Penyebab Anak Kurus dan Cara Mencapai Berat Badan Idealnya

Ditulis oleh: Morigro
anak badan kurus

Anak yang terlihat kurus seringkali mengundang kekhawatiran GroMoms. Selain mempengaruhi kesehatan dan pertumbuhan, anak yang kurus juga mungkin mengalami masalah kepercayaan diri. Namun, menjadi kurus tidak selalu berarti tidak sehat. 

Yuk, pahami penyebab anak menjadi kurus dan cari tahu cara mencapai berat badan idealnya berikut ini.

Berat Badan Anak yang Ideal

Menentukan apakah berat badan anak tergolong kurus atau sudah ideal harus dilihat dari berbagai faktor, termasuk usia, jenis kelamin, dan tinggi badan anak. 

Menurut Badan Kesehatan Dunia, berikut ini tabel berat dan tinggi badan ideal anak laki-laki dan perempuan berdasarkan usianya:


Usia
Anak PerempuanAnak Laki-Laki
Berat Badan Ideal Tinggi Badan Ideal Berat Badan Ideal Tinggi Badan Ideal 
1 Tahun7 – 11,5 kg68,9 – 79,2 cm7,7 – 12 kg71 – 80,5 cm
2 Tahun9 – 14,8 kg80 – 92,9 cm9,7 – 15,3 kg81,7 – 93,9 cm
3 Tahun 10,8 – 18,1 kg87,4 – 101,7 cm11,3 – 18,3 kg88,7 – 103,5 cm
4 Tahun 12,3 – 21,5 kg94,1 – 111,3 cm12,7 – 21,2 kg94,9 – 111,7 cm
5 Tahun13,7 – 24,9 kg 99,9 – 118,9 cm14,1 –  24,2 kg100,7 – 119,2 cm

Jika berat badan anak berada di bawah kisaran berat badan ideal yang telah ditetapkan untuk usia dan jenis kelaminnya, anak tersebut terindikasi mengalami kondisi underweight atau kurus. 

Namun, untuk penilaian yang akurat terkait berat badan anak, disarankan selalu berkonsultasi dengan seorang profesional medis. Hal ini karena penilaian yang lebih komprehensif diperlukan untuk memahami situasi anak secara menyeluruh, termasuk faktor-faktor seperti riwayat kesehatan, pola makan, aktivitas fisik, dan faktor lain yang mungkin mempengaruhi pertumbuhan dan berat badan anak.

Penyebab Badan Anak Kurus

Penyebab anak memiliki badan kurus, meliputi:

  • Anak Tidak Nafsu Makan: Anak yang tidak memiliki nafsu makan yang baik mungkin mengonsumsi makanan dalam jumlah yang terbatas, sehingga tidak mendapatkan nutrisi yang cukup.
  • Kurangnya Asupan Nutrisi: Anak yang tidak mendapatkan cukup kalori dan nutrisi esensial dari makanan mereka cenderung mengalami penurunan berat badan.
  • Gangguan Pencernaan: Beberapa anak mungkin mengalami gangguan pencernaan yang mempengaruhi penyerapan nutrisi, seperti celiac disease atau gangguan penyerapan.
  • Faktor Kesehatan: Penyakit atau gangguan medis tertentu, seperti alergi makanan atau masalah hormonal, dapat memengaruhi pertumbuhan dan berat badan anak.
  • Kebutuhan Kalori Tinggi: Anak-anak yang sangat aktif secara fisik atau sedang dalam fase pertumbuhan pesat mungkin memerlukan asupan kalori lebih tinggi untuk menjaga berat badan yang sehat. Untuk Moms yang ingin tahu kebutuhan kalori harian Si Kecil, yuk baca artikel berikut: Cara Menghitung Kebutuhan Kalori Harian Si Kecil.
  • Faktor Psikologis: Stres, kecemasan, atau masalah emosional dapat memengaruhi selera makan anak.
  • Faktor Genetik: Anak-anak dapat mewarisi gen-gen tertentu yang mempengaruhi cara tubuh memproses energi dari makanan. Metabolisme yang cepat membuat tubuh lebih efisien dalam membakar kalori untuk energi sehingga tubuh kesulitan untuk menambah berat badan atau mempertahankan berat badan yang lebih tinggi. Selain itu, ​​struktur tubuh yang cenderung kurus atau ramping juga bisa memiliki asal-usul genetik.

Badan kurus biasanya terjadi akibat kombinasi berbagai faktor di atas. Penting untuk mengidentifikasi penyebabnya sehingga GroMoms dapat memberikan solusi yang tepat agar tubuh anak mencapai berat badan dan tumbuh kembang yang ideal. 

Bahayakah Jika Badan Anak Kurus?

Badan kurus berarti anak akan kekurangan gizi, dan ini membawa risiko serius bagi kesehatan mereka. Beberapa bahaya yang terkait dengan badan anak yang kurus termasuk:

Gangguan Pertumbuhan

Anak-anak yang kurus dapat mengalami gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak yang tidak optimal. Hal ini dapat memengaruhi perkembangan kognitif dan kemampuan belajar mereka.

Penurunan Daya Tahan Tubuh

Anak-anak yang kurus cenderung memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah. Ini dapat membuat mereka rentan terhadap infeksi dan penyakit. Anak jadi mudah sakit, GroMoms. 

Kerusakan Organ

Kurang gizi pada anak dapat memiliki dampak yang signifikan pada berbagai aspek kesehatan. Ini mencakup kerusakan organ internal, termasuk hati, jantung, dan ginjal karena tidak mendapat nutrisi yang cukup untuk berfungsi optimal. 

