Karies Gigi, Apakah Sama Dengan Gigi Berlubang?

Morigro November 27, 2023
karies gigi pada anak

Gigi memiliki peran penting dalam proses mengunyah makanan untuk mendapatkan nutrisi harian. Namun, gigi juga rentan mengalami kerusakan, terutama disebabkan oleh bakteri yang menempel dan tidak dibersihkan. Salah satu kerusakan yang paling umum adalah karies gigi.

Kondisi ini dapat merusak gigi Si Kecil, sehingga membuatnya sulit makan dan kesehatannya terganggu. Kenali karies lebih dalam dan perbedaannya dengan gigi berlubang di sini, yuk.

Karies adalah awal kerusakan pada lapisan terluar gigi yang jika dibiarkan dapat menyebabkan timbulnya lubang. Kondisi ini banyak terjadi pada balita dan perlu diwaspadai sejak giginya mulai tumbuh. Upaya perawatan yang baik, makan makanan sehat, dan rutin ke dokter adalah kunci dalam mencegah masalah kesehatan ini sejak dini.

Apakah Karies Gigi Sama Dengan Gigi Berlubang?

Karies dan gigi berlubang merupakan dua kondisi yang saling berkaitan, namun memiliki perbedaan penting. Karies adalah tahapan awal dalam proses kerusakan yang disebabkan oleh aktivitas bakteri dalam mulut. Proses ini dimulai dengan rusaknya lapisan terluar enamel gigi dan berkembang ke lapisan tengah, hingga akhirnya mencapai akar. Prosesnya dapat berlanjut hingga menimbulkan lubang jika tidak segera diatasi.

Sedangkan gigi berlubang adalah hasil akhir dari perkembangan karies. Ini terjadi ketika kerusakan telah mencapai titik di mana muncul lubang. Kondisi ini biasanya disertai dengan rasa sakit, sensitivitas, atau bahkan masalah lain seperti infeksi.

Jadi, karies adalah tahap awal kerusakan yang belum tentu menimbulkan gejala, sedangkan gigi berlubang adalah tahap lanjut di mana kerusakan telah mencapai tingkat yang memerlukan perawatan medis.

Gejala Karies Gigi pada Balita

Gejala dari kondisi ini dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan tempat kerusakan terjadi. Gejala yang umum terjadi meliputi:

  • Nyeri. Si Kecil mungkin mengeluhkan rasa sakit atau nyeri saat mengonsumsi makanan atau minuman tertentu, terutama yang manis, dingin, atau panas.
  • Bintik Putih. Pada tahap awal biasanya muncul bintik putih. Ini adalah tanda awal kerusakan enamel, yaitu lapisan paling luar gigi.
  • Lubang Kecil. Seiring perkembanganya, akan muncul lubang kecil yang tampak jelas dan berwarna coklat atau hitam. 
  • Sakit yang Konstan. Pada tahap yang lebih lanjut, Si Kecil dapat mengalami sakit yang konstan dan tidak hanya terjadi saat ia mengonsumsi makanan atau minuman tertentu.

Penyebab Karies

Beberapa faktor penyebab masalah kesehatan ini pada Si Kecil antara lain:

  • Konsumsi Gula Berlebihan. Makanan dan minuman yang tinggi gula menyediakan nutrisi bagi bakteri dalam mulut yang kemudian mengubah gula menjadi asam. Asam ini dapat merusak enamel jika gigi tidak dibersihkan dengan rutin.
  • Kurangnya Perawatan. Si Kecil yang tidak menyikat gigi dengan baik akan lebih rentan terhadap karies dan menjadi tempat berkembangnya bakteri.
  • Bakteri. Bakteri dalam mulut, seperti Streptococcus mutans, dapat menghasilkan asam yang merusak gigi. Kebersihan mulut yang buruk atau terlalu banyak mengonsumsi makanan yang tinggi gula tanpa membersihkan gigi dengan rutin dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan pertumbuhan bakteri ini.
  • Faktor Genetik. Ketika ada riwayat karies dalam keluarga, Si Kecil akan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya juga.
  • Kekurangan Fluoride. Fluoride adalah mineral yang membantu melindungi gigi dari kerusakan. Penggunaan pasta yang mengandung fluoride dan pemeriksaan rutin sangat penting untuk kesehatannya.

