Cara Meningkatkan Nafsu Makan Anak: 12 Tips Efektif dan Praktis

Ditulis oleh: Morigro
Makanan sehat untuk meningkatkan nafsu makan anak

Nafsu makan anak dapat ditingkatkan melalui 12 cara: jadwal makan konsisten, porsi kecil, camilan padat gizi, hindari susu berlebihan sebelum makan, variasi menu, libatkan anak, responsive feeding, batasi distraksi, cukupi zinc/protein, paparan berulang makanan baru, aktivitas fisik, dan pantau kurva pertumbuhan.

Untuk anak tidak mau makan, kuncinya bukan memaksa, melainkan membangun rasa lapar alami, suasana makan yang nyaman, dan rutinitas yang teratur agar anak mau makan dan berat badan naik sesuai kurva pertumbuhannya. IDAI juga menekankan pentingnya jadwal makan teratur, porsi kecil, dan responsive feeding.

Mengapa Nafsu Makan Anak Bisa Turun?

Nafsu makan anak bisa menurun karena banyak faktor. Growth plateau membuat kebutuhan makan terasa berkurang. Anak tidak mau makan juga dipicu kebosanan menu, terlalu banyak susu/jus, tumbuh gigi, sariawan, konstipasi, atau infeksi ringan.

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah kekurangan zat gizi mikro seperti zinc dan zat besi. Zinc berperan dalam pertumbuhan, fungsi imun, serta indra pengecap. Kekurangan zinc pada anak dapat berkaitan dengan hilangnya nafsu makan. Karena itu, masalah nafsu makan yang berlangsung lama tidak boleh dianggap sepele, terutama bila disertai berat badan stagnan atau turun. Di tingkat global, estimasi UNICEF/WHO/World Bank 2025 mencatat 150,2 juta anak usia di bawah 5 tahun mengalami stunting pada 2024, sedangkan di Indonesia, SSGI 2024 mencatat prevalensi stunting nasional berada di 19,8%.

12 Cara Meningkatkan Nafsu Makan Anak Secara Alami

1. Atur Jadwal Makan Konsisten

Jadwal makan yang konsisten membantu tubuh anak mengenali kapan waktunya lapar dan kenyang. IDAI menyebut anak perlu makan 3 kali sehari, diselingi 1–2 kali snack dan ASI atau susu 2–3 kali sehari. Di antara waktu makan, sebaiknya anak hanya minum air putih agar rasa lapar tidak tertutup oleh camilan atau minuman manis. Contohnya, buat pola makan pagi pukul 07.00, snack pukul 10.00, makan siang pukul 12.30, snack sore pukul 15.30, dan makan malam pukul 18.00.

2. Sajikan Porsi Kecil Lebih Dulu

Anak yang sedang tidak nafsu makan sering merasa “kalah duluan” ketika melihat piring terlalu penuh. Mulailah dari porsi kecil, misalnya 3–5 sendok makan nasi, 1–2 potong lauk, dan sedikit sayur. Jika anak masih lapar, ia bisa tambah. Strategi ini membuat waktu makan terasa lebih ringan dan mengurangi tekanan. IDAI juga menyarankan porsi kecil sebagai bagian dari prosedur makan anak.

3. Berikan Camilan Sehat Padat Gizi

Camilan bukan sekadar pengganjal lapar, tetapi kesempatan menambah asupan energi, protein, dan mikronutrien. Pilih camilan seperti telur rebus, puding susu, roti gandum dengan keju, pisang alpukat, perkedel ikan, yoghurt, atau kentang panggang. Hindari camilan tinggi gula yang membuat anak kenyang tetapi miskin zat gizi. IDAI menyebut snack bergizi perlu dijadwalkan karena batita berisiko tidak cukup gizi bila hanya mengandalkan tiga kali makanan utama.

4. Hindari Minum Berlebihan Sebelum Makan

Susu, jus, atau air terlalu banyak sebelum makan dapat membuat perut anak terasa penuh. Untuk anak yang sulit makan, beri jarak sekitar 1 jam antara minum susu dan waktu makan utama. Susu tetap boleh diberikan, tetapi posisikan sebagai pelengkap, bukan pengganti makan utama. Bila anak terbiasa minum susu setiap kali menolak makan, ia bisa makin sulit mengenali rasa lapar alami.

Baca Juga: Rekomendasi Susu untuk Meningkatkan Berat Badan Si Kecil

5. Buat Variasi Menu dan Bentuk Makanan

Anak bisa bosan bila setiap hari bertemu menu yang sama. Coba ubah bentuk tanpa harus mengganti bahan utama. Nasi bisa dibuat bola nasi, telur bisa menjadi omelet mini, ayam bisa dibuat nugget rumahan, dan sayur bisa masuk ke sup krim atau perkedel. Untuk anak picky eater, variasi warna juga membantu: kuning dari jagung, hijau dari brokoli, oranye dari wortel, dan merah dari tomat.

