Susu Penambah Berat Badan Anak, Pilihan Tepat Si Kecil

Ditulis oleh: Morigro
Susu penambah berat badan si kecli

Susu bisa menjadi salah satu pelengkap untuk membantu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi anak, termasuk ketika orang tua sedang mencari susu buat naikin berat badan. Namun, susu sebaiknya tidak digunakan untuk menggantikan makanan utama. Pilihan susu perlu disesuaikan dengan usia, pola makan, kebutuhan gizi, dan kondisi kesehatan anak.

Kenapa Susu Bisa Membantu Menambah Berat Badan Anak?

Berat badan anak dipengaruhi oleh keseimbangan antara asupan energi dan kebutuhan tubuh. Ketika anak tidak mau makan, anak akan sulit mendapatkan cukup energi dari makanan, susu dapat membantu melengkapi asupan harian karena relatif mudah dikonsumsi.

Susu juga menyediakan sejumlah zat gizi penting. Susu sapi utuh, misalnya, merupakan sumber protein, lemak, kalsium, dan vitamin D. CDC merekomendasikan susu sapi utuh yang dipasteurisasi dan tanpa tambahan gula sebagai bagian dari pola makan anak mulai usia 12 bulan. AAP menambahkan panduan yang lebih spesifik: susu sapi murni tawar dapat mulai diperkenalkan tepat di usia 12 bulan, dengan takaran sekitar 2–3 gelas (473–710 ml) per hari hingga anak berusia 2 tahun.

Meski begitu, susu bukan sumber kalori yang seharusnya menggantikan makanan utama. CDC mengingatkan bahwa terlalu banyak susu dapat membuat anak tidak cukup lapar untuk mengonsumsi makanan lain yang juga mengandung zat gizi penting.

Jadi, ketika nafsu makan anak menurun dan berat badan anak sulit naik, tujuan utamanya bukan membuat anak minum susu sebanyak mungkin. Orang tua perlu memastikan pola makan sehari-hari tetap beragam, dengan sumber karbohidrat, protein, lemak, sayur, dan buah yang sesuai.

Baca Juga: Anak Tidak Mau Makan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya Sesuai Usia

Jenis Susu yang Perlu Diketahui Orang Tua

Ada beberapa jenis susu yang mungkin ditemui orang tua ketika mencari susu untuk mendukung asupan anak.

Susu Formula Pertumbuhan

Susu formula pertumbuhan adalah susu bubuk yang dirancang untuk anak setelah usia 12 bulan. Produk ini umumnya disajikan dengan melarutkan bubuk susu menggunakan air matang sesuai takaran pada kemasan. Karena kandungan tiap produk tidak sama, orang tua perlu mengikuti petunjuk penyajian agar anak memperoleh zat gizi sesuai formulasi produk.

Secara umum, susu formula pertumbuhan dapat mengandung kombinasi energi, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Beberapa produk juga dilengkapi zat gizi tambahan, seperti DHA, omega-3 dan omega-6, serat pangan, atau probiotik. Kandungan tersebut dapat membantu melengkapi kebutuhan gizi harian anak, terutama sebagai bagian dari pola makan yang tetap mencakup makanan utama dan camilan bergizi.

Hal yang perlu dipahami, susu formula tidak hanya dibedakan dari bentuknya yang berupa bubuk. Komposisi tiap produk dapat berbeda, termasuk jumlah energi, protein, lemak, gula, vitamin, mineral, serta usia penggunaan yang dianjurkan. Oleh karena itu, jangan hanya melihat klaim seperti “tinggi kalsium”, “dengan DHA”, atau “penambah berat badan” pada bagian depan kemasan. Cek tabel informasi nilai gizi dan daftar bahan untuk melihat kandungannya secara lebih menyeluruh.

Baca Juga: Terapkan Aturan 30 Menit Sebagai Tips Anak Susah Makan yang Suka Mengemut

Untuk anak yang sedang sulit naik berat badan, susu formula dapat dipertimbangkan sebagai pelengkap asupan apabila diberikan sesuai petunjuk produk dan tidak membuat anak melewatkan makanan utama. Bila anak memiliki alergi, intoleransi, masalah pencernaan, atau pertumbuhannya tidak mengikuti kurva yang sesuai, pemilihan susu sebaiknya dibicarakan dengan dokter atau ahli gizi anak.

Susu UHT atau Pasteurisasi

Susu UHT atau pasteurisasi dapat menjadi pilihan lain bagi anak usia 12 bulan ke atas. Pilih susu sapi plain yang telah dipasteurisasi dan tidak mengandung tambahan gula. Seperti susu formula, susu UHT sebaiknya diberikan sebagai bagian dari pola makan seimbang, bukan sebagai pengganti makanan utama.

Pada akhirnya, pemilihan susu tidak perlu berfokus pada mana yang paling unggul secara umum. Lebih penting untuk melihat apakah kandungan susu tersebut sesuai usia anak, dapat diterima dengan baik, serta melengkapi pola makan hariannya.

Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Susu?

1. Sesuaikan dengan usia anak

Usia merupakan salah satu hal pertama yang perlu diperhatikan. Susu sapi tidak direkomendasikan sebagai minuman utama sebelum usia 12 bulan. Setelah 12 bulan, susu sapi utuh yang dipasteurisasi dan tanpa tambahan gula dapat mulai diberikan sebagai bagian dari pola makan, dengan takaran acuan sekitar 2–3 gelas per hari hingga usia 2 tahun.

2. Lihat kandungan, bukan hanya klaim kemasan

Perhatikan protein, lemak, vitamin, mineral, dan kandungan gula tambahan. Jangan langsung menganggap produk dengan kalori paling tinggi sebagai pilihan paling tepat. Yang dibutuhkan anak adalah makanan dan minuman dengan kepadatan gizi yang baik, bukan sekadar kalori.

