Makanan Penambah Nafsu Makan Anak: 15 Pilihan Makanan Bergizi

dr. Theresia Sugiarto
Ditulis oleh: Morigro
Ditinjau oleh:
Makan penambah nafsu makan anak

Tidak ada satu makanan yang secara langsung merangsang nafsu makan anak. Yang terbukti membantu adalah makanan padat gizi yang memperbaiki akar penyebabnya, terutama sumber zinc, protein hewani berkualitas, dan minyak ikan. Zinc berperan dalam fungsi indra pengecap dan regulasi rasa lapar sehingga kekurangannya dapat menurunkan selera makan. Kuncinya bukan menambah volume makanan, melainkan meningkatkan densitas gizi melalui porsi kecil yang kaya energi, disertai pola 3 makan utama + 2 selingan tanpa memaksa anak makan. Bila berat badan anak tidak naik selama dua bulan berturut-turut, konsultasikan dengan dokter anak.

Masalah asupan gizi pada balita masih menjadi tantangan di Indonesia. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi underweight sebesar 15,9%, wasting 8,5%, dan stunting 21,5%. Selain itu, 96,7% penduduk usia ≥5 tahun masih kurang mengonsumsi sayur dan buah, menunjukkan bahwa kualitas makanan sama pentingnya dengan jumlah makanan. Oleh karena itu, ketika orang tua mencari makanan penambah nafsu makan atau makanan agar berat badan anak naik, fokus utamanya adalah memenuhi kebutuhan zat gizi yang mendukung pertumbuhan dan metabolisme.

Apakah Ada Makanan yang Benar-Benar Bisa Menambah Nafsu Makan Anak?

Tidak ada makanan yang bekerja seperti obat perangsang nafsu makan. Pada anak sehat, rasa lapar dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi kesehatan, aktivitas, kualitas tidur, hingga kecukupan zat gizi. Karena itu, pendekatan yang dianjurkan bukan mencari satu makanan “ajaib”, melainkan memperbaiki kualitas makanan, jadwal makan, dan kebiasaan makan melalui responsive feeding.

Cara Kerjanya: Memperbaiki Akar Masalah, Bukan “Merangsang”

Makanan padat gizi membantu anak susah makan melalui tiga cara. Pertama, memperbaiki kemungkinan kekurangan mikronutrien seperti zinc, zat besi, dan vitamin A. Kedua, meningkatkan densitas energi sehingga setiap suapan mengandung lebih banyak kalori dan zat gizi. Ketiga, membantu membentuk kembali siklus lapar dan kenyang melalui jadwal makan yang teratur.

Pendekatan ini lebih efektif dibandingkan memaksa anak menghabiskan makanan. Bila nafsu makan anak tiba-tiba menurun setelah sebelumnya baik, orang tua juga perlu mencari penyebabnya. Pembahasan lebih lengkap tersedia pada artikel Nafsu Makan Anak Tiba-Tiba Turun: 8 Penyebab & Cara Mengatasinya.

Peran Zinc, Protein Hewani, dan minyak ikan

Zinc merupakan mineral yang paling sering dikaitkan dengan nafsu makan karena berperan pada fungsi indra pengecap, aktivitas enzim pencernaan, sistem imun, dan pertumbuhan sel. Kekurangan zinc dapat membuat makanan terasa kurang menarik sehingga anak makan lebih sedikit.

Telaah sistematis Chao dkk. (2018) menunjukkan bahwa kecukupan zinc berkaitan dengan perbaikan pertumbuhan linear anak, sedangkan penelitian Khademian dkk. (2014) menemukan bahwa suplementasi zinc pada anak prasekolah meningkatkan asupan energi dan memperbaiki perilaku makan.

Selain zinc, protein hewani menyediakan asam amino esensial untuk pertumbuhan, sedangkan minyak ikan membantu memenuhi kebutuhan energi pada anak yang porsi makannya masih kecil.

Kebutuhan Gizi Harian Anak Menurut AKG 2019

Kelompok UsiaEnergi (kkal)Protein (g)Lemak (g)Zinc (mg)Vitamin A (mcg RE)
1–3 tahun1.35020453400
4–6 tahun1.40025505450

Sumber: Permenkes RI Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi (AKG).

