Penyebab Bayi Susah Makan dan Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Morigro
anak makan sendiri

Bayi yang susah makan merupakan masalah umum yang sering dihadapi oleh orangtua. Meski sudah umum, namun hal ini tetap selalu membuat GroMoms sangat cemas dan khawatir akan kesehatan dan pertumbuhan Si Kecil. Bayi yang susah makan mungkin menunjukkan tanda-tanda seperti menolak makanan, menangis atau rewel ketika diberi makan, atau hanya makan dalam jumlah yang sedikit. 

Untuk mengurangi kekhawatiran yang berlebihan, yuk cari tahu beberapa alasan umum mengapa bayi sulit makan dan solusinya berikut ini.

Penyebab Bayi Susah Makan

Menolak Makan

Menolak makan merupakan salah satu penyebab bayi susah makan yang umum terjadi. Bayi bisa menolak makan karena berbagai alasan, seperti kenyang, lelah, teralihkan perhatiannya, atau sedang sakit. Selain itu, mungkin jadwal makan bayi tidak sesuai dengan jadwal makan orang tua. Jika bayi menolak makan, itu berarti mereka sudah cukup makan untuk saat ini. Namun, pastikan juga bahwa makanan yang diberikan kepada bayi adalah makanan sehat dan tidak terlalu banyak mengandung junk food.

Menghindari Makanan Baru

Hampir setiap anak mengalami masa penolakan terhadap makanan baru. Biasanya, anak-anak akan tumbuh dari fase ini dalam beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan. GroMoms dapat membantu Si Kecil menerima makanan baru dengan memberikan makanan baru yang terlihat mirip dengan makanan favoritnya. Mulailah dengan porsi yang kecil dan tawarkan makanan baru tersebut tiga kali selama satu kali makan. Jika bayi menolak, jangan terlalu khawatir, cobalah tawarkan makanan yang sama pada waktu makan berikutnya.

Pemilih dalam Makanan (Picky Eater)

Banyak orangtua mengeluhkan bahwa bayi mereka pemilih dalam makanan. Ada beberapa alasan mengapa bayi bisa menjadi pemilih dalam makanan, seperti sedang tumbuh gigi, lelah, belum siap untuk makanan padat, atau hanya tidak membutuhkan makanan sebanyak yang GroMoms berikan. Biasanya, pemilihan makanan ini hanya berlangsung sementara dan akan berlalu dengan sendirinya.

Sulit Menelan dan Tersedak

Bayi susah makan juga bisa dikarenakan sedang mengalami kesulitan menelan makanan padat dan cenderung terasa tersedak saat diberi makan. Biasanya, kebanyakan bayi sudah siap untuk makan makanan padat antara usia 4 hingga 6 bulan, namun beberapa bayi mungkin mengalami kesulitan dalam menghadapinya di awal-awal. Akibatnya, bayi dapat terlihat seperti tersedak saat diberi makan.

Jika Si Kecil mengalami kesulitan menelan makanan padat, cobalah untuk mengurangi jumlah makanan yang diletakkan di sendok. Jika Si Kecil tetap terlihat tersedak, kemungkinan Si Kecil belum siap untuk makan makanan padat

Making a Mess (Membuat Kekacauan saat Makan)

Tahap ini sering disebut sebagai “feeding the floor” karena bayi cenderung lebih banyak bermain atau menjatuhkan makanan daripada memakannya. Tahap ini biasanya muncul sekitar usia 9 bulan, ketika bayi ingin mengontrol makanannya sendiri. Meskipun ini bisa membuat kotor, tahap ini penting dalam membantu bayi belajar, tumbuh, dan menjadi lebih mandiri.

Alergi Makanan dan Intoleransi Makanan

Alergi makanan dan intoleransi makanan juga bisa menjadi penyebab bayi susah makan. Alergi makanan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bayi bereaksi terhadap makanan tertentu, sedangkan intoleransi makanan melibatkan masalah pencernaan bayi terhadap makanan tertentu. Jika GroMoms mencurigai Si Kecil memiliki alergi atau intoleransi makanan, segera konsultasikan dengan dokter anak.

