WHO.

Kapan Hasil Kurva Perlu Dikonsultasikan ke Dokter

Konsultasikan hasil pertumbuhan Si Kecil kepada dokter anak atau tenaga kesehatan bila ditemukan kondisi berikut:

  • Tinggi badan menurut usia berada di bawah -2 SD.
  • Berat badan menurut tinggi badan berada di bawah -2 SD atau meningkat di atas +2 SD.
  • Berat badan tidak naik pada dua penimbangan berturut-turut.
  • Garis pertumbuhan menurun dan memotong dua garis utama.
  • Lingkar kepala berada di bawah -2 SD atau di atas +2 SD dari standar yang sesuai.

Tanda tersebut merupakan alasan untuk melakukan evaluasi, bukan diagnosis yang dapat ditentukan hanya dari grafik. Dokter akan mempertimbangkan hasil pengukuran, riwayat kesehatan, asupan makanan, dan perkembangan Si Kecil.

Pemantauan juga perlu melihat perkembangan selain ukuran tubuh. GroMoms dapat mencari informasi tentang stimulasi bahasa sesuai usia dan tanda keterlambatan motorik untuk memahami aspek tumbuh kembang lainnya.

Kurva pertumbuhan ibarat rapor kesehatan Si Kecil, GroMoms. Dengan mencatat hasil pengukuran secara rutin, perubahan pola pertumbuhan dapat dikenali lebih awal dan didiskusikan bersama tenaga kesehatan.

Baca juga: Penyebab Anak Tidak Mau Makan: Evaluasi Jadwal Harian dan Feeding Rules

FAQ

Berapa persentil yang dianggap normal untuk anak?

Untuk indikator panjang atau tinggi badan menurut umur pada anak usia 0–60 bulan, rentang -2 hingga +3 SD tergolong normal menurut Permenkes No. 2 Tahun 2020, kira-kira dari persentil 2,3 hingga 99,9. Namun, kategori berbeda menurut indikator dan usia, sehingga tren pertumbuhan tetap perlu diperhatikan.

Apakah anak di persentil 15 berarti kurang gizi?

Tidak otomatis. Anak yang berada di persentil ke-15 dan mengikuti jalur pertumbuhannya secara stabil belum tentu mengalami masalah gizi. Penilaian perlu mempertimbangkan indikator yang tepat, seperti berat badan menurut umur atau berat badan menurut tinggi badan, bukan hanya posisi persentil secara terpisah.

Apa bedanya kurva WHO dan kurva CDC?

Standar WHO untuk usia 0–5 tahun menggambarkan pola pertumbuhan anak sehat dalam kondisi yang mendukung pertumbuhan optimal. Referensi CDC 2000 menggambarkan pola pertumbuhan populasi anak Amerika Serikat. WHO juga menyediakan referensi pertumbuhan untuk usia 5–19 tahun. Indonesia menggunakan standar antropometri berdasarkan Permenkes No. 2 Tahun 2020.

Seberapa sering pertumbuhan balita perlu diplot di kurva?

Pemantauan pertumbuhan balita dianjurkan secara rutin setiap bulan di Posyandu. Hasil penimbangan dan pengukuran dicatat di Buku KIA agar garis pertumbuhan dapat dibandingkan dari waktu ke waktu. Dokter dapat menyarankan pemantauan lebih lanjut berdasarkan kondisi anak.

Apa arti garis pertumbuhan anak yang mendatar?

Garis mendatar menunjukkan bahwa hasil pengukuran belum bertambah seperti yang diharapkan selama periode tersebut. Satu kali pengukuran mendatar bisa dipengaruhi berbagai hal, termasuk variasi pengukuran atau kondisi sementara. Jika pola ini berulang, terutama bila berat badan tidak naik pada dua penimbangan berturut-turut, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Referensi

  1. WHO Multicentre Growth Reference Study Group. (2006). WHO child growth standards: Length/height-for-age, weight-for-age, weight-for-length, weight-for-height and body mass index-for-age: Methods and development. World Health Organization. https://www.who.int/tools/child-growth-standards/who-multicentre-growth-reference-study
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2020 tentang standar antropometri anak. https://jdih.kemkes.go.id/documents/peraturan-menteri-kesehatan-nomor-2-tahun-2020
  3. de Onis, M., Onyango, A. W., Borghi, E., Siyam, A., Nishida, C., & Siekmann, J. (2007). Development of a WHO growth reference for school-aged children and adolescents. Bulletin of the World Health Organization, 85(9), 660–667. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18026621/
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2024). Hasil utama Survei Kesehatan Indonesia 2023. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/daftar-frequently-asked-question-seputar-hasil-utama-ski-2023/hasil-utama-ski-2023/
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). SSGI 2024: Prevalensi stunting nasional turun menjadi 19,8%. https://www.kemkes.go.id/id/ssgi-2024-prevalensi-stunting-nasional-turun-menjadi-198
  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). Ayo, ajak anak ke posyandu rutin setiap bulan! Diakses 14 Oktober 2026 dari https://ayosehat.kemkes.go.id/ayo-ajak-anak-ke-posyandu-rutin-setiap-bulan
Morigro mendukung program ASI Eksklusif