Si Kecil terlihat lebih kurus dibandingkan teman seusianya? Wajar kalau GroMoms mulai bertanya-tanya, apakah ada nutrisi yang belum terpenuhi. Ada tujuh nutrisi yang bisa menjadi fokus evaluasi, yaitu energi dan lemak sehat, protein, zat besi, zinc, vitamin A, vitamin D, serta kalsium. Ketujuhnya berperan dalam mendukung kebutuhan energi, pertumbuhan jaringan, fungsi tubuh, dan kesehatan tulang. Namun, anak yang bertubuh kurus belum tentu mengalami kekurangan semua zat gizi tersebut. Kebutuhannya perlu dinilai berdasarkan pola makan, pertumbuhan, dan kondisi kesehatan Si Kecil.
Anak yang terlihat kurus mungkin memiliki asupan energi yang belum mencukupi atau pola makan yang kurang beragam. Akibatnya, bukan hanya kalori, beberapa vitamin dan mineral juga berpotensi belum terpenuhi.
Kementerian Kesehatan mencatat prevalensi balita dengan berat badan kurang (underweight) di Indonesia mencapai 15,9% berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.⁽⁾ Angka tersebut menggambarkan masalah berat badan menurut umur, bukan berarti seluruh anak dalam kelompok tersebut mengalami kekurangan tujuh nutrisi yang sama.
Untuk memahami langkah awal ketika status gizi Si Kecil terlihat bermasalah, GroMoms bisa membaca panduan 5 langkah pertama saat status gizi Si Kecil terlihat bermasalah. Fokus artikel ini adalah mengenali zat gizi yang bisa dievaluasi dan sumber makanan untuk membantu melengkapinya.
Ada beberapa kondisi yang bisa membuat kebutuhan gizi Si Kecil belum terpenuhi.
Pertama, porsi makan yang kecil dapat membatasi jumlah energi dan zat gizi yang masuk. Kedua, kebiasaan pilih-pilih makanan bisa membuat menu harian kurang bervariasi. Ketiga, anak yang sering sakit mungkin mengalami penurunan nafsu makan sehingga asupannya ikut berkurang.
Kondisi tersebut tidak otomatis menunjukkan defisiensi vitamin atau mineral tertentu. Karena itu, GroMoms sebaiknya mengevaluasi kebiasaan makan dan tren pertumbuhan, bukan langsung memberikan suplemen berdasarkan bentuk tubuh Si Kecil.
Baca juga: Agar Anak Mau Makan dan Gemuk Mencapai Berat Badan Ideal: 10 Strategi Aman & Sehat
Energi menjadi bahan bakar untuk aktivitas sehari-hari sekaligus mendukung pertumbuhan. Jika asupan energi terus-menerus tidak mencukupi, tubuh dapat menggunakan cadangan energi dan jaringan tubuh untuk memenuhi kebutuhannya.
Sumber energi dan lemak dapat diperoleh dari nasi, kentang, roti, alpukat, ikan berlemak, serta minyak sehat dalam masakan. Santan atau mentega juga bisa digunakan secukupnya sebagai bagian dari menu seimbang. Lemak sehat berbeda dari kebiasaan mengandalkan gorengan dan camilan tinggi gula sebagai sumber tambahan kalori.
Protein membantu membentuk dan memelihara otot serta jaringan tubuh. Sumbernya antara lain telur, ayam, ikan, daging, tahu, tempe, dan susu. Usahakan setiap waktu makan menyertakan sumber protein, misalnya telur dadar saat sarapan dan ikan saat makan siang.
Zat besi dibutuhkan untuk membentuk hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia dan perlu dievaluasi jika Si Kecil tampak mudah lelah, pucat, atau memiliki pola makan berisiko. Sumber zat besi meliputi daging merah, hati ayam, ikan, telur, dan kacang-kacangan. Bayam juga mengandung zat besi, tetapi penyerapannya berbeda dari sumber hewani.
Zinc atau seng berperan dalam pembelahan sel, kerja enzim, dan pertumbuhan. Kekurangan zinc dapat menjadi salah satu hal yang perlu dievaluasi, terutama jika pola makan Si Kecil terbatas.
Sumber zinc antara lain daging, kerang, hati, telur, kacang-kacangan, biji-bijian, dan susu. Sebuah meta-analisis menemukan tambahan pertumbuhan panjang badan sekitar 0,37 cm pada kelompok studi anak di bawah lima tahun yang menerima suplementasi zinc preventif 10 mg per hari selama 24 minggu dibandingkan plasebo.⁽⁾ Temuan tersebut berasal dari kondisi penelitian tertentu, bukan alasan untuk memberikan zinc sendiri tanpa arahan tenaga kesehatan.
Vitamin A mendukung fungsi penglihatan, sistem kekebalan tubuh, dan pertumbuhan sel. GroMoms bisa memenuhi kebutuhan melalui hati, kuning telur, wortel, ubi berwarna oranye, bayam, dan pepaya. Variasikan sumber hewani dan nabati agar menu Si Kecil tidak bergantung pada satu jenis makanan.
Vitamin D membantu penyerapan kalsium di usus dan mineralisasi tulang. Sumbernya termasuk ikan berlemak, kuning telur, dan makanan atau susu yang difortifikasi vitamin D. Aktivitas di luar ruangan pada pagi hari juga bisa menjadi bagian rutinitas, dengan tetap memperhatikan keamanan paparan matahari.
Kalsium merupakan mineral penting untuk pembentukan dan pemeliharaan tulang serta gigi. Sumbernya dapat berasal dari susu, keju, ikan teri yang dimakan bersama tulangnya, tahu yang menggunakan bahan penggumpal berkalsium, dan brokoli. Anak yang porsi makannya terbatas perlu dievaluasi agar asupan kalsium dan zat gizi lainnya tetap memadai.
