Mencari susu anak 3 tahun untuk menambah BB tidak cukup hanya melihat berapa tinggi kalorinya. Susu perlu dilihat sebagai bagian dari pola makan harian yang tetap mencakup makanan utama dan camilan bergizi. Morinaga Morigro merupakan susu dengan formula GROMAX yang mengandung Minyak Ikan (Fish Oil), Bifidobacterium Longun BB536, tinggi vitamin A, C, D, E, Kalsium & Zinc, AA, DHA, Omega 3 & Omega 6, sumber Zat Besi & Kolin Artikel ini membahas kandungan tersebut dan bagaimana memposisikannya sebagai pelengkap asupan anak, bukan pengganti makanan utama.
Berikut kandungan yang tercantum pada informasi produk resmi Morigro.
| Kandungan | Jumlah per Saji | Peran dalam Melengkapi Asupan |
| Energi | 180 kkal | Membantu menambah asupan energi harian |
| Protein | 5 g | Mendukung kebutuhan protein untuk pertumbuhan dan perkembangan |
| Lemak total | 7 g | Menyumbang energi dalam jumlah yang relatif padat |
| Omega-3 | 100 mg | Melengkapi asupan asam lemak omega-3 |
| DHA | 26 mg | Bagian dari kandungan asam lemak yang mendukung kebutuhan nutrisi |
| 14 vitamin & 9 mineral | Sesuai informasi produk | Membantu melengkapi kebutuhan berbagai mikronutrien |
Morigro juga mencantumkan minyak ikan, omega-6, kalsium, vitamin D, serta kombinasi probiotik BB536 dan Prebiotik serat FOS dalam formulanya.
Anak usia 3 tahun termasuk kelompok umur 1–3 tahun dalam acuan Angka Kecukupan Gizi Indonesia. Permenkes No. 28 Tahun 2019 menetapkan kebutuhan rata-rata kelompok ini sebesar 1.350 kkal energi, 20 gram protein, 45 gram lemak, dan 0,7 gram omega-3 per hari.
Angka tersebut merupakan acuan kelompok usia, bukan target yang harus dipenuhi hanya melalui susu. Kebutuhan sehari-hari tetap perlu berasal dari kombinasi makanan dan minuman yang beragam.
Kalori dibutuhkan tubuh untuk menjalankan aktivitas sekaligus mendukung proses pertumbuhan. Satu sajian Morigro yang tercantum dalam informasi produk memberikan 180 kkal.
Bagi anak yang tidak mau makan atau sulit menghabiskan makanan dalam porsi besar, makanan atau minuman dengan kepadatan energi yang baik dapat membantu melengkapi asupan harian. Namun, susu tidak seharusnya menjadi satu-satunya strategi untuk menaikkan berat badan.
Protein merupakan salah satu zat gizi penting untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh. Morigro mencantumkan 5 gram protein per sajian.
Sebagai gambaran, kebutuhan protein kelompok anak usia 1–3 tahun dalam Permenkes No. 28 Tahun 2019 adalah 20 gram per hari. Artinya, protein dari susu dapat menjadi salah satu bagian dari total asupan harian, bersama telur, ikan, ayam, daging, tahu, tempe, dan sumber protein lainnya.
Baca Juga: Kecanduan Gadget Saat Jam Makan, Benarkah Jadi Penyebab Anak Tidak Mau Makan Sama Sekali?
Morigro mencantumkan 7 gram lemak total serta 100 mg omega-3 per sajian, termasuk omega-3 dari minyak ikan. Lemak memiliki kepadatan energi yang lebih tinggi dibandingkan protein dan karbohidrat, sehingga dapat membantu menambah energi tanpa harus membuat volume makanan terlalu besar.
Untuk anak usia 1–3 tahun, Permenkes mencantumkan kebutuhan omega-3 sebesar 0,7 gram atau 700 mg per hari. Namun, angka tersebut merupakan kebutuhan kelompok usia secara keseluruhan dan tidak berarti seluruhnya harus berasal dari susu.
CHOA juga merekomendasikan pendekatan makanan tinggi kalori dan protein untuk anak tertentu yang membutuhkan dukungan asupan, misalnya dengan menambahkan sumber lemak seperti minyak, alpukat, produk susu, atau keju ke makanan. Prinsipnya sama: meningkatkan kepadatan energi tanpa hanya memperbesar porsi.
Selain makronutrien, Morigro mencantumkan 14 vitamin dan 9 mineral, termasuk kalsium, vitamin D, zat besi, zinc, dan vitamin A, C, serta E. Berbagai mikronutrien tersebut membantu melengkapi pola makan harian anak.
Namun, kandungan vitamin dan mineral dalam susu tidak berarti susu dapat menggantikan makanan utama. Anak tetap membutuhkan variasi menu makanan untuk memperoleh berbagai zat gizi dalam jumlah dan bentuk yang sesuai.
Cara penyajian sebaiknya selalu mengikuti petunjuk pada kemasan Morigro. Pada halaman produk resmi Morigro, instruksi penyajian yang tercantum adalah menggunakan air matang hangat dan takaran bubuk sesuai sendok takar produk.
Jangan mengubah konsentrasi susu dengan menambah bubuk atau mengurangi air secara sembarangan. Setelah diseduh, susu sebaiknya segera dikonsumsi sesuai petunjuk penyimpanan dan penyajian produk.
Baca Juga: Nafsu Makan Anak Tiba-Tiba Turun? Kenali Faktor Pemicu dan Solusinya
Yang juga penting adalah waktu pemberian. Susu sebaiknya tidak diberikan terus-menerus sepanjang hari karena dapat membuat anak terlalu kenyang dan mengurangi keinginan makan makanan utama.
Untuk anak yang sulit naik berat badannya, susu tetap ditempatkan sebagai pelengkap. Makanan utama tetap perlu menyediakan karbohidrat, protein, sayur, buah, dan sumber lemak.
Orang tua juga dapat membaca Susu Penambah Berat Badan Anak, Pilihan Tepat Si Kecil untuk memahami cara memilih susu berdasarkan kandungan dan kebutuhan anak.
Informasi produk resmi Morigro mencantumkan 180 kkal, 5 gram protein, 7 gram lemak, 100 mg omega-3, 26 mg DHA, serta 14 vitamin dan 9 mineral per sajian.
Morigro mencantumkan 100 mg omega-3 per sajian. Sementara itu, Permenkes No. 28 Tahun 2019 mencantumkan kebutuhan omega-3 sebesar 0,7 gram atau 700 mg per hari untuk kelompok usia 1–3 tahun. Jadi, omega-3 dari satu sajian susu hanya menjadi salah satu bagian dari total asupan harian, yang juga dapat berasal dari makanan lain.
Ikuti petunjuk penyajian pada kemasan produk yang digunakan. Jangan menambah frekuensi atau jumlah secara berlebihan hanya dengan tujuan mempercepat kenaikan berat badan. Kebutuhan setiap anak berbeda dan total asupan harian tetap perlu diperhatikan.
Bisa, selama ditempatkan sebagai pelengkap. Anak tetap membutuhkan makanan utama yang beragam untuk memenuhi kebutuhan energi, protein, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya.
Minum susu terlalu banyak dapat membuat anak cepat kenyang sehingga asupan makanan utamanya berkurang. Karena itu, pemberian susu perlu disesuaikan dengan pola makan anak secara keseluruhan dan petunjuk produk.