Kenali Manfaat Serat dalam Makanan Si Kecil

Morigro November 24, 2023
manfaat serat

GroMoms, asupan serat sangat diperlukan oleh tubuh, terutama pada Si Kecil. Sebab nutrisi ini berperan penting dalam menjaga kesehatan serta memperlancar sistem pencernaan. Untuk memahami manfaat serat dan dampak yang akan terjadi jika Si Kecil kekurangan asupan ini, baca artikel ini sampai selesai ya. 

Mengapa Serat Penting bagi Si Kecil?

Nutrisi ini penting untuk Si Kecil karena membantunya merasa kenyang serta menjaga kesehatan sistem pencernaannya. Selain itu, serat juga berperan dalam mencegah sembelit. Sumber serat juga kaya akan vitamin, yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung, beberapa jenis kanker, dan obesitas. Jadi, serat membantu tubuh Si Kecil tetap sehat dan berfungsi dengan baik.

Manfaat Serat bagi Kesehatan Si Kecil

Dilansir dari Kemkes, konsumsi serat memiliki banyak manfaat, antara lain:

Pencernaan yang Sehat

Serat membantu menjaga kesehatan pencernaan, di antaranya:

  • Membantu mengurangi konsistensi feses dan mempercepat gerakan usus. Ini membuat proses buang air besar menjadi lebih mudah, mengurangi risiko sembelit yang dapat membuat Si Kecil merasa tidak nyaman.
  • Menyediakan makanan bagi mikroba baik di usus. Mikroba ini penting untuk pencernaan yang sehat dan sistem kekebalan tubuh yang kuat.

Seperti yang sudah disampaikan di atas, serat berperan penting untuk memperlancar BAB pada anak. Tahukah GroMoms, sembelit pada anak ini dipengaruhi oleh banyak faktor, bukan hanya karena kurang serat. Ketika Si Kecil mengalami sembelit, GroMoms dapat memberikan beberapa pertolongan yang tepat untuk menangani masalah ini. Penjelasan lengkapnya, yuk baca: Penyebab Anak Susah BAB dan Cara Mengatasinya.

Berat Badan Ideal

Mengonsumsi serat dapat membantu Si Kecil memiliki berat badan yang ideal karena:

  • Memberi rasa kenyang lebih lama, mengurangi nafsu makan berlebihan, dan membantu dalam menjaga berat badan yang sehat.
  • Membantu mengontrol penyerapan gula dalam darah yang penting untuk mencegah fluktuasi kadar gula darah yang tiba-tiba.

Risiko Penyakit yang Berkurang

Serat juga berkhasiat mengurangi beberapa penyakit pada saluran pencernaan, misalnya irritable bowel syndrome, penyakit Chron, atau colitis ulcerativa. Serat juga dapat meredakan peradangan dalam usus, yang umum terjadi pada anak-anak yang lahir dari keluarga dengan riwayat penyakit peradangan pada usus.

Selain itu, secara tidak langsung serat juga mengurangi risiko penyakit yang timbul akibat menurunnya kekebalan tubuh, misalnya infeksi. Sebab, adanya serat menyebabkan kesehatan usus selalu terjaga, sehingga usus dapat menjalankan fungsinya yang juga menghasilkan sel-sel imunitas. Adanya sel-sel imunitas ini akan meningkatkan kemampuan Si Kecil menghadang infeksi, sehingga daya tahan tubuh Si Kecil akan selalu prima.

Kasus Kekurangan Serat pada Anak-anak

Dilansir dari CNN Indonesia, sebuah riset mengungkapkan bahwa masalah kekurangan serat pada anak itu umum terjadi. Hampir semua anak memiliki asupan yang jauh di bawah kebutuhan harian yang direkomendasikan.

Data dari Kemkes juga menunjukkan 9 dari 10 anak di Indonesia dengan usia di bawah 10 tahun mengalami kekurangan serat. Rata-rata, mereka hanya mengonsumsi sekitar 4,7 gram serat per hari, yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan jumlah yang dianjurkan.

Kementerian Kesehatan merekomendasikan angka kecukupan gizi (AKG) sebanyak 19 gram per hari untuk anak usia 1-3 tahun. Kebutuhan serat meningkat seiring bertambahnya usia, dan saat mencapai usia 4-9 tahun, asupan serat yang dianjurkan sebanyak 20-23 gram.

