Tahap Perkembangan Kognitif Anak Berdasarkan Usia

Ditulis oleh: Morigro
perkembangan kognitif anak

Perkembangan kognitif anak adalah proses berkembangnya kemampuan berpikir dan belajar Si Kecil seiring bertambahnya usia. Perkembangan kognitif ini penting untuk dipahami, agar ia dapat mengembangkan pemikiran, pemahaman, maupun keterampilan seiring dengan berjalannya waktu. Selain itu, Moms juga bisa memberikan dukungan untuk membantunya mencapai potensi kognitif optimal. Simak tahapannya di sini yuk.

Tahapan Perkembangan Kognitif Menurut Piaget

Teori tahap Piaget menggambarkan keterampilan kognitif anak, yang dimulai dari tahap sensori motorik, pra-operasional, operasional konkret, hingga operasional formal. Berikut penjelasan lengkapnya.

Tahap Sensori Motorik (Usia 0-2 Tahun)

Tahap ini melibatkan serangkaian perubahan penting dalam pengembangan sensori dan motoriknya. Ketika usia 0-2 bulan, bayi menunjukkan refleks awal, misalnya grasp reflex (meraih), sucking reflex (mengisap), atau Moro reflex (mendadak nampak terkejut ketika sedang tidur maupun terbangun). Ia juga fokus pada gerakan horizontal, lebih suka kontras, warna, dan wajah, serta mulai membedakan objek yang dikenal dan objek baru.

Si Kecil berusia 2-6 bulan mulai bisa menjelajahi tubuhnya sendiri, memahami sebab-akibat, serta mengembangkan kemampuan motorik. 

Menginjak usia 6-12 bulan, ia mulai mengambil benda-benda yang dilihatnya, dan berupaya membalas interaksi dengan orang yang dilihatnya juga. Ia cemas ketika Bunda dan Ayah tidak terlihat olehnya, sehingga ia akan cemas ketika harus berpisah.

Di usia 12-18 bulan, kemampuan memori dan kemampuan anak memproses informasi yang dipelajarinya akan meningkat. Sementara pada usia 18-24 bulan, kemampuan perencanaan tindakan dan pemikiran berkembang. Ini diikuti kemampuan untuk mencari objek secara lebih efisien, serta meniru tugas rumah tangga.

Tahap Pra-Operasional (Usia 2-7 Tahun)

Ketika Si Kecil memasuki usia 2-7 tahun, ia akan memasuki tahap pra-operasional. Berikut berbagai perkembangan yang akan dimilikinya:

Keterampilan bahasa ditandai dengan kemampuannya menggunakan kata dan gambar untuk mewakili objek. Kemampuan berbicaranya juga mengalami peningkatan signifikan. Namun, peningkatan ini diikuti oleh perasaan egosentris, di mana anak cenderung melihat segala sesuatu dari perspektif diri sendiri. Ia juga masih berpikir secara konkret dan seringkali memilih objek berdasarkan penampilan fisiknya.

Pada aspek pemikiran, anak dalam tahap ini mulai memiliki pemikiran imajinatif, seperti matahari pulang karena lelah. Ia juga mungkin mengalami ketakutan terhadap hal-hal seperti monster. Untuk kemampuan logika belum sepenuhnya berkembang. Namun, ia sudah memahami konsep sederhana seperti waktu, bentuk, perbandingan dua objek, serta penghitungan. 

Saat usianya 3 tahun, ia bisa mengenal sampai angka satu sampai tiga. Pada usia 5 tahun, ia sudah bisa menghitung sampai angka 10.

Dalam perkembangan literasi dan numerasi, pada usia ini, Si Kecil mulai mengenali huruf dan memahami konsep-konsep dasar. Ia juga semakin terampil dalam bermain, mengembangkan cerita yang lebih rinci, serta mematuhi aturan permainan.

Tahap Operasional Konkret (Usia 7-11 Tahun)

Anak-anak pada rentang usia 7-11 tahun artinya telah memasuki tahap operasional konkret. Berikut berbagai kemampuan yang mereka perlu miliki:

  • Mereka bisa mengelompokkan benda-benda sesuai jenisnya, misalnya mengumpulkan mawar dengan anggrek, dan memisahkan mawar dari batu.
  • Mereka bisa memahami bahwa play dough yang dibentuk menjadi bulatan itu masih tetap play dough yang sama jika dibentuk menjadi balok.
  • Mereka bisa mengurutkan benda dari benda terkecil hingga benda terbesar, atau sebaliknya. 