15 Makanan Penambah Nafsu Makan Anak dan Kandungan Utamanya

Makanan berikut dikelompokkan berdasarkan zat gizi yang paling berperan pada nafsu makan dan pertumbuhan anak. Porsi anjuran mengacu pada AKG 2019 untuk usia 1–3 tahun.

Zinc: Mendukung Fungsi Pengecap dan Nafsu Makan

Kebutuhan zinc anak usia 1–3 tahun adalah 3 mg per hari dan paling mudah dipenuhi dari pangan hewani karena penyerapannya lebih baik.

Makanan SumberPorsi Anjuran per Sajian (1–3 tahun)Usia Mulai Aman
Hati ayam20–30 g≥1 tahun
Daging sapi30–40 g≥9 bulan
Telur1 butir≥6 bulan
Kerang20–30 g≥1 tahun
Kacang merah/kacang hijau2–3 sdm≥8 bulan

Baca Juga: Agar Anak Mau Makan dan Mencapai Berat Badan Ideal: 10 Strategi Aman & Sehat Tanpa Memaksa

Protein: Membangun Jaringan Tubuh dan Menunjang Pertumbuhan

Kebutuhan protein anak usia 1–3 tahun adalah 20 gram per hari. Variasikan sumbernya agar anak tidak bosan sekaligus memperoleh zat gizi yang lebih beragam.

Makanan SumberPorsi Anjuran per Sajian (1–3 tahun)Usia Mulai Aman
Ayam30–40 g≥6 bulan
Ikan (kembung/salmon/tuna)30–40 g≥6 bulan
Udang20–30 g≥1 tahun
Daging kambing tanpa lemak25–30 g≥1 tahun
Yogurt tanpa gula100 ml≥8 bulan

Lemak dan Energi Padat: Menambah Kalori tanpa Memperbesar Porsi

Kebutuhan energi anak usia 1–3 tahun adalah 1.350 kkal dengan lemak 45 gram per hari. Bahan-bahan ini cukup ditambahkan pada makanan yang sudah biasa dikonsumsi anak.

Makanan SumberPorsi Anjuran per Sajian (1–3 tahun)Usia Mulai Aman
Alpukat¼–½ buah≥6 bulan
Keju15–20 g≥8 bulan
Santan1–2 sdm≥1 tahun
Selai kacang tanpa gula1 sdm≥1 tahun

Omega-3: Mendukung Pertumbuhan dan Perkembangan Otak

Dosis omega-3 mengikuti anjuran pada kemasan produk atau rekomendasi dokter.

Makanan SumberPorsi Anjuran per Sajian (1–3 tahun)Usia Mulai Aman
Minyak ikanSesuai anjuran produkSesuai produk/dokter

Pembahasan lengkap mengenai manfaat, dosis per usia, dan kaitan minyak ikan dengan nafsu makan dapat dibaca pada artikel Minyak Ikan untuk Anak: Manfaat, Dosis per Usia, dan Kaitannya dengan Nafsu Makan.

Catatan: Porsi di atas merupakan panduan umum per sajian, bukan total kebutuhan harian. Usia mulai berlaku untuk anak tanpa kondisi medis khusus, dan tekstur makanan tetap harus disesuaikan dengan kemampuan makan masing-masing anak.

Cara Menyajikan agar Anak Mau Mencoba

Makanan bergizi tidak akan memberikan manfaat optimal jika anak terus menolaknya. Karena itu, selain memilih bahan makanan yang tepat, orang tua juga perlu memperhatikan cara penyajiannya. Penelitian yang dirangkum dalam USDA Nutrition Evidence Systematic Review menunjukkan bahwa anak umumnya membutuhkan 8–10 kali paparan sebelum menerima makanan baru. Artinya, penolakan pada percobaan pertama bukan berarti anak tidak menyukai makanan tersebut.

Prinsip Energi Padat: Porsi Kecil, Densitas Gizi Tinggi

Anak yang susah makan sering kali hanya mampu menghabiskan beberapa sendok makanan. Dalam kondisi ini, lebih efektif meningkatkan densitas energi daripada memperbesar porsi.

