Tanda Anak Picky Eater dan Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Morigro
Keluarga makan bersama

Apakah Si Kecil hanya mau mencoba makanan tertentu dan tidak tertarik dengan yang lainnya? Maka bisa jadi ia adalah seorang anak yang picky eater, dan hal ini merupakan fase umum dalam perkembangan anak. Meskipun demikian, GroMoms bisa saja khawatir dengan hal tersebut.

Tenang, ya Moms, karena artikel yang satu ini akan mengulas segala tentang picky eater dan cara untuk mengatasinya. Yuk, baca hingga tuntas.

Memahami Picky Eater dan Dampaknya

Picky eater adalah sebuah istilah untuk menggambarkan perilaku yang membuat anak cenderung pilih-pilih makanan. Perlu dicatat, kondisi ini berbeda dengan selective eater, yang mana anak justru hanya membatasi asupannya pada jenis makanan tertentu saja.

Namun, jika tidak ditangani dengan baik, kebiasaan picky eating dapat berdampak negatif pada tumbuh kembang anak. Bagi orang tua, menavigasi kondisi ini tentu akan sangat melelahkan dan dapat memicu kekhawatiran akan asupan nutrisi yang kurang, risiko pada kondisi kesehatan, serta hambatan pada tumbuh kembang anak.

Lain lagi pada anaknya. Ia dapat mengalami stres yang diakibatkan perasaan takut untuk mencoba rasa makanan dan tekstur baru dari makanan. Bahkan warna makanan saja dapat menjadikannya khawatir. Belum lagi hal ini bisa berpotensi mengundang konflik antara orang tua dan anak, dan dapat berdampak pada kondisi fisik dan psikologisnya.

Lama Kondisi Picky Eating Bisa Terjadi

Kondisi picky eating bisa terjadi pada anak usia 1-2 tahun dan dapat berlangsung hingga umur 3-5 tahun. Pada dasarnya kondisi ini bisa hilang seiring bertambahnya usia Si Kecil, namun, picky eating bisa berlangsung lebih lama bila tidak ditangani dengan baik.

Maka, penting bagi GroMoms untuk mencobakan berbagai pilihan makanan sehat dan lezat untuk memastikan asupan nutrisi Si Kecil terpenuhi. Penting, karena variasi makanan dapat mendorongnya untuk mencoba hal-hal baru. Kesabaran orang tua akan diuji dalam menghadapi anak yang mengalami kondisi seperti ini, tapi jangan khawatir apabila terkadang menemui kegagalan demi kegagalan.

Kemudian, GroMoms juga perlu mengenalkan pola makan yang sehat sejak dini sebagai cara untuk mencegah dan mengatasi kondisi ini. Jika dibiarkan begitu saja, kondisi ini memengaruhi kesehatan Si Kecil. Yuk, kenali lebih jauh mengenai akibat dari terbiasa memilih-milih makanan di sini: Dampak Anak Suka Pilih-pilih Makanan untuk Kesehatan dan Mental.

Penyebab Anak Menjadi Picky Eater

Hal-hal yang menyebabkan Si Kecil menjadi seorang picky eater berkisar dari soal kebiasaan dan juga kondisi psikologis. Misalnya, Si Kecil belum bisa menyesuaikan diri dengan rasa ataupun penampilan hidangan yang pertama kali baru dirasakannya. Terkadang proses ini bisa membutuhkan waktu hingga berkali-kali agar dia akhirnya bisa menikmatinya. 

Kebiasaan dalam pola makan sehari-harinya dapat memengaruhi preferensinya. Apalagi kalau Si Kecil memiliki sensitivitas tersendiri terhadap rasa, aroma, atau tekstur makanan tertentu. Maka, ia cenderung memilih apa yang sudah dikenal saja dan enggan mencoba hal yang baru.

Di sisi lain, kondisi picky eating ini juga kerap mendorong orang tua untuk terlalu mendorongnya agar mencoba makanan baru. Maka, anak akan merasa terpaksa atau bahkan merasa ketakutan. Penting untuk diingat GroMoms bahwa fase ini hanyalah sementara, maka kesabaran ekstra perlu dibangun agar bisa melewati masa ini dengan mudah.

Cara Mengatasi Anak Picky Eater

Banyak cara kreatif yang bisa Moms coba agar Si Kecil bisa tertarik untuk makan makanan dengan rasa, tekstur, serta aroma yang baru. Namun, Moms juga perlu selalu memastikan agar menu-menu yang disiapkan juga memiliki kandungan nutrisi yang lengkap dan seimbang.

Salah satu trik menarik adalah bermain dengan tekstur. Misalnya, Si Kecil tidak menyukai tekstur yang lembek, maka GroMoms bisa mencobakan makanan serupa dengan tekstur yang lebih padat. Atau beberapa jenis makanan bisa dipadukan dengan bahan atau bumbu yang ia sukai agar Si Kecil tertarik mencobanya.

Kemudian, bentuk juga ritual untuk makan bersama-sama di meja makan. Tak hanya Moms berusaha membentuk hubungan yang lebih baik dengan Si Kecil, namun ia juga akan termotivasi melihat keluarganya makan bersama dengan suasana yang penuh kehangatan. Dengan demikian, ia akan mengapresiasi waktu makan sebagai momen yang sakral dan menyenangkan untuk diikuti. Lebih lengkapnya, yuk, baca artikel ini: Manfaat Makan Bersama Keluarga untuk Tumbuh Kembang Anak.

Si Kecil juga perlu diajak untuk berkenalan dengan makanan pada fase persiapannya atau saat dimasak. Bahkan Moms juga bisa sering mengajaknya belanja di pasar atau supermarket untuk membentuk pengetahuan dan kedekatan dengan makanan. Dengan melibatkannya pada kegiatan di dapur, ia akan belajar untuk mengapresiasi jerih payah di balik apa yang tengah dipersiapkan untuknya oleh Moms. 

Selain tips-tips di atas, ketahui juga berbagai strategi lainnya yang dapat membantu Moms meningkatkan selera makan Si Kecil. Mari pelajari secara lengkap pada artikel berikut ini, yuk Moms: Cara Menambah Nafsu Makan Anak secara Alami.

REFERENSI

  • Buoy Health. Picky Eating. Diakses tanggal 16 September 2023. https://www.buoyhealth.com/learn/picky-eating
  • IDAI. Pilih-pilih Makanan. Diakses tanggal 16 September 2023. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pilih-pilih-makanan
  • UC Davis Health. What makes a picky eater, and how parents can help? Diakses tanggal 16 September 2023. https://health.ucdavis.edu/blog/good-food/what-makes-a-picky-eater-and-how-parents-can-help/2020/08
  • Psychology Today. The Emotional Strain of Picky Eating. Diakses pada tanggal 30 Juni 2024. https://www.psychologytoday.com/us/blog/scientific-mommy/202401/the-emotional-strain-of-picky-eating
Morigro mendukung program ASI Eksklusif