6. Libatkan Anak dalam Proses Memilih dan Menyiapkan Makanan

Anak cenderung lebih tertarik pada makanan yang ia bantu pilih atau siapkan. Ajak anak memilih buah di pasar, mencuci sayur, menaburkan keju, atau menyusun lauk di piring. Aktivitas sederhana ini memberi rasa kontrol tanpa membiarkan anak menentukan semuanya. Orang tua tetap memilih opsi sehat, lalu anak memilih di antara pilihan tersebut, misalnya “mau telur dadar atau ayam suwir?”

7. Terapkan Responsive Feeding, Bukan Memaksa

Memaksa anak makan, memarahi, atau mengejar anak sambil membawa piring justru bisa membuat waktu makan terasa menakutkan. IDAI menyarankan orang tua mengenali tanda lapar dan kenyang anak, memberi kesempatan anak makan sendiri, serta menghentikan proses makan bila anak tetap menolak setelah beberapa waktu. Responsive feeding berarti orang tua menyediakan makanan bergizi dan suasana nyaman, sementara anak belajar mengenali kebutuhan tubuhnya.

8. Kurangi Distraksi Saat Makan

Makan sambil menonton TV, bermain gadget, atau jalan-jalan dapat membuat anak tidak fokus pada makanan. Dalam jangka panjang, anak bisa sulit memahami sinyal kenyang dan lapar. Buat area makan yang tenang, duduk bersama, dan batasi durasi makan. IDAI menyarankan waktu makan tidak lebih dari 30 menit, sementara panduan Raising Children juga menyarankan orang tua mengambil makanan tanpa drama bila anak tidak makan setelah durasi wajar.

9. Perhatikan Asupan Zinc, Zat Besi, dan Protein

Zinc, zat besi, dan protein penting untuk pertumbuhan, metabolisme, serta daya tahan tubuh. Sumber zinc antara lain daging merah, ayam, telur, ikan, kacang-kacangan, dan susu fortifikasi. Sumber zat besi terbaik berasal dari daging, hati, ayam, ikan, telur, serta sayuran hijau yang dikombinasikan dengan vitamin C agar penyerapannya lebih baik. Untuk anak yang sulit menerima suplemen tablet, susu pertumbuhan seperti Morigro dengan Formula GROMAX dapat menjadi opsi pendukung. Morigro mengandung Minyak Ikan kaya Omega-3 yang membantu merangsang nafsu makan, Probiotik BB536 & Prebiotik FOS untuk kesehatan saluran cerna, serta tinggi kalori dan protein, dilengkapi 14 vitamin & 9 mineral (termasuk zinc) untuk melengkapi pola makan harian.

10. Ulangi Paparan Makanan Baru

Anak menolak brokoli sekali bukan berarti ia tidak akan pernah suka brokoli. Anak sering membutuhkan paparan berulang sebelum menerima makanan baru. CDC menyebut anak kecil bisa membutuhkan 8–10 kali paparan sebelum mau mencoba makanan baru. Sajikan dalam porsi sangat kecil, tanpa paksaan, dan kombinasikan dengan makanan yang sudah ia suka. Misalnya, brokoli cincang dalam omelet atau wortel parut dalam perkedel.

11. Pastikan Anak Cukup Aktivitas dan Tidur

Aktivitas fisik membantu anak membakar energi dan membangun rasa lapar alami. Anak yang terlalu banyak duduk, screen time, atau tidur terlalu larut bisa mengalami pola makan yang tidak teratur. Ajak anak bermain aktif, jalan pagi, bersepeda, atau bermain bola sesuai usia. Tidur yang cukup juga membantu regulasi hormon lapar dan kenyang, sehingga anak lebih siap makan pada jam yang sudah dijadwalkan.

12. Pantau Kurva Pertumbuhan, Bukan Sekadar “Gemuk”

Tujuan meningkatkan nafsu makan anak bukan membuat anak gemuk secara berlebihan, melainkan memastikan berat badan, tinggi badan, dan status gizinya sesuai kurva pertumbuhan. Bila orang tua ingin agar anak mau makan dan gemuk, maknanya sebaiknya diarahkan ke “berat badan naik sehat sesuai usia”. Jika berat badan turun, stagnan lebih dari 1–2 bulan, anak tampak lemas, sering sakit, muntah, diare lama, atau sulit menelan, segera konsultasikan ke dokter anak atau ahli gizi.

