Penerapan Feeding Rules yang Tepat Sesuai Anjuran IDAI

Ditulis oleh: Morigro
Cara penerapan feeding rules

Diperbarui: 27 Agustus 2026

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memiliki anjuran penerapan feeding rules yang dapat membantu mengatasi gangguan makan yang sering dialami oleh Si Kecil. Dengan mengikuti anjuran ini, GroMoms akan lebih mudah dalam memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil sehingga tumbuh kembangnya tetap optimal.

Ingin tahu lebih lengkap seperti apa penerapan feeding rules yang tepat? Yuk baca artikel ini hingga selesai dan temukan tips implementasinya agar proses ini lebih mudah dijalankan.

Pentingnya Menerapkan Feeding Rules

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, anak-anak berusia antara 1-3 tahun harus mengonsumsi sumber energi sekitar 1350 kkal per hari. Jumlah tersebut sesuai dengan kebutuhan usia dan tingkat aktivitas fisiknya.

Sementara itu, menurut IDAI, jika anak-anak kekurangan asupan sumber kalori, maka  tumbuh kembangnya dapat terhambat. Efeknya, berat badannya akan sulit bertambah. Tidak hanya itu, tinggi badannya juga sulit meningkat, sehingga tubuhnya sulit bertumbuh.

Dengan menerapkan feeding rules pada anak-anak, maka mereka akan memperoleh nutrisi yang dibutuhkannya selama masa tumbuh kembang dengan cukup. Kecukupan nutrisi ini ditandai antara lain dengan berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala yang normal.

Ketiga hal ini, berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala, juga merupakan indikator tumbuh kembang yang perlu dikenali. Memahami ketiga indikator tersebut dapat membantu deteksi dini jika terjadi gangguan pada tumbuh kembang Si Kecil. Untuk penjelasannya selengkapnya, yuk baca artikel berikut: Tabel Tumbuh Kembang Anak Usia Dini yang Ideal Menurut WHO

Cara Menerapkan Feeding Rules Menurut IDAI

Nah, bagaimana menerapkan feeding rules menurut IDAI? Ternyata, penerapannya dilakukan dengan mengatur jadwal makan, menciptakan kenyamanan suasana, dan menerapkan prosedur makan yang tepat. Inilah aturan yang harus dipahami:

Buat Jadwal Makan 

Jadwal makan yang teratur akan membuat Si Kecil terbiasa bersantap dengan baik. Penerapannya:

  • Menerapkan jadwal makan pada Si Kecil, berdasarkan menu utama dan cemilan.
  • GroMoms menyajikan 3 kali menu utama dan 2 kali camilan sebagai selingan.
  • Pemberian susu hanya 2-3 kali sehari.
  • Batasi durasi bersantap hanya sampai 30 menit, tidak boleh lebih.
  • Di antara jadwal tersebut, ia hanya boleh minum air putih sedikit.

Untuk informasi lebih lanjut, yuk pahami panduan jadwal makan Si Kecil berikut ini, khususnya untuk membantu mengoptimalkan berat badan Si Kecil, GroMoms: Panduan Jadwal Makan untuk Menambah Berat Badan Anak

Ciptakan Suasana Makan yang Nyaman 

Dengan merasa nyaman ketika makan, Si Kecil akan bersedia menyantap menu utamanya dengan sukarela.

  • Pastikan suasananya menyenangkan tanpa paksaan sedikit pun.
  • Sebaiknya jauhkan distraksi ketika makan seperti mainan, televisi, tablet atau ponsel.
  • Tidak memberikan makanan sebagai reward untuk Si Kecil. Misalnya, memberinya snack jika berhasil menghabiskan menu utama.

Terapkan Prosedur Makan yang Tepat 

Prosedur makan yang baik akan menciptakan pengalaman makan yang menyenangkan bagi Si Kecil.

  • Biarkan Si Kecil mencoba makanannya sendiri.
  • Hindari memaksa atau membujuknya ketika ia melakukan gerakan tutup mulut dan penolakan lainnya.
  • Jika ia tetap menolak makanannya tunggu hingga 10-15 menit lalu hentikan proses makan.