Muntah

Muntah adalah hal yang umum terjadi pada bayi. Biasanya, muntah akan berkurang seiring dengan pertumbuhan bayi. GroMoms dapat mengurangi kemungkinan bayi muntah dengan memberikan jeda saat memberi makan, menghindari memberi makan terlalu banyak, mengganti atau melonggarkan popok bayi, menjaga bayi tetap tegak setelah makan, dan menghindari bermain dengan bayi segera setelah makan, serta meninggikan kepala tempat tidur bayi dengan meletakkan bantal di bawah kepala tempat tidur (bukan bantal atau mainan berbulu).

Diare dan Sembelit 

Diare dapat dengan cepat menyebabkan dehidrasi yang berbahaya. Tanda-tanda diare meliputi mulut kering, penurunan buang air kecil atau popok yang basah, tidak ada air mata saat menangis, penurunan berat badan, keterlambatan respons, atau mata yang cekung. Semua tanda ini perlu dikonsultasikan dengan dokter anak.

Umumnya, bayi jarang mengalami sembelit, dan sulit untuk mengetahui apakah mereka mengalami sembelit karena frekuensi buang air besar bayi dapat bervariasi. Misalnya, bayi yang hanya mendapatkan ASI mungkin hanya buang air besar dengan tinja yang padat sekali sehari.

Tanda-tanda sembelit meliputi tinja yang keras, besar, dan menyakitkan, serta adanya darah di sekitar tinja. Ketika melihat tanda tersebut, ada beberapa tindakan yang perlu diberikan untuk mengatasi masalah ini. Untuk penjelasan solusinya, yuk baca artikel berikut: Penyebab Anak Susah BAB dan Cara Mengatasinya

Namun, perlu diperhatikan bahwa sebelum mencoba pengobatan rumahan, sebaiknya bicarakan dulu dengan dokter Si Kecil ya GroMoms.

Selain penyebab di atas, ada juga beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan bayi sulit makan, seperti masalah kesehatan, pertumbuhan yang tidak normal, atau keterlambatan dalam mencapai perkembangan tertentu.

Tips Mengatasi Bayi Susah Makan

Berikut adalah beberapa cara yang dapat GroMoms lakukan untuk membantu Si Kecil makan dengan baik.

Dampingi Bayi saat Makan

Duduklah bersama bayi saat makan dan berinteraksilah dengan mereka. Seperti orang dewasa, umumnya bayi juga tidak ingin makan sendirian. Duduklah bersama dan makan bersama daripada sibuk di dapur atau mencuci piring.

Meskipun mungkin terlalu awal bagi GroMoms untuk makan, cobalah untuk mengambil sedikit makanan yang sama dengan yang Si Kecil makan agar dapat berbagi waktu makan bersama. Bayi lebih mungkin menerima makanan jika mereka melihat GroMoms makan dan menikmatinya juga. Untuk mengenali pentingnya makan bersama Si Kecil, yuk baca artikel ini: Manfaat Makan Bersama Keluarga untuk Tumbuh Kembang Anak

Berikan Makanan yang Nampak Menarik bagi Si Kecil

Anak pada usia ini masih menghargai makanan sebagai objek yang seharusnya menarik, ditinjau dari bentuk yang unik, bisa dipegang untuk dieksplorasi, dan memiliki warna yang menarik sebagai sesuatu yang baru dikenalnya. Karena itu, bagus sekali jika Moms dapat menyajikan menu makanan yang menarik bagi anak-anak. Lihat contoh menunya di sini yuk, Moms: Tanda Anak Picky Eater dan Cara Mengatasinya

Beri Porsi yang Sesuai untuk Bayi

Salah satu kekhawatiran umum di antara GroMoms adalah “Apakah Si Kecil makan cukup?”. Penting untuk diingat bahwa setiap bayi adalah unik. Satu bayi akan makan dengan cara yang berbeda dengan bayi lainnya, dan sangat penting (meskipun tidak mudah) untuk menghindari membandingkan dengan bayi yang lain. Jika Si Kecil tumbuh dan mengalami penambahan berat badan, sering buang air kecil, dan terlihat puas dan bahagia, maka kemungkinan mereka sudah cukup makan.