Makanan & Nutrien Penambah Nafsu Makan

Tabel berikut merangkum nutrien yang mendukung nafsu makan, metabolisme, dan pertumbuhan anak. Kebutuhan harian mengacu pada AKG Indonesia dari Permenkes No. 28 Tahun 2019 untuk usia 1–3 tahun dan 4–6 tahun; untuk anak 4–5 tahun, acuan praktisnya mengikuti kelompok 4–6 tahun.

NutrienFungsiSumber MakananKebutuhan Harian Anak 1–5 Tahun
ZincMendukung fungsi imun, pertumbuhan, dan indra pengecap; kekurangan zinc dapat berkaitan dengan nafsu makan turunDaging merah, ayam, telur, ikan, kacang, susu fortifikasi seperti Morigro3 mg/hari usia 1–3 tahun; 5 mg/hari usia 4–5 tahun
Vitamin B1Membantu metabolisme karbohidrat dan energi; defisiensi thiamin dapat menyebabkan hilang nafsu makanBeras merah, gandum, daging, telur, kacang-kacangan0,5 mg/hari usia 1–3 tahun; 0,6 mg/hari usia 4–5 tahun
Vitamin B12Mendukung pembentukan sel darah merah dan fungsi sarafTelur, susu, ikan, daging, ayam1,5 mcg/hari usia 1–5 tahun
LisinAsam amino esensial untuk pertumbuhan dan pembentukan protein tubuhIkan, ayam, telur, daging, susu, kedelaiTidak ada AKG nasional spesifik; umumnya dipenuhi dari kecukupan protein harian
Zat BesiMendukung pembentukan hemoglobin, energi, dan konsentrasi; kekurangan zat besi dapat membuat anak lemasDaging, hati, ayam, ikan, telur, bayam, kacang-kacangan7 mg/hari usia 1–3 tahun; 10 mg/hari usia 4–5 tahun

Sumber zinc yang mudah diterima anak termasuk telur, daging merah, ikan, dan susu fortifikasi. Dalam konteks ini, susu pertumbuhan Morigro bisa masuk sebagai pilihan praktis: kandungan Minyak Ikan (Omega-3) dan Probiotik BB536 & Prebiotik FOS-nya mendukung nafsu makan dan kesehatan pencernaan, sekaligus melengkapi asupan vitamin dan mineral harian, terutama bila anak sulit menerima variasi lauk tertentu. Namun, susu tetap sebaiknya menjadi pelengkap pola makan, bukan solusi utama pengganti makanan padat.

Contoh Menu Seminggu untuk Meningkatkan Nafsu Makan Anak

HariSarapanSnackMakan SiangMakan Malam
SeninOmelet keju + nasi lembekPisang alpukatNasi, ayam suwir, sup wortelKentang tumbuk + ikan
SelasaBubur ayam telurPuding susuNasi, daging cincang, buncisMakaroni schotel
RabuRoti gandum telurYoghurt buahNasi, ikan kukus, sayur beningBola nasi ayam
KamisPancake pisangKeju + buahNasi, semur daging, brokoliSup krim jagung ayam
JumatNasi tim telurUbi panggangNasi, perkedel ikan, bayamPasta ayam sayur
SabtuBubur kacang hijau + susuBuah potongNasi, ayam kecap, wortelTelur dadar sayur
MingguNasi goreng telur miniSmoothie buahNasi, ikan, tempe, sayurSup ayam kentang

Baca Juga: Daftar Buah yang Mengandung Kalsium Tinggi untuk Si Kecil

Mitos: “Kasih Madu Pasti Naik Nafsu Makan”

Madu sering dianggap sebagai cara cepat menaikkan nafsu makan anak, tetapi bukti kuat bahwa madu secara langsung meningkatkan appetite masih terbatas. Madu bisa menambah kalori dan rasa manis, tetapi tidak menyelesaikan penyebab utama anak tidak mau makan, seperti jadwal berantakan, porsi terlalu besar, defisiensi nutrisi, atau kebiasaan minum susu berlebihan. Untuk bayi di bawah 12 bulan, madu tidak boleh diberikan karena berisiko menyebabkan infant botulism.

Tanda Nafsu Makan Anak Perlu Diwaspadai

Orang tua perlu berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi bila nafsu makan anak menurun lebih dari dua minggu, berat badan turun, berat badan tidak naik sesuai kurva, anak sering muntah, diare berkepanjangan, sembelit berat, tampak sangat lemas, sulit menelan, sering tersedak, atau menolak hampir semua tekstur makanan. Perlu diingat, obat penambah nafsu makan tidak boleh diberikan sembarangan karena beberapa obat memiliki efek samping dan penggunaannya pada anak harus berdasarkan indikasi medis. Kajian pediatrik tentang appetite stimulant juga menekankan bahwa sebagian obat memiliki efek samping yang membatasi penggunaannya sebagai perangsang nafsu makan.