Misalnya, nasi tim dapat diperkaya telur, daging cincang, atau sedikit keju parut. Bubur dapat ditambahkan hati ayam atau ikan, sedangkan sup bisa diberi sedikit santan atau minyak sehat. Dengan cara ini, setiap suapan mengandung lebih banyak energi, protein, dan mikronutrien.

Untuk anak yang porsinya masih kecil, kebutuhan gizi harian juga dapat dibantu melalui selingan bergizi. Morigro dengan formula GROMAX dan Fish Oil dapat menjadi salah satu pilihan pelengkap nutrisi di antara jam makan utama. Susu tetap diberikan sebagai selingan, bukan pengganti makan utama.

Kombinasi Rasa dan Tekstur yang Meningkatkan Penerimaan

Perkenalkan makanan baru bersama makanan yang sudah disukai anak agar proses adaptasi lebih mudah. Tekstur juga perlu dinaikkan bertahap sesuai kemampuan mengunyah.

Orang tua sebaiknya makan bersama anak dan memberikan contoh menikmati berbagai jenis makanan. Pendekatan ini terbukti lebih efektif dibandingkan membujuk atau memaksa anak menghabiskan makanannya.

Jadwal 3 Makanan Utama + 2 Selingan Tanpa Memaksa

Pola makan yang konsisten membantu membangun rasa lapar alami. Jadwal yang dianjurkan adalah tiga kali makan utama dan dua kali selingan dengan jarak sekitar 2–3 jam.

Di antara waktu makan, hindari memberikan susu, jus, camilan manis, atau makanan ringan lain yang dapat membuat anak kenyang sebelum waktunya. Durasi makan juga sebaiknya dibatasi sekitar 20–30 menit agar anak belajar mengenali rasa lapar dan kenyang tanpa tekanan.

Baca Juga: Anak Tidak Mau Makan: GTM, Nafsu Makan Rendah, atau Masalah Medis? Ini Cara Membedakannya.

Makanan dan Kebiasaan yang Justru Menurunkan Nafsu Makan Anak

Selain memilih makanan yang tepat, orang tua juga perlu menghindari kebiasaan yang membuat anak cepat kenyang sebelum makan utama.

Yang paling sering adalah memberikan susu terlalu dekat dengan jam makan, diikuti kebiasaan mengonsumsi jus atau minuman manis, serta camilan tinggi gula dan garam. Makanan tersebut membuat anak kenyang tetapi tidak memberikan kualitas gizi yang optimal.

Menyajikan porsi yang terlalu besar juga dapat membuat balita merasa kewalahan. Sebaiknya mulai dengan porsi kecil yang bisa ditambah bila anak masih lapar. Hindari pula membujuk, mengejar anak sambil makan, atau menggunakan gadget sebagai distraksi karena kebiasaan tersebut dapat memperburuk hubungan anak dengan makanan.

Berapa Lama Sampai Terlihat Hasilnya?

Perbaikan pola makan membutuhkan waktu. Pada sebagian anak, penerimaan terhadap makanan baru mulai membaik dalam 2–4 minggu, sedangkan perubahan berat badan dinilai setiap bulan melalui Kartu Menuju Sehat (KMS) atau kurva pertumbuhan WHO.

Keberhasilan tidak diukur dari jumlah suapan setiap hari, tetapi dari tren pertumbuhan, meningkatnya variasi makanan yang diterima, berkurangnya konflik saat makan, dan anak yang tampak lebih aktif.

Kapan Perbaikan Makanan Saja Tidak Cukup dan Perlu ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter apabila berat badan anak tidak naik selama dua bulan berturut-turut, pertumbuhan keluar dari kurva WHO atau Kartu Menuju Sehat (KMS), anak sering tersedak atau muntah saat makan, hanya mau mengonsumsi sangat sedikit jenis makanan, atau nafsu makan menurun disertai gejala penyakit lain seperti demam berkepanjangan atau diare kronis.

