Apakah Kalsium Benar-benar Bisa Menambah Tinggi Badan Anak?

Ditulis oleh: Morigro
Apakah Kalsium Benar-benar Bisa Menambah Tinggi Badan Anak?

“Minum susu yang banyak biar cepat tinggi!” Kalimat ini mungkin sering GroMoms dengar sejak kecil. Benarkah begitu? Jawabannya GroMoms kalsium tidak otomatis membuat Si Kecil lebih tinggi tetapi tetap penting untuk membentuk tulang yang kuat. Pertambahan panjang tulang membutuhkan berbagai proses biologis dan nutrisi yang bekerja bersama. Kalsium berperan dalam mineralisasi tulang sedangkan vitamin D membantu penyerapannya. Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) Indonesia 2019 kebutuhan kalsium anak usia 1–3 tahun adalah 650 mg per hari sedangkan usia 4–9 tahun membutuhkan 1.000 mg per hari.

Kalsium Menguatkan Tulang tapi Tidak Otomatis Menambah Tinggi

Kalsium membantu pembentukan dan pemeliharaan tulang, tetapi mengonsumsi lebih banyak kalsium tidak otomatis membuat anak bertambah tinggi. GroMoms perlu membedakan kepadatan mineral tulang (bone mineral density) dengan pertambahan panjang tulang (linear growth).

Sebuah meta-analisis yang diterbitkan di jurnal BMJ meninjau 19 uji klinis dengan total 2.859 anak sehat berusia di bawah 18 tahun. Hasilnya, suplementasi kalsium tidak memberikan efek berarti pada kepadatan tulang di leher tulang paha maupun tulang belakang bagian pinggang, meskipun ditemukan efek kecil pada tulang lengan atas.

Di sisi lain, tinjauan sistematis de Beer menemukan bahwa suplementasi produk susu dalam sejumlah penelitian berkaitan dengan tambahan pertumbuhan rata-rata sekitar 0,4 cm per tahun untuk setiap kurang lebih 245 ml susu yang dikonsumsi per hari. Namun, hasil ini tidak menjamin setiap anak akan bertambah tinggi dengan jumlah yang sama. Produk susu mengandung beragam nutrisi, bukan hanya kalsium, dan hasil pertumbuhan juga dipengaruhi kondisi anak serta kualitas penelitian.

Artinya, kalsium tetap perlu dicukupi, tetapi bukan sebagai satu-satunya cara untuk menambah tinggi badan.

Cara Tulang Anak Memanjang di Lempeng Pertumbuhan

Lempeng pertumbuhan (growth plate) merupakan area tulang rawan di ujung tulang panjang yang memungkinkan tulang bertambah panjang selama masa pertumbuhan. Proses ini melibatkan beberapa tahap:

  1. Sel tulang rawan membelah. Sel-sel di lempeng pertumbuhan berkembang biak sehingga jaringan dapat bertambah.
  2. Sel membesar dan tersusun. Sel tulang rawan mengalami perubahan ukuran dan organisasi jaringan.
  3. Terjadi mineralisasi. Kalsium dan fosfat membantu proses pembentukan mineral pada jaringan tulang.
  4. Jaringan berubah menjadi tulang keras. Jaringan yang terbentuk mengalami proses pematangan sehingga tulang bertambah panjang.

Kalsium terutama penting dalam proses mineralisasi, tetapi pembelahan sel dan pertumbuhan jaringan juga dipengaruhi hormon, protein, zinc, kesehatan, serta faktor lainnya. Setelah lempeng pertumbuhan menutup pada akhir masa pertumbuhan, tulang panjang tidak lagi bertambah panjang melalui mekanisme yang sama.

GroMoms bisa membaca 4 pilar tumbuh tinggi optimal untuk memahami faktor lain yang ikut mendukung pertumbuhan Si Kecil.