Tetap Tenang dan Sabar

Dalam menghadapi bayi yang susah makan, penting untuk tetap tenang, tidak menyerah dan terus menawarkan makanan yang mereka tolak. Bayi dapat merasakan apa yang dirasa GroMoms. Jika Si Kecil melihat GroMoms khawatir, maka Si Kecil juga akan menjadi lebih gelisah dan kemungkinan lebih sulit untuk makan.

Bayi perlu diberi kesempatan untuk terbiasa dengan makanan baru dan mungkin membutuhkan waktu untuk menerimanya. Dengan ketekunan dan kesabaran, Si Kecil dapat belajar untuk menyukai makanan yang sebelumnya ditolak. Hargai perasaannya juga jika ia sesekali bosan dengan makanan tertentu. Sebab Si Kecil juga sama seperti orang dewasa yang bisa sesekali jenuh dengan makanan yang sama. Contohnya saja, jika ia sedang tidak mau memakan nasi, Moms perlu mengakalinya dengan memberikan sumber karbohidrat lain selain nasi. Lihat alternatifnya di sini ya, Moms: 7 Makanan Pengganti Nasi dan Ide Mengolahnya

Ingatlah bahwa setiap anak unik dan memiliki preferensi makanan yang berbeda. Jadi, teruslah menawarkan makanan yang sehat dan beragam, dan biarkan Si Kecil memutuskan seberapa banyak yang mereka ingin makan.

Hindari untuk Memaksa Bayi Makan 

Jangan pernah memaksa atau menekan bayi untuk mencoba atau mengambil satu suapan lagi dari makanan. Biarkan mereka bermain-main dengan makanan. Mereka mungkin hanya perlu waktu untuk terbiasa sebelum mereka ingin mencobanya. 

Cobalah untuk memahami dan menjaga jadwal yang baik untuk makan dan pemberian susu. Si Kecil mungkin menjadi lebih pemilih dan sulit diajak makan jika GroMoms sering mengubah jadwal makan mereka sebagai respons terhadap penolakannya.

Jika cara-cara di atas belum berhasil mengatasi kesulitan makan, penting untuk tetap sabar dan memberikan dukungan yang positif pada Si Kecil. Selain itu, teruslah mencari tahu cara dan jenis makanan yang disukai oleh Si Kecil. Pastikan juga bahwa makanan yang diberikan memiliki nilai gizi yang cukup. 

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menambahkan susu yang dapat memenuhi kebutuhan gizi Si Kecil. Untuk informasi lebih lanjut tentang susu yang dapat memberikan nutrisi yang bergizi dan membantu Si Kecil untuk menambah berat badan, baca artikel di sini: Susu Penambah Berat Badan Anak Usia 1 Tahun ke Atas.

Referensi:

  • WebMD. Why Won’t Baby Eat? Diakses pada tanggal 21 Desember 2023. https://www.webmd.com/parenting/baby/why-wont-baby-eat
  • WebMD. Slideshow: Common Baby Feeding Problems. Diakses pada tanggal 21 Desember 2023. https://www.webmd.com/parenting/baby/ss/slideshow-feeding-problems
  • Sarah Almond Bushell. What to do if your baby is refusing to eat! Diakses pada tanggal 21 Desember 2023. https://childrensnutrition.co.uk/full-blog/babyrefusingtoeat/ 
Morigro mendukung program ASI Eksklusif