Tips Penerapan Feeding Rules 

Ketika menerapkan feeding rules, ada kalanya GroMoms akan menemui kendala. Ini tips untuk menerapkannya ya, Moms:

  • Jangan memaksa dan bernegosiasi dengan Si Kecil untuk menyuapkan sajiannya sendiri. Tunggu hingga ia mencobanya atas keinginannya.
  • Menyiapkan makanan dengan porsi kecil.
  • Mengajaknya makan bersama keluarga, agar ia merasa senang.
  • Membiarkannya menyuap makanannya sendiri.
  • Mendengarkan pendapatnya, khususnya jika ia memutuskan untuk berhenti ketika sudah kenyang.

Pada awal melakukan feeding rules, mungkin saja Si Kecil belum  mau mematuhi jadwal makannya. Namun, secara bertahap ia akan terbiasa dengan jadwal tersebut. Mengajaknya melakukan aktivitas fisik seperti olahraga dapat menjadi upaya mengosongkan perutnya. Dengan begitu, ketika masuk jadwal mengonsumsi menu utama, nafsu makannya akan timbul karena  ia  merasa lapar.

Moms, ada loh beberapa menu yang dapat meningkatkan nafsu makannya. Apa saja nih menunya? Yuk, lihat rekomendasimakanannya di sini: 7 Makanan Penambah Nafsu Makan Anak 

FAQ

Berapa kebutuhan kalori anak usia 1-3 tahun?

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, anak berusia 1-3 tahun perlu mengonsumsi sumber energi sekitar 1350 kkal per hari. Jumlah ini disesuaikan dengan usia dan tingkat aktivitas fisiknya. IDAI menyebutkan, kekurangan asupan kalori dapat menghambat pertambahan berat maupun tinggi badan Si Kecil.

Apa yang harus dilakukan jika anak menolak makan atau melakukan GTM?

Hindari memaksa atau membujuknya saat ia melakukan gerakan tutup mulut. Biarkan Si Kecil mencoba makanannya sendiri. Jika ia tetap menolak, tunggu hingga 10-15 menit, lalu hentikan proses makan. Dengarkan juga pendapatnya bila ia memutuskan berhenti karena sudah merasa kenyang.

Bolehkah memberikan makanan sebagai hadiah agar anak mau makan?

Tidak dianjurkan. Feeding rules melarang pemberian makanan sebagai reward, misalnya memberi snack jika Si Kecil berhasil menghabiskan menu utama. Selain itu, jauhkan distraksi seperti mainan, televisi, tablet, atau ponsel, dan pastikan suasana makan menyenangkan tanpa paksaan sedikit pun

Kalau anak susah makan dan berat badannya kurang, sebaiknya mulai dari perbaikan pola makan atau tambah susu nutrisi?

Mulai dari perbaikan pola makan melalui feeding rules, karena inilah pendekatan yang dianjurkan IDAI untuk mengatasi akar masalahnya. Susu pertumbuhan diberikan sebagai pelengkap dengan frekuensi 2-3 kali sehari, dan pemberiannya tetap perlu diatur agar tidak mengganggu nafsu makan Si Kecil saat jam makan utama.

Untuk anak picky eater, susu seperti apa yang biasanya direkomendasikan?

Susu yang mengandung nutrisi lengkap agar dapat menutup celah gizi dari menu makan yang terbatas. Morinaga Morigro mengandung minyak ikan, sumber protein, 14 vitamin & 9 mineral, serta probiotik dan prebiotik. Pemberiannya tetap mengikuti jadwal 2-3 kali sehari sesuai anjuran feeding rules. 


Referensi:

  • Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Diakses pada 21 Desember 2023. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf
  • IDAI. Sulit Makan pada Bayi dan Anak. Diakses pada tanggal 21 Desember 2023. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/sulit-makan-pada-bayi-dan-anak
  • IDAI. Pentingnya Jadwal Makan Anak. Diakses pada tanggal 21 Desember 2023. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pentingnya-mengatur-jadwal-makan-anak 
Morigro mendukung program ASI Eksklusif