Tahap Operasional Formal (Usia 11-15 Tahun)

Memasuki tahap operasional formal, anak-anak pada rentang usia 11-15 tahun perlu memiliki berbagai kemampuan berikut:

  • Mulai berpikir secara abstrak dan merumuskan pemecahan masalah yang bersifat hipotesis.
  • Kemampuan berpikir lebih luas tentang berbagai isu moral, filosofis, etis, sosial, maupun politik yang memerlukan pemikiran teoritis dan abstrak.
  • Mulai menggunakan logika deduktif, yaitu merumuskan informasi khusus berdasarkan prinsip umum.
  • Kemampuan untuk merencanakan secara sistematis untuk masa depan.

Milestone Perkembangan Kognitif Anak 1-5 Tahun

Dalam rentang usia 1 hingga 5 tahun, Si Kecil mengalami serangkaian tonggak perkembangan yang menentukan dalam pembentukan pemahaman tentang dunia di sekitarnya. Yuk, eksplorasi milestone dari tahapan penting ini.

Usia 1-2 Tahun

  • Mulai mengidentifikasi objek-objek yang mirip satu sama lain.
  • Belajar melalui eksplorasi lingkungan sekitarnya.
  • Mulai memahami perbedaan antara diri sendiri (“Saya”) dan orang lain (“Kamu”).
  • Mulai memahami dan merespons kata-kata yang diucapkan oleh orang dewasa.

Selain mengenali perkembangan kognitifnya, GroMoms juga perlu memantau perkembangan bahasa, motorik, dan sosio emosional untuk memastikan perkembangan sesuai dengan usianya. Untuk mengenal lebih detail perkembangan anak yang normal di usia 1 tahun, yuk baca artikel berikut: Milestone Perkembangan Anak 1 Tahun, Sudah Bisa Apa Saja?

Usia 2-3 Tahun

  • Meniru tindakan orang dewasa yang lebih kompleks, seperti bermain rumah-rumahan atau berpura-pura mencuci pakaian.
  • Mampu mengaitkan objek dengan penggunaannya yang sesuai.
  • Mampu menamai objek-objek dalam buku gambar.
  • Merespons petunjuk sederhana.
  • Mampu mengelompokkan objek-objek berdasarkan kategori (misalnya, hewan, bunga, pohon, dan lain-lain.).

Usia 3-4 Tahun

  • Mulai mengajukan pertanyaan “mengapa” untuk mendapatkan informasi.
  • Belajar melalui mengamati dan mendengarkan instruksi dari orang dewasa.
  • Mampu mempertahankan perhatian yang lebih lama, sekitar 5 hingga 15 menit.
  • Mampu mengorganisir objek berdasarkan ukuran dan bentuk.

Usia 5 Tahun ke Atas

  • Mampu membuat gambar-gambar sederhana yang familiar.
  • Kemampuan berbicara semakin berkembang.
  • Mampu menghitung hingga 10 secara akurat.
  • Mampu menggambar bentuk manusia.
  • Bisa menamai dan mengidentifikasi banyak warna.

Stimulasi Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini

Untuk memastikan keterampilan kognitifnya optimal, Moms perlu memberikan berbagai stimulasi. Berikut rekomendasi yang dapat Moms lakukan:

  • Berikan pengalaman pembelajaran di rumah, terutama melalui hubungan dekat dengan Si Kecil.
  • Dorong minat anak terhadap dunia sekitar dengan membantu memahami objek-objek di sekitarnya.
  • Dorong ia untuk menjelajahi dunia sekitar seiring pertumbuhannya.
  • Bersabarlah dengan pertanyaan anak yang berulang terus-menerus tentang segala hal.
  • Biarkan ia mencari solusi sendiri untuk masalahnya. Ini dapat meningkatkan perkembangan intelektual dan rasa percaya diri.

Dalam perjalanan perkembangan Si Kecil, dukungan dari orang tua sangatlah penting. Dari tahap awal hingga usia yang lebih matang, stimulasi kognitif yang tepat dapat membantu membentuk dasar kuat bagi kecerdasannya. 

Walau stimulasi penting, Moms tetap tidak boleh melupakan peran nutrisi dalam mendukung tumbuhkembangnya. Nutrisi yang baik akan memberikan bahan bakar bagi otak dan tubuh anak. Yuk, ketahui selengkapnya tentang nutrisi tersebut, di sini: Nutrisi untuk Perkembangan Anak, Apa Saja Sih.

REFERENSI

  • NCBI. Cognitive Development. Diakses tanggal 16 September 2023. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537095/
  • Very Well Mind. Piaget’s 4 Stages of Cognitive Development Explained. Diakses tanggal 16 September 2023. https://www.verywellmind.com/piagets-stages-of-cognitive-development-2795457
  • Very Well Mind. Cognitive Developmental Milestones. Diakses tanggal 16 September 2023. https://www.verywellmind.com/cognitive-developmental-milestones-2795109 
Morigro mendukung program ASI Eksklusif