Bila setelah evaluasi dicurigai terdapat kekurangan vitamin atau mineral tertentu, dokter dapat mempertimbangkan pemberian suplemen sesuai kebutuhan. Pembahasan lebih lengkap tersedia pada artikel Vitamin untuk Nafsu Makan Anak: Mana yang Terbukti dan Kapan Benar-Benar Dibutuhkan.

FAQ

Apa saja yang biasanya dipertimbangkan orang tua saat mencari dukungan nutrisi untuk anak?

Umumnya orang tua mencari asupan yang mengandung protein berkualitas, zinc, zat besi, vitamin A, vitamin C, vitamin D, dan minyak ikan. Selain itu, jadwal makan dan variasi menu juga perlu diperhatikan karena berpengaruh terhadap nafsu makan.

Supaya berat badan anak naik dengan sehat, asupan apa yang perlu diperhatikan?

Pastikan kebutuhan energi, protein, minyak ikan, zinc, zat besi, dan vitamin A terpenuhi. Kenaikan berat badan yang sehat diperoleh melalui makanan padat gizi dan pola makan yang konsisten, bukan dari makanan tinggi gula atau tinggi lemak yang miskin nutrisi.

Makanan apa yang paling cepat menambah nafsu makan anak?

Tidak ada makanan yang bekerja secara instan. Perbaikan nafsu makan umumnya terjadi ketika kebutuhan zat gizi terpenuhi dan kebiasaan makan diperbaiki.

Susu apa yang bagus untuk anak yang susah makan dan berat badannya sulit naik?

Pilih susu pertumbuhan yang mengandung protein berkualitas, zinc, zat besi, vitamin A, vitamin C, vitamin E, dan diperkaya omega-3. Morigro dengan formula GROMAX dan Fish Oil merupakan salah satu contoh yang dapat diberikan sebagai selingan 150–200 ml, bukan pengganti makan utama.

Apakah gorengan bisa membantu menaikkan berat badan?

Tidak dianjurkan. Gorengan memang tinggi kalori, tetapi rendah protein, vitamin, dan mineral. Pilih makanan padat gizi seperti telur, ikan, daging, alpukat, dan sumber minyak ikan lainnya.

Kapan anak yang susah makan harus dibawa ke dokter?

Segera periksakan bila berat badan tidak naik selama dua bulan, pertumbuhan menyimpang dari kurva, anak sering tersedak, muntah saat makan, atau hanya mau mengonsumsi sangat sedikit jenis makanan.

Kesimpulan

Tidak ada makanan yang secara langsung merangsang nafsu makan anak. Pendekatan yang lebih efektif adalah memperbaiki kualitas makanan melalui sumber zinc, protein hewani, dan minyak ikan, serta menerapkan pola makan yang teratur. Menyusun menu dengan densitas gizi tinggi, membatasi camilan di luar jadwal, dan menerapkan responsive feeding membantu anak membangun kembali rasa lapar secara alami.

Keberhasilan dinilai dari pertumbuhan berat badan yang mengikuti kurva Kartu Menuju Sehat (KMS), semakin beragamnya makanan yang diterima anak, dan berkurangnya konflik saat makan. Bila pola makan sudah diperbaiki tetapi berat badan tetap tidak bertambah atau muncul tanda bahaya, segera konsultasikan dengan dokter anak.

Referensi

1. Chao HC, et al. (2018). Zinc supplementation and growth in children: A systematic review and meta-analysis. Nutrition in Clinical Practice.

2. Khademian M, et al. (2014). Effects of zinc supplementation on appetite and nutritional behavior among preschool children: A randomized controlled trial. Pakistan Journal of Medical Sciences, 30(6), 1213–1217.

3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.

4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia.

5. World Health Organization. (2006). WHO Child Growth Standards: Length/height-for-age, weight-for-age, weight-for-length, weight-for-height and body mass index-for-age. Geneva: WHO.

6. Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2017). Sulit makan pada bayi dan anak. IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/sulit-makan-pada-bayi-dan-anak

7. USDA Nutrition Evidence Systematic Review. Evidence on repeated exposure and acceptance of new foods among children.

Morigro mendukung program ASI Eksklusif