Susu formula dan susu UHT sama-sama dapat menjadi bagian dari pola makan anak setelah usia 1 tahun, tetapi keduanya memiliki karakteristik berbeda. Susu formula tertentu mengandung vitamin, mineral, atau zat gizi tambahan yang difortifikasi, sedangkan susu UHT sapi utuh tanpa pemanis menyediakan protein, lemak, kalsium, dan vitamin tertentu.
Susu formula dan susu UHT sama-sama dapat menjadi bagian dari pola makan anak setelah usia 12 bulan. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari bentuk, komposisi, hingga cara penyajian. Susu formula umumnya berupa bubuk dengan formulasi zat gizi tertentu, sedangkan susu UHT merupakan susu cair yang telah melalui proses pemanasan dan dikemas secara aseptis.
| Aspek | Susu Formula | Susu UHT |
| Bentuk produk | Umumnya berupa bubuk yang dilarutkan | Berupa susu cair siap konsumsi |
| Kandungan gizi | Dapat difortifikasi dengan vitamin, mineral, dan zat gizi tambahan tertentu | Menyediakan zat gizi alami susu, kandungan dapat berbeda antar produk |
| Cara pemberian | Disiapkan sesuai takaran air dan bubuk pada kemasan | Dapat dikonsumsi setelah kemasan dibuka |
| Pertimbangan utama | Usia penggunaan, kandungan gizi, takaran saji, dan kondisi anak | Usia anak, jenis susu, kandungan gula, dan pola makan |
Susu formula pertumbuhan dapat menjadi pilihan bagi orang tua yang ingin melengkapi asupan anak dengan produk yang memiliki formulasi zat gizi tertentu, terutama untuk anak yang tidak mau makan. Beberapa produk mengandung energi, protein, lemak, vitamin, mineral, serta zat gizi tambahan seperti DHA, omega-3, omega-6, serat, atau probiotik.
Susu UHT juga dapat diberikan kepada anak usia 12 bulan ke atas sebagai bagian dari pola makan yang beragam. CDC merekomendasikan susu sapi utuh yang plain, tanpa tambahan gula, dan telah dipasteurisasi untuk kelompok usia tersebut.
Baca Juga: Agar Anak Mau Makan dan Gemuk Mencapai Berat Badan Ideal: 10 Strategi Aman & Sehat
Susu formula dapat dipertimbangkan ketika orang tua membutuhkan pilihan susu dengan kandungan zat gizi yang telah diformulasikan sesuai kelompok usia anak. Produk ini juga dapat membantu melengkapi asupan pada anak yang memiliki pola makan terbatas atau membutuhkan dukungan nutrisi tertentu.
Pada anak yang mengalami berat badan sulit bertambah, pemilihan susu sebaiknya dilihat bersama dengan pola makan, jumlah asupan harian, riwayat kesehatan, dan kurva pertumbuhan. Dokter atau ahli gizi dapat membantu menentukan apakah anak membutuhkan produk dengan kepadatan energi atau kandungan zat gizi tertentu.
Namun, susu formula tetap perlu diberikan sebagai pelengkap, bukan pengganti makanan utama. Anak tetap membutuhkan makanan yang beragam, seperti nasi atau sumber karbohidrat lain, protein hewani dan nabati, sayur, buah, serta sumber lemak.
Susu UHT dapat menjadi pilihan bagi anak usia 12 bulan ke atas yang sudah memiliki pola makan cukup beragam dan tidak memiliki kebutuhan medis khusus. Pilih produk plain tanpa tambahan gula dan berikan dalam jumlah yang tidak mengurangi nafsu makan anak terhadap makanan utama.
Susu formula maupun susu UHT dapat digunakan dengan mempertimbangkan:
Dengan begitu, pemilihan susu tidak hanya didasarkan pada bentuk produknya, tetapi pada kesesuaiannya dengan kebutuhan anak secara keseluruhan.
Baca Juga: Terapkan Aturan 30 Menit Sebagai Tips Anak Susah Makan yang Suka Mengemut
Untuk anak yang memang membutuhkan susu sebagai pelengkap nutrisi, Morigro dengan Formula GROMAX dapat menjadi pilihan praktis sebagai pelengkap nutrisi harian. Morigro mengandung Minyak Ikan kaya Omega-3 yang membantu merangsang nafsu makan serta Probiotik BB536 & Prebiotik FOS yang menjaga kesehatan saluran cerna, dilengkapi tinggi kalori, protein, kalsium, vitamin D, dan 14 vitamin & 9 mineral.
Boleh dalam kondisi tertentu, selama jumlah totalnya sesuai kebutuhan dan tidak membuat anak terlalu kenyang untuk makan. Tidak ada keharusan memberikan dua jenis susu sekaligus jika satu pilihan sudah sesuai dengan kebutuhan anak.
Tidak. Komposisi, kalori, protein, lemak, vitamin, mineral, dan gula tambahan dapat berbeda antar produk. Karena itu, label informasi nilai gizi dan daftar bahan perlu diperiksa sebelum memilih.
Tidak ada satu jenis susu yang wajib diberikan kepada semua anak sehat setelah usia 1 tahun. Pilihan bergantung pada pola makan, pertumbuhan, kondisi kesehatan, toleransi makanan, dan kebutuhan nutrisi masing-masing anak. Jika ada masalah berat badan, konsultasi individual lebih tepat daripada memilih berdasarkan klaim produk.