6 Aspek Perkembangan Anak Usia Dini dan Contohnya

Ditulis oleh: Morigro
perkembangan anak

Agar GroMoms bisa mendukung tumbuhkembang Si Kecil yang masih berada dalam kategori usia dini, Moms perlu memahami perkembangan anak ya. Terdapat enam buah aspek penting dalam perkembangan anak usia dini tersebut. Apa saja aspeknya? Yuk, baca selengkapnya di sini.

Mengenal Anak Usia Dini

Untuk memahami aspek perkembangan dari anak yang masih berada dalam usia dini, GroMoms perlu mengenal apa yang dimaksud anak usia dini itu sendiri.

Anak usia dini ialah anak yang berusia di bawah 6 tahun, termasuk yang sedang berada dalam kandungan. Anak pada masa ini sedang mengalami berbagai tahapan perkembangan fisik, mental, kepribadian, dan intelektual.

Setiap anak pada usia ini berada dalam masa yang paling potensial untuk belajar dan berkembang. Mengabaikan masa ini dapat mengganggu perkembangannya pada saat ia mulai bersekolah nanti, sehingga Moms perlu memberikan perhatian penuh pada masa ini.

Moms juga perlu memahami bahwa anak-anak pada masa usia dini memiliki sifat spontan dan kecerdasan emosionalnya sedang berkembang. Mereka juga memiliki rasa penasaran yang sangat tinggi, termasuk dalam mempelajari rasa makanan yang sehari-hari Moms hidangkan bagi mereka. Karena itu, Moms perlu memberikan lingkungan makan yang mendukung dan memperlakukan Si Kecil sebagai anak yang sedang belajar mengenal makanan agar perkembangannya dalam segala aspek tadi dapat optimal.

Aspek Perkembangan Anak Usia Dini

Untuk memahami aspek ini, kita dapat merujuk pada Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada tahun 2014.

Menurut standar ini, lingkup perkembangan sesuai tingkat usia meliputi aspek nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, maupun seni. Berikut penjelasannya.

Perkembangan Nilai Agama dan Moral

Dalam tahapan ini, Si Kecil belajar tentang nilai-nilai agama, beribadah, berperilaku jujur, sopan, maupun saling menghormati. Ia juga diajarkan untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta toleransi terhadap kepercayaan orang lain.

Perkembangan nilai agama dan moral adalah proses ketika anak mulai belajar tentang nilai agama, beribadah, berperilaku jujur, sopan, serta saling menghormati. Ia juga memahami pentingnya moral, etika, maupun norma sosial dalam membentuk dasar perilakunya. 

Proses ini berlangsung sepanjang masa dan memerlukan bimbingan serta contoh dari orang tua. Adanya contoh dari orang tua akan membantunya tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab, serta memiliki moral tinggi.

Perkembangan Fisik Motorik

Kemampuan fisik motorik mencakup dua jenis keterampilan, yaitu kasar dan halus. Contoh motorik kasar ialah berjalan dan berlari, dengan melibatkan otot-otot besar. Sedangkan motorik halus mengacu pada gerakan kecil tangan dan jari yang diperlukan untuk mengambil, menggenggam, juga mengendalikan objek dengan presisi. 

Kedua jenis keterampilan ini berkembang seiring waktu. Keterampilan motorik kasar memungkinkan Si Kecil untuk bergerak dan beraktivitas. Sedangkan keterampilan motorik halus penting untuk aktivitas yang memerlukan presisi, seperti menulis dan makan. 

Kegiatan seperti bermain, berpakaian sendiri, ataupun menggambar, akan melatih motorik halus. Sementara olahraga, berenang, maupun bersepeda, akan meningkatkan kemampuan motorik kasar.

Aspek Perkembangan Kognitif

Kemampuan kognitif melibatkan pengembangan kemampuan berpikir serta pengetahuan untuk memahami dunia sekitar. Kemampuan ini mencakup pembelajaran, pemecahan masalah, berfikir logis, maupun pemahaman konsep seperti angka serta huruf. Proses ini dibagi menjadi kategori intelijen, ingatan, maupun penalaran.

Kegiatan intelijen mengacu pada kemampuan Si Kecil untuk belajar maupun beradaptasi dengan lingkungan. Sedangkan ingatan membantunya memahami pola dan urutan peristiwa dalam hidupnya. Selain itu, anak mulai mengembangkan kemampuan penalaran, meskipun masih memiliki keterbatasan dalam memahami konsep abstrak.

Sebagai orang tua, ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk membantu keterampilan kognitif Si Kecil. Ini bisa dimulai sejak ia lahir. Semakin sering Moms berinteraksi dengannya, semakin besar kemampuan kognitif yang dapat dikembangkannya.

Contoh interaksi ini berupa bernyanyi bersama, bermain, mengajari warna maupun bentuk, memberikan instruksi sederhana, serta aktivitas menyenangkan lainnya. Untuk Moms yang ingin memberikan stimulasi tepat untuk mendukung kemampuan kognitifnya agar optimal, yuk baca penjelasan lengkapnya di artikel ini: Tahap Perkembangan Kognitif Anak Berdasarkan Usia

Perkembangan Bahasa

Perkembangan bahasa melibatkan dua aspek utama, yaitu aspek ucapan dan aspek bahasa itu sendiri. Aspek ucapan mencakup kemampuan Si Kecil untuk menghasilkan suara yang membentuk kata-kata. Sejak usia sekitar 2 bulan, bayi mulai mengeluarkan suara-suara. Pada usia 6 bulan, biasanya ia mulai mengalami tahap mengoceh, yang merupakan fase awal dalam pembelajaran pembentukan suara menjadi kata-kata. 