Untuk orang tua yang kesulitan memenuhi kebutuhan gizi anak dari makanan biasa, susu Morigro dengan Formula GROMAX mengandung Minyak Ikan (Omega-3), Probiotik BB536 & Prebiotik FOS, tinggi kalori dan protein, serta 14 vitamin & 9 mineral dapat menjadi pendukung harian yang lebih mudah diterima anak. Posisikan sebagai bagian dari rutinitas makan yang seimbang: makanan utama tetap prioritas, susu menjadi pelengkap, dan evaluasi pertumbuhan tetap dilakukan secara berkala.

FAQ Seputar Nafsu Makan Anak

Apa makanan paling cepat menaikkan nafsu makan anak?

Tidak ada satu makanan yang pasti langsung menaikkan nafsu makan. Namun, makanan tinggi zinc, protein, zat besi, dan vitamin B seperti telur, daging, ikan, ayam, susu fortifikasi, kacang, dan olahan kedelai dapat membantu bila nafsu makan turun berkaitan dengan kekurangan nutrisi.

Berapa lama efek perubahan jadwal makan terlihat?

Biasanya orang tua mulai melihat perubahan dalam 1–2 minggu bila jadwal makan konsisten, camilan tidak berlebihan, dan anak tidak dipaksa makan. Pada beberapa anak picky eater, prosesnya bisa lebih lama karena anak perlu adaptasi terhadap rutinitas baru.

Apakah madu aman untuk meningkatkan nafsu makan anak di bawah 1 tahun?

Tidak. Madu tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah 12 bulan karena dapat mengandung spora bakteri penyebab infant botulism.

Bolehkah memberi obat penambah nafsu makan untuk anak?

Boleh hanya bila direkomendasikan dokter. Obat perangsang nafsu makan bukan solusi utama untuk anak tidak mau makan, karena penyebabnya bisa berupa pola makan, masalah medis, gangguan oral motor, atau defisiensi nutrisi.

Vitamin apa yang paling penting untuk nafsu makan anak?

Zinc, vitamin B1, vitamin B12, zat besi, dan protein termasuk nutrisi penting yang mendukung metabolisme, energi, pertumbuhan, dan fungsi pengecap. Kekurangan zinc dan vitamin B1 dapat berkaitan dengan penurunan nafsu makan.

Apakah susu Morigro membantu meningkatkan nafsu makan anak?

Morigro dengan Formula GROMAX diformulasikan dengan Minyak Ikan kaya Omega-3 yang membantu merangsang nafsu makan, serta Probiotik BB536 & Prebiotik FOS yang menjaga kesehatan saluran cerna sehingga mendukung keinginan makan anak. Dilengkapi tinggi kalori, protein, serta 14 vitamin & 9 mineral, Morigro cocok dijadikan selingan harian untuk melengkapi pola makan anak.

Bagaimana cara agar anak mau makan dan gemuk secara sehat?

Fokus pada berat badan naik sesuai kurva, bukan sekadar gemuk. Terapkan jadwal makan, porsi kecil, camilan padat gizi, sumber protein setiap makan, zinc dan zat besi yang cukup, aktivitas fisik, serta pantau pertumbuhan secara berkala.


Referensi

  •  Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2015). Pentingnya mengatur jadwal makan anak. Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pentingnya-mengatur-jadwal-makan-anak
  •  Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2015). Gerakan tutup mulut (GTM) pada batita. Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/gerakan-tutup-mulut-gtm-pada-batita
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Stunting.go.id. https://stunting.go.id/kemenkes-permenkes-no-28-tahun-2019-angka-kecukupan-gizi-yang-dianjurkan/
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). SSGI 2024: Prevalensi stunting nasional turun menjadi 19,8%. Kemkes.go.id. https://kemkes.go.id/id/ssgi-2024-prevalensi-stunting-nasional-turun-menjadi-198
  • UNICEF, WHO, & World Bank. (2025). Joint child malnutrition estimates: Latest estimates. Who.int. https://www.who.int/teams/nutrition-and-food-safety/monitoring-nutritional-status-and-food-safety-and-events/joint-child-malnutrition-estimates/latest-estimates
  •  National Institutes of Health Office of Dietary Supplements. (2026). Zinc: Fact sheet for health professionals. Ods.od.nih.gov. https://ods.od.nih.gov/factsheets/Zinc-HealthProfessional/
  • Centers for Disease Control and Prevention. (2026). Foods and drinks to avoid or limit. Cdc.gov. https://www.cdc.gov/infant-toddler-nutrition/foods-and-drinks/foods-and-drinks-to-avoid-or-limit.html
  • Morinaga. (n.d.). Susu formula Morigro. Morinaga.id. https://morinaga.id/id/produk/susu-formula-morigro
Morigro mendukung program ASI Eksklusif