Angka Kecukupan Gizi (AKG) di bawah ini merupakan acuan asupan harian berdasarkan kelompok usia dalam Permenkes Nomor 28 Tahun 2019.⁽⁾ Angka ini bukan dosis suplemen dan bukan kebutuhan tambahan khusus untuk anak yang bertubuh kurus.
| Nutrisi | Peran singkat | Sumber makanan | AKG 1–3 tahun | AKG 4–6 tahun | AKG 7–9 tahun |
| Energi | Bahan bakar tubuh | Nasi, kentang, roti, alpukat | 1.350 kkal | 1.400 kkal | 1.650 kkal |
| Protein | Membentuk jaringan | Telur, ayam, ikan, tempe | 20 g | 25 g | 40 g |
| Zat besi | Membentuk hemoglobin | Daging, hati, telur, kacang | 7 mg | 10 mg | 10 mg |
| Zinc | Mendukung fungsi enzim dan pertumbuhan | Daging, kerang, telur | 3 mg | 5 mg | 5 mg |
| Vitamin A | Mendukung imunitas dan penglihatan | Hati, telur, wortel, ubi oranye | 400 RE | 450 RE | 500 RE |
| Vitamin D | Membantu penyerapan kalsium | Ikan berlemak, telur, pangan fortifikasi | 15 mcg | 15 mcg | 15 mcg |
| Kalsium | Menjaga tulang dan gigi | Susu, keju, ikan teri, tahu | 650 mg | 1.000 mg | 1.000 mg |
RE = retinol equivalent; mcg = mikrogram. AKG merupakan acuan populasi, sehingga kebutuhan individu dapat berbeda sesuai kondisi dan penilaian tenaga kesehatan.
Baca juga: Makanan Penambah Nafsu Makan Anak: 15 Pilihan Makanan Bergizi
GroMoms bisa mulai dengan menyusun menu yang menggabungkan sumber karbohidrat, protein, sayur, buah, dan lemak. Contohnya, nasi dengan telur dadar, sayur bayam, tempe, dan pepaya. Kombinasi ini memberikan energi, protein, zat besi, zinc, serta sejumlah vitamin. Tambahkan sumber kalsium dan vitamin D sesuai kebutuhan, misalnya susu atau pangan fortifikasi yang sesuai.
Untuk camilan, GroMoms dapat memilih alpukat, yogurt, puding susu, atau kacang yang dihaluskan maupun disajikan sesuai kemampuan mengunyah Si Kecil. Berikan porsi yang sesuai usia dan hindari kacang utuh pada anak kecil karena berisiko menyebabkan tersedak.
Jika menu harian masih sulit lengkap, susu yang diperkaya dapat menjadi pendamping makanan utama. Morigro menyediakan 180 kkal per sajian serta mengandung kalsium, vitamin D, vitamin A, C, E, dan zinc. Tetap utamakan makanan beragam karena susu tidak menggantikan seluruh kebutuhan dari makanan padat.
Suplemen sebaiknya diberikan atas anjuran dokter setelah pola makan dan kondisi anak dievaluasi. Dengan demikian, GroMoms tidak perlu menebak-nebak nutrisi yang kurang atau memberikan vitamin dan mineral berlebihan. Mengenali tujuh nutrisi ini dapat membantu GroMoms menyusun menu lebih terarah, sekaligus menjadi bahan diskusi saat berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi.
Baca juga: Cara Memantau Pertumbuhan Anak di Rumah, dari Berat Badan, Lingkar Kepala, hingga IMT
Tujuh nutrisi yang perlu diperhatikan adalah energi dan lemak sehat, protein, zat besi, zinc, vitamin A, vitamin D, serta kalsium. Namun, tidak semua anak kurus mengalami defisiensi yang sama. Jenis nutrisi yang perlu ditingkatkan bergantung pada variasi makanan, pola pertumbuhan, dan kondisi kesehatan Si Kecil.
Tidak selalu. Anak yang bertubuh kurus belum tentu mengalami kekurangan zat besi atau anemia. Jika Si Kecil tampak pucat, mudah lelah, atau memiliki pola makan yang rendah zat besi, konsultasikan kepada dokter. Dokter dapat menentukan apakah pemeriksaan hemoglobin, feritin, atau pemeriksaan lain diperlukan.
Menurut AKG 2019, acuan protein harian adalah 20 gram untuk usia 1–3 tahun, 25 gram untuk usia 4–6 tahun, dan 40 gram untuk usia 7–9 tahun. Angka tersebut merupakan acuan populasi, bukan kebutuhan tambahan khusus anak kurus. Dokter atau ahli gizi dapat membantu menilai kebutuhan berdasarkan kondisi Si Kecil.
Tidak. Susu dapat membantu melengkapi asupan energi, protein, kalsium, atau vitamin tertentu sesuai kandungannya. Namun, makanan utama yang beragam tetap dibutuhkan untuk menyediakan berbagai nutrisi lain, termasuk zat besi, zinc, serat, dan zat gizi dari kelompok makanan berbeda.
Tidak otomatis. Langkah awalnya adalah mengevaluasi pola makan dan pertumbuhan Si Kecil bersama tenaga kesehatan. Suplemen dapat dipertimbangkan jika ada kebutuhan khusus atau defisiensi yang perlu ditangani. Vitamin A dan D, misalnya, dapat menumpuk jika dikonsumsi berlebihan, sehingga dosis suplemen tidak sebaiknya ditentukan sendiri.