Kurangnya Energi dan Kelelahan

Kekurangan energi yang sering dialami oleh anak-anak kurus dapat menyebabkan kelelahan kronis. Ini dapat membuat anak-anak merasa lemas, kesulitan berkonsentrasi, dan mengalami penurunan produktivitas dalam aktivitas sehari-hari.

Jika Si Kecil sering terlihat lemas dan menolak makan, Moms perlu segera mengatasi masalah ini agar keluhan yang dirasakan bisa segera mereda. Untuk Moms yang ingin tahu solusi terbaik dari masalah seperti ini, yuk baca artikel berikut: Si Kecil Lemas dan Tidak Mau Makan, Moms Harus Apa?

Masalah Kesehatan Mental

Masalah kesehatan mental juga sering terjadi pada anak-anak yang mengalami masalah berat badan. Kondisi ini sering kali memengaruhi harga diri anak, yang dapat menyebabkan rendah diri dan masalah emosional. Anak-anak mungkin merasa terisolasi atau cemas tentang penampilan fisik mereka, yang dapat berdampak negatif pada kesejahteraan mental mereka.

Cara Agar Anak Bisa Gemuk

GroMoms mungkin pernah bertanya-tanya, “Bagaimana cara menambah berat badan anak yang susah makan?” Ketika Si Kecil memiliki masalah dengan nafsu makannya serta kesulitan untuk mendapatkan berat badan ideal, perlu adanya solusi yang tepat.

Untuk menambah berat badan Si Kecil, ada beberapa hal yang bisa GroMoms perhatikan. Berikut penjelasan lebih rincinya ya: 

Pastikan Anak Mendapatkan Nutrisi yang Seimbang

Untuk memastikan bahwa pola makan Si Kecil selalu seimbang, GroMoms dapat mencoba memadukan berbagai jenis makanan yang bernutrisi. Pola makan seimbang berarti memastikan asupan protein, lemak tak jenuh, karbohidrat, vitamin, serta serat Si Kecil tercukupi. 

Misalnya, GroMoms dapat menyajikan daging atau ikan sebagai sumber protein, minyak zaitun atau alpukat sebagai sumber lemak tak jenuh, serta nasi atau kentang sebagai sumber karbohidrat. Selain itu, sayuran beserta buah-buahan dapat menjadi sumber vitamin dan serat. 

Terkait sumber karbohidrat, ada kalanya Si Kecil mendadak menolak makan nasi. Jika GroMoms mendapati anak seperti ini, ada beberapa solusi yang bisa diterapkan di rumah. Solusi selengkapnya yuk baca: Penyebab anak tidak mau makan nasi dan cara mengatasinya.

Berikan Asupan Protein yang Cukup

Protein memainkan peran penting dalam menjaga berat badan Si Kecil. Pastikan bahwa Si Kecil mendapatkan asupan protein sesuai kebutuhannya, dengan menu-menu seperti daging, ikan, telur, kacang-kacangan, serta produk susu. Masih ragu caranya menentukan susu yang tepat untuk melengkapi keperluan gizi Si Kecil? Yuk, temukan jawabannya di sini: Cara Memilih Susu Anak yang Sesuai dengan Kebutuhannya 

Protein memainkan peran penting dalam menjaga berat badan Si Kecil. Pastikan bahwa Si Kecil mendapatkan asupan protein sesuai kebutuhannya, dengan menu-menu seperti daging, ikan, telur, kacang-kacangan, serta produk susu. Sebab, protein berperan dalam membangun otot dan jaringan tubuh, serta membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh anak.

Pastikan untuk memilih sumber protein berkualitas tinggi dan rendah lemak, seperti daging tanpa lemak, ikan berlemak seperti salmon atau telur rebus. Selain itu, kombinasikan protein dengan karbohidrat kompleks serta lemak sehat untuk memberikan energi berkelanjutan bagi Si Kecil.

Berikan Sumber Karbohidrat yang Sehat dan Energi Tinggi

GroMoms dapat mencoba variasi makanan pengganti nasi untuk Si Kecil yang sulit makan dalam porsi besar. Misalnya, kentang, roti gandum utuh, pasta gandum utuh, quinoa, atau sereal rendah gula dapat menjadi pilihan sehat serta bergizi.  Selain itu, masih ada alternatif nasi lainnya yang dapat GroMoms berikan pada Si Kecil. Selengkapnya yuk baca: Pengganti nasi untuk anak yang susah makan.

Selain mengandung karbohidrat kompleks serta serat, makanan-makanan ini juga mengandung nutrisi penting seperti vitamin C, kalium, dan nutrisi lainnya. Dengan memperkenalkan berbagai alternatif karbohidrat ini, GroMoms dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya.

Berikan Susu Pertumbuhan 

Susu pertumbuhan mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan oleh anak untuk dapat bertumbuh kembang dengan optimal. Susu pertumbuhan kaya akan protein, kalsium, vitamin D, termasuk juga zat besi. Pilihlah susu pertumbuhan sesuai dengan usia anak. Selain itu, konsultasikan juga dengan dokter atau ahli gizi ya. 

Salah satu produk susu pertumbuhan yang dapat Moms coba adalah Morigro. Morigro mengandung nutrisi lengkap, untuk membantu anak yang susah makan mencapai berat badan ideal bagi usianya. Gizi dalam Morigro meliputi minyak ikan, prebiotik dan probiotik, 14 vitamin, 9 mineral, AA, DHA, serta omega 3. Pelajari lebih lanjut di sini Moms: Susu Morigro  

Morigro mendukung program ASI Eksklusif