Berat Badan Ideal Anak 1 Tahun Menurut WHO, Ini Tabelnya

Ditulis oleh: Morigro
Berat Badan Ideal Anak 1 Tahun

Menurut standar WHO, berat badan median anak laki-laki usia 1 tahun sekitar 9,6 kg, sedangkan anak perempuan sekitar 8,9 kg. Pada kurva persentil WHO, berat badan usia 12 bulan berada sekitar 7,7–12,0 kg pada anak laki-laki dan 7,0–11,5 kg pada anak perempuan dari persentil ke-3 hingga ke-97. Angka tersebut bukan target berat badan yang harus dicapai setiap anak. WHO Child Growth Standards digunakan untuk melihat posisi dan tren pertumbuhan dari waktu ke waktu. Karena itu, berat badan di bawah median tidak otomatis berarti kurang gizi selama pertumbuhan anak berlangsung konsisten sesuai kurvanya.

Standar Berat Badan WHO untuk Anak

WHO Child Growth Standards merupakan standar pertumbuhan anak usia 0–5 tahun yang mencakup indikator seperti berat badan menurut umur, panjang/tinggi badan menurut umur, berat badan menurut panjang/tinggi badan, serta BMI menurut umur. Standar ini dikembangkan berdasarkan pola pertumbuhan anak dalam kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan optimal dan dapat digunakan untuk anak di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Untuk menilai berat badan berdasarkan usia, WHO menyediakan kurva weight-for-age untuk anak laki-laki dan perempuan, baik dalam bentuk persentil maupun z-score.

Berapa Berat Badan Ideal Anak 1 Tahun Menurut WHO?

Berikut gambaran berat badan anak usia tepat 12 bulan berdasarkan persentil WHO:

Berat Badan Anak 1 Tahun Menurut Persentil WHO

PersentilAnak Laki-lakiAnak Perempuan
3rd7,7 kg7,0 kg
50th (median)9,6 kg8,9 kg
97th12,0 kg11,5 kg

Angka tersebut menunjukkan posisi berat badan dalam distribusi pertumbuhan anak, bukan kategori “berat badan ideal” yang wajib dicapai. Persentil ke-50 merupakan median, sehingga sekitar separuh anak dalam populasi rujukan berada di bawah angka tersebut dan separuh lainnya berada di atasnya.

Baca Juga: Anak Tidak Mau Makan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya Sesuai Usia

Berat Badan Anak Perlu Dilihat sebagai Rentang, Bukan Angka Tunggal

Pertumbuhan setiap anak dapat berbeda karena dipengaruhi faktor genetik, pola makan, kondisi kesehatan, aktivitas, dan karakteristik pertumbuhan masing-masing. Pertumbuhan juga tidak berlangsung secara linear; laju pertumbuhan bayi yang cepat pada tahun pertama akan melambat setelahnya.

Karena itu, anak yang memiliki berat 8 kg pada usia 1 tahun tidak otomatis mengalami masalah hanya karena berada di bawah median. Sebaliknya, berat 10 kg juga tidak otomatis menunjukkan kondisi yang lebih baik. Yang lebih penting adalah pola perubahan berat badan pada beberapa kali pengukuran.

Selain berat badan menurut umur, penilaian pertumbuhan juga sebaiknya mempertimbangkan panjang badan dan indikator lain. WHO menyediakan standar weight-for-length untuk anak usia di bawah 2 tahun sehingga kondisi berat badan dapat dilihat dalam konteks panjang badan.

Cara Membaca Kurva Pertumbuhan Anak

Orang tua dapat melihat kurva pertumbuhan pada KMS atau Buku KIA dengan memasukkan hasil pengukuran berat badan sesuai usia dan jenis kelamin. Titik hasil pengukuran kemudian dibandingkan dengan garis pertumbuhan pada kurva.

Hal terpenting bukan apakah titik tersebut berada tepat di garis median, melainkan apakah pola pertumbuhannya relatif mengikuti jalur yang konsisten. Satu kali hasil pengukuran yang lebih rendah atau lebih tinggi belum cukup untuk menyimpulkan adanya gangguan pertumbuhan.

Sebaliknya, orang tua perlu lebih waspada jika nafsu makan anak menurun sehingga berat badan tidak bertambah sesuai pola sebelumnya, turun pada beberapa kali pengukuran, atau bergerak melintasi beberapa garis pertumbuhan. Kondisi tersebut perlu dievaluasi bersama tenaga kesehatan dengan mempertimbangkan panjang/tinggi badan, asupan makanan, riwayat penyakit, dan perkembangan anak.

Baca Juga: Kecanduan Gadget Saat Jam Makan, Benarkah Jadi Penyebab Anak Tidak Mau Makan Sama Sekali?

Pemantauan ini penting karena berdasarkan SKI 2023, prevalensi underweight pada balita di Indonesia mencapai 15,9% secara nasional. Angka tersebut menunjukkan pentingnya pemantauan pertumbuhan secara rutin, bukan sekadar membandingkan berat badan anak dengan teman seusianya.

Jika hasil pemantauan menunjukkan berat badan anak sulit bertambah, orang tua dapat membaca lebih lanjut mengenai Berat Badan Anak Sulit Naik: Penyebab dan Cara Mengatasinya.

FAQ

Apakah berat badan anak di bawah median WHO berarti kurang gizi?

Tidak. Median hanya menunjukkan nilai tengah distribusi. Anak dengan berat di bawah median belum tentu mengalami kurang gizi. Penilaian perlu melihat tren pertumbuhan dan indikator antropometri lainnya.

Apa beda berat badan ideal dan berat badan normal?

Istilah “berat badan ideal” sering digunakan untuk menyebut angka tertentu, tetapi dalam pemantauan pertumbuhan anak, penilaian lebih tepat menggunakan standar pertumbuhan seperti WHO. Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua anak.

Apakah standar WHO berlaku sama untuk semua anak Indonesia?

WHO menyatakan Child Growth Standards dapat diterapkan pada anak di berbagai populasi, tanpa membedakan etnis, status sosial ekonomi, maupun jenis pemberian makan.

Kapan sebaiknya orang tua mulai khawatir soal angka di kurva?

Perlu dievaluasi jika berat badan tidak bertambah, menurun, atau menunjukkan perubahan pola yang konsisten pada beberapa kali pengukuran, terutama bila disertai masalah makan atau keluhan kesehatan.

Di mana orang tua bisa cek kurva pertumbuhan resmi anak?

Kurva resmi dapat diperoleh melalui WHO Child Growth Standards, termasuk tabel dan grafik weight-for-age untuk anak laki-laki dan perempuan usia 0–5 tahun.

Jika setelah dicek berat badan anak berada di bawah rentang rujukan atau kebutuhan nutrisinya perlu didukung, penuhi kebutuhan gizi melalui menu seimbang dan pelengkap nutrisi harian seperti susu Morigro dengan Formula GROMAX yang mengandung Minyak Ikan (Omega-3) untuk membantu nafsu makan, Probiotik BB536 & Prebiotik FOS untuk pencernaan, serta protein, kalsium, dan vitamin D dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi anak.

Referensi

  1. World Health Organization. (2006). WHO child growth standards: Weight-for-age, girls and boys, 0–5 years. https://www.who.int/tools/child-growth-standards/standards/weight-for-age
  2. World Health Organization. (2025, February 12). Child growth standards: Questions and answers. https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/child-growth-standards
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2024, June 11). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023: Hasil utama. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/daftar-frequently-asked-question-seputar-hasil-utama-ski-2023/hasil-utama-ski-2023/
Morigro mendukung program ASI Eksklusif