Faktor Risiko

Ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya karies pada Si Kecil, meliputi:

  • Bentuk dan struktur gigi. Geraham sering memiliki cekungan yang menjadi tempat sisa-sisa makanan lebih mudah menumpuk, sehingga dapat meningkatkan risiko karies. 
  • Saliva atau air liur berperan penting dalam membersihkan sisa makanan dan bakteri, serta melawan produksi asam dari sisa makanan yang menumpuk. Si Kecil dengan jumlah saliva yang kurang cenderung lebih rentan mengalami karies karena kurangnya sistem pertahanan alami di mulut.
  • Mikroorganisme, seperti Streptococcus mutans dan Streptococcus sobrinus merupakan penyebab utama kondisi ini. Kedua mikroorganisme ini dapat merusak permukaan gigi dan menghasilkan asam yang merusak enamel.
  • Pola makan Si Kecil juga berkontribusi. Makanan tinggi gula, seperti permen, kue, atau minuman manis, meningkatkan risiko karies. 
  • Kekurangan asupan kalsium. Akibat kurangnya asupan kalsium, maka gigi menjadi kurang padat, sehingga mudah dikeroposi oleh gula. Sebetulnya kekurangan asupan kalsium ini dapat dicegah loh dengan memberikan makanan yang mengandung kalsium. Silakan simak contoh makanannya di sini: Makanan yang Mengandung Kalsium

Akibat Karies Gigi

Beberapa akibat karies pada Si Kecil, antara lain:

  • Rasa Sakit dan Sensitivitas. Salah satu gejala paling umum adalah rasa sakit atau sensitivitas. Si Kecil akan merasa nyeri, terutama saat makan atau minum sesuatu yang manis, panas, atau dingin. 
  • Lubang. Karies dapat menyebabkan lubang atau bercak berwarna coklat atau hitam. Ini adalah tanda bahwa enamel telah mengalami kerusakan yang signifikan.
  • Gusi. Karies yang tidak diobati dapat mempengaruhi gusi. Gusi dapat menjadi merah, bengkak, atau berdarah, menunjukkan adanya infeksi atau peradangan.
  • Bau Nafas. Bakteri dalam mulut yang berkembang dapat menghasilkan bau tidak sedap.
  • Ompong. Jika tidak diobati, kerusakan dapat menjadi parah dan bahkan menyebabkan ompong.

Bisakah Karies Gigi Hilang?

Pada anak yang masih memiliki gigi susu, Dr Janie Busk dari Busk Family Dentistry menyarankan untuk membiarkannya tanggal dengan sendirinya. Ketika digantikan dengan gigi permanen, maka kondisi ini dapat diatasi.

Ini karena ketika dicabut secara paksa, justru dapat menyebabkan gigi permanen tumbuh dengan tidak beraturan. Sebab, gigi susu membantu membentuk jalur yang akan diikuti gigi dewasa saat mulai tumbuh. Biasanya saat Si Kecil mencapai usia 4-7 tahun.

Namun, jika mengalami kerusakan parah, seperti membusuk atau terinfeksi, Moms perlu segera mengkonsultasikan Si Kecil dengan dokter gigi untuk mempertimbangkan langkah pencabutan. Tapi bila memungkinkan, mempertahankan gigi susu merupakan langkah terbaik.

Pencegahan Karies pada Balita

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah karies pada Si Kecil:

  • Menyikat gigi secara teratur, minimal dua kali sehari. Gunakan pasta yang mengandung fluoride.
  • Batasi konsumsi makanan dan minuman manis, terutama antara waktu makan. Makanan tinggi gula dapat memberi makan bakteri dalam mulut, yang kemudian menghasilkan asam yang merusak enamel.
  • Lakukan kunjungan ke dokter secara teratur untuk mencegah timbulnya masalah kesehatan gigi.
  • Ajari Si Kecil tentang pentingnya menjaga kebersihan mulut dan gigi.

Nah, langkah utama yang perlu Moms lakukan adalah melakukan pencegahan sebelum semakin parah dan menyebabkan gigi berlubang. Cara yang dapat Moms lakukan adalah dengan membatasi konsumsi makanan manis.

Memberikan Si Kecil susu rendah gula adalah salah satu langkah yang bijak, karena gula adalah salah satu faktor risiko utama dalam perkembangan karies. Susu rendah gula tetap memberikan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan anak tanpa meningkatkan risiko karies. Tapi, apakah ada susu yang rendah gula dan mencukupi seluruh nutrisi yang optimal untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil? Yuk, cek rekomendasinya di sini: Susu Rendah Gula untuk Jaga Kesehatan Si Kecil.

REFERENSI

KlikDokter. 5 Faktor Penyebab Karies Gigi Anak. Diakses tanggal 22 Oktober 2023. https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kesehatan-anak/5-faktor-penyebab-karies-gigi-anak

Morigro mendukung program ASI Eksklusif