3. Pastikan susu tidak menggeser makanan utama

Susu dapat membantu melengkapi asupan, tetapi terlalu banyak susu dapat membuat anak cepat kenyang dan akhirnya makan lebih sedikit.Karena itu, berikan susu sebagai bagian dari jadwal makan dan bukan pengganti makanan utama.

4. Pertimbangkan kondisi anak

Anak dengan alergi protein susu sapi (cow’s milk protein allergy), intoleransi tertentu, gangguan pencernaan, atau kondisi medis lain mungkin membutuhkan pilihan yang berbeda. AAP mencatat bahwa gejala alergi protein susu sapi dapat muncul dalam beberapa menit hingga dua jam setelah konsumsi, mulai dari ruam kulit hingga gangguan pencernaan. Dalam kondisi seperti ini, jangan mengganti susu secara mandiri tanpa berkonsultasi dengan dokter.

5. Perhatikan pola makan secara keseluruhan

Berat badan anak tidak ditentukan oleh susu saja. Menu utama dan camilan tetap perlu menyediakan berbagai kelompok makanan. Bila berat badan anak sulit naik, penyebabnya juga perlu dicari, bukan hanya dengan menambah susu.

Baca Juga: Kecanduan Gadget Saat Jam Makan, Benarkah Jadi Penyebab Anak Tidak Mau Makan Sama Sekali?

Rekomendasi dan Cara Pemberian Susu yang Tepat

Untuk anak yang sudah mengonsumsi makanan keluarga, susu sebaiknya ditempatkan sebagai pelengkap, sementara makanan padat tetap menjadi bagian penting dari pola makan harian.

Salah satu pilihan yang dapat ditemui orang tua adalah Morigro yang mengandung Minyak Ikan kaya Omega-3 yang membantu merangsang nafsu makan serta Probiotik BB536 & Prebiotik FOS yang menjaga kesehatan saluran cerna, dilengkapi tinggi kalori, protein, kalsium, vitamin D, dan 14 vitamin & 9 mineral. Morigro dapat digunakan sebagai pelengkap asupan dalam pola makan anak.

Bila tujuan utama orang tua adalah membantu anak mencapai berat badan yang sesuai, jangan hanya melihat jumlah susu yang diminum. Pantau juga pertumbuhan anak secara berkala dan perhatikan apakah berat badannya mengikuti pola pertumbuhan yang sesuai.

Untuk memahami faktor yang dapat menyebabkan berat badan anak sulit naik, baca juga Berat Badan Anak Sulit Naik: Penyebab dan Cara Mengatasinya.

FAQ

Apakah semua susu efektif untuk menambah berat badan anak?

Tidak. Susu dapat memberikan energi dan beberapa zat gizi, tetapi tidak ada satu jenis susu yang otomatis meningkatkan berat badan semua anak. Yang lebih penting adalah kecukupan asupan secara keseluruhan serta penyebab bila berat badan sulit naik.

Apakah susu formula lebih efektif dari susu UHT untuk menambah berat badan?

Tidak dapat disimpulkan bahwa susu formula selalu lebih efektif. Formula pertumbuhan dan susu sapi memiliki karakteristik berbeda, sehingga pilihan bergantung pada pola makan dan kebutuhan anak. CDC menyebut anak usia 12 bulan ke atas dapat mengonsumsi susu sapi utuh sebagai bagian dari pola makan yang beragam.

Sejak usia berapa anak boleh minum susu penambah berat badan?

Untuk susu sapi sebagai minuman, CDC merekomendasikan pemberian mulai usia 12 bulan, bukan sebelumnya. Untuk produk formula pertumbuhan, penggunaannya perlu mengikuti petunjuk produk dan mempertimbangkan kebutuhan anak.

Apakah susu bisa menggantikan makanan utama anak?

Sebaiknya tidak. Susu merupakan bagian dari pola makan, sedangkan anak tetap membutuhkan makanan padat yang beragam untuk memperoleh berbagai zat gizi. Terlalu banyak susu juga dapat membuat anak kurang lapar saat waktu makan.

Berapa lama biasanya efek susu terlihat pada berat badan anak?

Tidak ada jangka waktu yang sama untuk setiap anak. Perubahan berat badan dipengaruhi oleh total asupan, aktivitas, kondisi kesehatan, dan pertumbuhan anak. Karena itu, keberhasilan sebaiknya dilihat dari tren pertumbuhan secara berkala, bukan hanya dari perubahan berat badan dalam beberapa hari atau minggu.

Referensi

  1. Centers for Disease Control and Prevention. (2026, April 16). Cow’s milk and milk alternatives: Infant and toddler nutrition. https://www.cdc.gov/infant-toddler-nutrition/foods-and-drinks/cows-milk-and-milk-alternatives.html
  2. American Academy of Pediatrics. (2023, October 20). Most toddlers don’t need toddler formula. HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/news/Pages/why-most-toddlers-dont-need-toddler-formula.aspx
  3. American Academy of Pediatrics. Healthy beverage recommendations: Quick reference guide. https://downloads.aap.org/AAP/PDF/HealthyBeverageQuickReferenceGuideDownload.pdf
  4. American Academy of Pediatrics. (2026, February 12). Food allergies and intolerances in newborns and infants. https://www.aap.org/en/patient-care/newborn-infant-and-early-childhood-nutrition/food-allergies-and-intolerances-in-newborns-and-infants/
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019, August 20). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 tentang angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk masyarakat Indonesia. https://jdih.kemkes.go.id/documents/peraturan-menteri-kesehatan-nomor-28-tahun-2019
Morigro mendukung program ASI Eksklusif