Sementara itu, aspek bahasa mencakup penggunaan kata-kata, baik secara lisan maupun tertulis, serta gestur untuk berkomunikasi dan memahami pesan dari orang lain. Meskipun seorang anak pada usia dini belum mampu membentuk kalimat lengkap atau berbicara dengan koheren, anak ini tetap mampu menyampaikan emosi dan perasaan melalui berbagai cara, seperti suara, ekspresi wajah, gestur, maupun tindakan. 

Orang tua dapat membantu mengembangkan kemampuan bahasa Si Kecil dengan berinteraksi secara aktif, memberi nama objek sehari-hari, menyanyi, membaca, ataupun merespons dengan penuh perhatian terhadap usaha komunikasinya.

Perkembangan Sosial dan Emosional

Tahapan ini melibatkan pengenalan diri, pengendalian emosi, serta pembelajaran cara berinteraksi dengan orang lain. Selain itu, Si Kecil juga mengembangkan tanggung jawab dan perilaku sosial seperti berbagi maupun bersikap sopan.

Proses perkembangan sosial dan emosional ini dimulai sejak bayi, ketika ia berinteraksi dengan GroMoms maupun membentuk ikatan emosional. Bayi menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan sosial dan emosional dengan senyum saat melihat Moms, melambaikan tangan, berbagi mainan dengan saudara, serta menunjukkan perasaan cemas di sekitar orang asing atau mengalami tantrum saat berusia 2 tahun. Reaksi positif dan negatif ini merupakan bagian alami dari kemampuan emosionalnya.

Keterampilan sosial dan emosional yang sehat akan membantu anak dalam membangun hubungan positif, meningkatkan kepercayaan diri, mengembangkan kesadaran diri serta kesadaran terhadap perasaan orang lain, serta mengelola stres maupun kecemasan. Orang tua dapat membantu dalam proses ini dengan memberikan perhatian, merespons kebutuhan emosional, mengajarkan nilai-nilai positif, serta memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan teman sebaya dan hewan peliharaan.

Perkembangan Seni

Keterampilan seni adalah proses ketika anak mulai mengembangkan kemampuan ekspresi kreatif dalam berbagai bentuk seni, termasuk visual, musik, tari, maupun berbagai aktivitas lainnya. Proses ini mencakup peningkatan dalam pemahaman tentang elemen seni, teknik, serta kemampuan untuk mengungkapkan emosi maupun ide melalui karya seni. 

Contohnya, ketika Si Kecil belajar menggambar dengan lebih baik, menguasai alat musik, atau menari. Keterampilan seni adalah cara penting bagi individu untuk mengungkapkan diri ataupun merasakan pencapaian pribadi dalam dunia seni.

Nah, Moms sudah mengetahui berbagai aspek perkembangan pada anak usia dini. Pada periode ini, Si Kecil seperti spons yang menyerap pengetahuan, keterampilan, serta nilai yang akan membentuk dasar-dasar bagi kehidupannya ketika dewasa nanti. 

Salah satu faktor krusial untuk memastikan perkembangannya yang optimal adalah kemampuan bahasa. Bahkan penelitian menunjukkan bahwa salah satu ciri anak cerdas adalah memiliki keterampilan bahasa yang pesat. Untuk itu, Moms perlu tahu tentang tahapan perkembangannya. Yuk, segera cek di sini: Tahap Perkembangan Bahasa Anak Berdasarkan Usia.

REFERENSI

  • Edarabia. 7 Domains of Early Childhood Development. Diakses tanggal 16 September 2023. https://www.edarabia.com/7-domains-of-early-childhood-development/
  • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Perkembangan Anak Usia Dini – Modul 2. Diakses tanggal 16 September 2023. http://simdiklat.gtkpaud.kemdikbud.go.id/upload/modul_materi/3__Modul_Diklat_Dasar_2020_Perkembangan_Anak_Usia_Dini.pdf
  • Skoolzy. 5 Main Areas of Child Development. Diakses tanggal 16 September 2023. https://skoolzy.com/blogs/news/5-main-areas-of-child-development-1
  • Skoolzy. Early Child Development: Gross Motor Skills. Diakses tanggal 16 September 2023. https://skoolzy.com/blogs/news/early-childhood-development-gross-motor-skills
  • Skoolzy. Early Child Development: Fine Motor Skills. Diakses tanggal 16 September 2023. https://skoolzy.com/blogs/news/early-childhood-development-fine-motor-skills
  • Skoolzy. Early Child Development: Cognitive Skills. Diakses tanggal 16 September 2023. https://skoolzy.com/blogs/news/early-childhood-development-cognitive-development
  • Skoolzy. Early Child Development: Speech & Language Skills. Diakses tanggal 16 September 2023. https://skoolzy.com/blogs/news/early-childhood-development-speech-language
  • Skoolzy. (2020). Early Child Development: Social and Emotional (Socioemotional) Skills. Diakses tanggal 16 September 2023. https://skoolzy.com/blogs/news/early-social-and-emotional-socioemotional-developmen
  • Very Well Family. (2022). Gifted Children and Language Development. Diakses tanggal 16 September 2023. https://www.verywellfamily.com/gifted-children-and-language-development-1449117
Morigro mendukung program ASI Eksklusif