Kalsium Butuh Vitamin D agar Terserap Optimal

Vitamin D membantu usus menyerap kalsium dari makanan dan minuman. Tanpa asupan vitamin D yang cukup, tubuh tidak dapat memanfaatkan kalsium secara optimal untuk menjaga keseimbangan mineral dan mendukung pembentukan tulang.

Menurut NIH Office of Dietary Supplements, penyerapan bersih kalsium pada bayi dan anak kecil dapat mencapai sekitar 60%, meskipun nilainya dipengaruhi usia dan jumlah kalsium yang dikonsumsi. Jadi, memenuhi kebutuhan kalsium bukan hanya soal banyaknya susu yang diminum, tetapi juga kecukupan nutrisi secara keseluruhan.

Untuk mengenal sumber vitamin D dan nutrisi pendukung lain, GroMoms dapat membaca artikel terkait vitamin untuk pertumbuhan anak.

Kebutuhan Kalsium Anak per Usia Menurut AKG 2019

Kebutuhan kalsium bertambah seiring pertumbuhan. Tabel berikut membandingkan Angka Kecukupan Gizi Indonesia dengan batas atas asupan harian yang ditetapkan berdasarkan referensi NIH dan National Academies.

Kebutuhan dan Batas Aman Kalsium Anak per Hari

UsiaAKG Kalsium (Permenkes 28/2019)Batas Atas Aman (UL)Gambaran Pemenuhan
1–3 tahun650 mg2.500 mgSekitar dua gelas susu ditambah sumber kalsium dari makanan
4–6 tahun1.000 mg2.500 mgKombinasi susu, yogurt atau keju, tahu, dan ikan teri
7–9 tahun1.000 mg2.500 mg hingga usia 8 tahun; 3.000 mg pada usia 9 tahunVariasi sumber kalsium dalam menu harian
10–12 tahun1.200 mg3.000 mgKombinasi susu dan berbagai sumber kalsium dari makanan

Catatan: Batas atas aman (Tolerable Upper Intake Level atau UL) bukan target yang perlu dicapai. Angka tersebut merupakan batas total asupan harian dari makanan, minuman, dan suplemen yang dinilai tidak mungkin menimbulkan efek merugikan pada kebanyakan orang sehat.

Sebagai gambaran, Tabel Komposisi Pangan Indonesia mencantumkan sekitar 143 mg kalsium per 100 gram susu sapi segar. Dengan perkiraan berat sekitar 200 gram untuk segelas 200 ml, jumlahnya setara kurang lebih 280 mg kalsium. Kandungan sebenarnya dapat berbeda menurut jenis dan produk susu.

Karena itu, susu bisa membantu memenuhi kebutuhan kalsium, tetapi Si Kecil tetap memerlukan sumber nutrisi lain dari makanan sehari-hari.

Bisakah Anak Kelebihan Kalsium?

Bisa, meskipun kelebihan kalsium umumnya lebih sulit terjadi hanya dari pola makan biasa. Risiko dapat meningkat bila anak mengonsumsi suplemen kalsium dosis tinggi tanpa kebutuhan atau pengawasan yang tepat.

Asupan kalsium berlebihan dapat menimbulkan keluhan seperti sembelit dan mual. Pada kondisi yang berat, kadar kalsium darah bisa meningkat (hiperkalsemia) dan mengganggu fungsi tubuh.

Karena itu, GroMoms tidak perlu memberikan suplemen hanya karena berharap Si Kecil tumbuh lebih tinggi. Bila asupan makanannya terbatas atau ada dugaan kekurangan nutrisi, konsultasikan kebutuhan suplemen dengan dokter terlebih dahulu.

Sumber Kalsium Harian yang Mudah Diterima Anak

Sumber kalsium yang dapat dimasukkan ke menu harian antara lain susu, yogurt, keju, ikan teri, tahu, serta beberapa sayuran hijau. Variasikan bahan tersebut sesuai selera dan kebutuhan Si Kecil.