Dampak Kekurangan Serat

Kekurangan nutrisi ini dapat berdampak buruk pada Si Kecil. Beberapa dampak negatifnya termasuk:

  • Sulit buang air besar (sembelit). Kondisi ini bisa membuat ia merasa tidak nyaman dan bahkan sakit, terutama jika masalah sembelit ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Jika Si Kecil sembelit, Moms dapat menolongnya dengan memberi lebih banyak asupan serat. Lebih bagus lagi jika ditambahkan pula dengan asupan vitamin yang dapat membantu meredakan sembelit di sini: Penyebab Anak Susah BAB dan Cara Mengatasinya
  • Kenaikan berat badan yang signifikan. Serat membantu membuat anak merasa kenyang lebih lama. Jika kekurangan, ia mungkin lebih sering mencari camilan untuk mengganjal perut yang lapar. Bila kebiasaan mencari camilan ini terus berlanjut, maka berat badannya akan naik dengan signifikan. 
  • Penurunan daya tahan tubuh. Kekurangan serat ini juga dapat berdampak pada kurangnya asupan vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh. Vitamin dan mineral yang tidak cukup dalam tubuh Si Kecil akan menyebabkan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Kadar gula darah tidak stabil. Nutrisi ini membantu mengatur kadar gula darah dengan menghambat penyerapan gula. Jika Si Kecil terus kekurangan asupan ini, maka dapat meningkatkan risiko diabetes di masa depan.

Makanan yang Mengandung Serat untuk Menu Harian Si Kecil

Berikut beberapa sumber makanan yang dapat GroMoms hidangkan di rumah:

MakananKandungan (per porsi)Keterangan
Oatmeal4 gram (per cangkir)Bisa ditambahkan bumbu seperti kayu manis, sirup maple, dan kismis.
Apel3,6 gramCamilan sehat.
Pisang3,1 gramSumber karbohidrat dan potasium yang baik.
Roti Gandum2 gram (per lembar)Bisa menjadi pilihan makan siang anak.
Pir5,5 gram (per buah)Camilan sehat.
Ubi Jalar3,8 gram (per porsi)Bisa diolah menjadi camilan yang lezat.
Sereal Tinggi Serat3-14 gram (per porsi)Pilihan baik untuk sarapan anak.
Alpukat5 gram (setengah mangkuk)Bisa dijadikan camilan atau bahan untuk smoothie.
Kacang Almond3,5 gram (per ons)Camilan tinggi serat.

GroMoms juga dapat membantu memenuhi kebutuhan serat Si Kecil melalui Morinaga Morigro. Morinaga Morigro mengandung serat berupa fruktooligosakarida yang dapat membantu melancarkan pencernaan dan mampu mengatur gula darah Si Kecil agar selalu stabil. Susu ini juga dilengkapi nutrisi lain loh, seperti probiotik, protein, kalsium, dan juga mengandung minyak ikan yang dapat menambah nafsu makan Si Kecil.

Moms, dengan memenuhi asupan serat Si Kecil, Moms bisa memastikan kesehatan ususnya tetap terjaga. Namun, bagaimana jika ia menolak makan? Tentu ini menjadi momok bagi setiap orang tua. Nah untuk itu, cari tahu yuk tips untuk membuat Si Kecil lahap makan. Cek di sini, Moms: Cara Meningkatkan Nafsu Makan Anak, Jadi Lahap!

REFERENCE

  • Cleveland Clinic. How Much Fiber Do Children Need? Diakses tanggal 18 Oktober 2023. https://health.clevelandclinic.org/figuring-dietary-fiber-child-need
  • CNN Indonesia. 9 dari 10 Anak Kurang Serat, Gangguan Pencernaan Mengintai. Diakses tanggal 18 Oktober 2023. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190903150123-255-427152/9-dari-10-anak-kurang-serat-gangguan-pencernaan-mengintai
  • HealthyChildren.org. Kids Need Fiber: Here’s Why and How. Diakses tanggal 18 Oktober 2023. https://healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/Kids-Need-Fiber-Heres-Why-and-How.aspx
  • Kemkes. Pentingnya Konsumsi Makanan Sumber Serat Bagi Bayi, Anak-Anak, dan Orang Dewasa. Diakses tanggal 18 Oktober 2023. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1838/pentingnya-konsumsi-makanan-sumber-serat-bagi-bayi-anak-anak-dan-orang-dewasa
  • KlikDokter. Bunda, Ini Tanda Anak Kurang Serat. Diakses tanggal 18 Oktober 2023. https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kesehatan-anak/bunda-ini-tanda-anak-kurang-serat
  • KlikDokter. Daftar Makanan Tinggi Serat yang Baik untuk Anak. Diakses tanggal 18 Oktober 2023. https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kesehatan-bayi/daftar-makanan-tinggi-serat-yang-baik-untuk-anak
Morigro mendukung program ASI Eksklusif