Kalau Si Kecil masih susah menghabiskan lauk sumber kalsium, GroMoms dapat mempertimbangkan susu yang diperkaya kalsium dan vitamin D sebagai pelengkap. Morigro, misalnya, dapat mendampingi menu harian tanpa menggantikan makanan utama. Informasi lebih lanjut dapat dibaca dalam artikel susu tinggi kalsium untuk pertumbuhan Si Kecil.

GroMoms juga bisa mempelajari manfaat kalsium dan makanan kesukaan Si Kecil yang mengandung kalsium.

Jadi, GroMoms tidak perlu buru-buru mencari satu nutrisi yang dianggap bisa meninggikan badan. Penuhi kebutuhan kalsium, vitamin D, protein, dan nutrisi lainnya dari makanan beragam. Jika pertumbuhan tinggi badan Si Kecil melambat atau GroMoms memiliki kekhawatiran tentang kurva pertumbuhannya, konsultasikan dengan dokter anak.

FAQ

Berapa kebutuhan kalsium anak per hari?

Menurut AKG Indonesia 2019 kebutuhan kalsium adalah 650 mg per hari untuk anak usia 1–3 tahun 1.000 mg untuk usia 4–9 tahun dan 1.200 mg untuk usia 10–12 tahun. Angka ini mencakup asupan dari makanan dan minuman sehari-hari.

Apakah anak yang banyak minum susu pasti lebih tinggi?

Tidak. Susu menyediakan kalsium, protein, dan nutrisi lain, tetapi tidak menjamin anak menjadi lebih tinggi. Pertumbuhan dipengaruhi faktor genetik, asupan gizi keseluruhan, kesehatan, dan proses pertumbuhan tulang. Minum susu berlebihan juga dapat membuat anak kenyang dan mengurangi nafsu makan terhadap makanan utama.

Apa tanda anak kekurangan kalsium?

Kekurangan ringan tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas. Dalam jangka panjang, asupan kalsium yang tidak memadai dapat memengaruhi kesehatan tulang. Kekurangan vitamin D yang berat juga dapat menyebabkan rakitis. Jangan mendiagnosis sendiri berdasarkan gejala saja; konsultasikan dengan dokter jika GroMoms khawatir dengan asupan atau pertumbuhan Si Kecil.

Apakah anak yang tidak suka susu perlu suplemen kalsium?

Belum tentu. Kebutuhan kalsium juga dapat dipenuhi melalui yogurt, keju, tahu, ikan teri, dan sumber makanan lain yang sesuai. Suplemen hanya perlu dipertimbangkan bila asupan tidak mencukupi atau ada indikasi medis, dengan arahan dokter.

Kalsium sebaiknya dikonsumsi bersama apa agar terserap baik?

Vitamin D membantu penyerapan kalsium di usus. Kalsium dapat diperoleh dari beberapa waktu makan melalui makanan yang beragam, sehingga GroMoms tidak harus mengandalkan satu jenis makanan atau suplemen untuk memenuhi kebutuhan harian Si Kecil.

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk masyarakat Indonesia.
  2. Winzenberg, T., Shaw, K., Fryer, J., & Jones, G. (2006). Effects of calcium supplementation on bone density in healthy children: Meta-analysis of randomised controlled trials. BMJ, 333(7572), 775. https://www.bmj.com/content/333/7572/775
  3. de Beer, H. (2012). Dairy products and physical stature: A systematic review and meta-analysis of controlled trials. Economics & Human Biology, 10(3), 299–309. https://doi.org/10.1016/j.ehb.2011.08.003
  4. National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements. (n.d.). Calcium: Fact sheet for health professionals. Diakses 14 Oktober 2026 dari https://ods.od.nih.gov/factsheets/Calcium-HealthProfessional/
  5. Institute of Medicine. (2011). Dietary reference intakes for calcium and vitamin D. The National Academies Press. https://nap.nationalacademies.org/catalog/13050/dietary-reference-intakes-for-calcium-and-vitamin-d
  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Tabel komposisi pangan Indonesia 2017. Kementerian Kesehatan RI.

Morigro mendukung program ASI Eksklusif