Agar Anak Mau Makan dan Gemuk Mencapai Berat Badan Ideal: 10 Strategi Aman & Sehat

Ditulis oleh: Morigro
Anak makan bersama dengan menu sehat untuk menambah nafsu makan

Nafsu makan anak dapat ditingkatkan melalui 12 cara: jadwal makan konsisten, porsi kecil, camilan padat gizi, hindari susu berlebihan sebelum makan, variasi menu, libatkan anak, responsive feeding, batasi distraksi, cukupi zinc/protein, paparan berulang makanan baru, aktivitas fisik, dan pantau kurva pertumbuhan.

Tambahkan sumber lemak sehat seperti alpukat, keju, atau minyak zaitun (Extra Virgin Olive Oil), berikan makan dalam porsi kecil namun lebih sering (5–6 kali sehari), dan pastikan anak mendapatkan tidur yang cukup.

Kebiasaan memaksa makan justru dapat menurunkan nafsu makan anak dalam jangka panjang, sehingga pendekatan yang konsisten, sabar, dan menyenangkan lebih efektif untuk membantu anak mau makan.

Berat Badan Ideal Anak Sesuai Usia

Sebelum membahas cara agar anak mau makan dan gemuk, orang tua perlu memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan “berat badan ideal”. Berat badan ideal bukan berarti anak harus terlihat gemuk atau berisi, melainkan berada dalam rentang normal menurut kurva pertumbuhan WHO.

Penilaian ini biasanya menggunakan indikator seperti BB/U (berat badan menurut usia), TB/U (tinggi badan menurut usia), dan BB/TB (berat badan menurut tinggi badan). Anak yang berada dalam rentang -2 hingga +2 standar deviasi dianggap memiliki status gizi normal. Anak dengan tubuh kecil belum tentu kurang gizi, begitu pula anak yang tampak gemuk belum tentu sehat.

Menurut acuan Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kementerian Kesehatan RI, anak usia 1–9 tahun membutuhkan sekitar 1.135–1.650 kkal per hari, tergantung usia dan tingkat aktivitas. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi secara konsisten, berat badan anak bisa sulit naik meskipun terlihat sering makan.

Di sinilah pentingnya memahami perbedaan antara jumlah makanan dan kualitas nutrisi. Anak yang makan dalam porsi besar tetapi rendah kalori belum tentu mendapatkan energi yang cukup untuk pertumbuhan.

10 Strategi Agar Anak Mau Makan dan Naik BB Secara Sehat

Masalah anak tidak mau makan sering menjadi kekhawatiran utama orang tua. Namun, solusi yang efektif bukanlah memaksa anak makan dalam porsi besar, melainkan mengoptimalkan kualitas asupan dan menciptakan pengalaman makan yang menyenangkan.

Berikut adalah 10 strategi alternatif yang aman, sehat, dan berfokus pada psikologi serta sensorik anak agar ia kembali lahap dan mencapai berat badan ideal.

1. Terapkan Metode Food Chaining (Rantai Makanan)

Jika anak Anda sangat picky dan hanya mau makan satu jenis makanan (misalnya hanya mau kentang goreng), gunakan teknik food chaining. Hubungkan makanan yang ia suka dengan makanan baru yang memiliki profil rasa atau tekstur serupa.

  • Contoh: Kentang goreng > ubi goreng > ubi panggang > wortel panggang. Perubahan bertahap ini membuat lidah dan otak anak tidak “kaget” saat menerima makanan baru.

2. Lakukan Messy Play di Luar Jam Makan

Banyak anak menolak makan karena mereka sangat sensitif terhadap tekstur (sensory defensiveness). Untuk mengatasinya, biarkan mereka bermain kotor (messy play) di luar jam makan. Berikan mereka adonan tepung, slime berbahan dasar makanan, atau biarkan mereka meremas-remas jelly. Semakin terbiasa tangan mereka menyentuh tekstur lengket atau basah, semakin mudah mulut mereka menoleransi tekstur makanan.

3. Ubah Gaya Penyajian Menjadi Family-Style Dining

Daripada menyajikan piring yang sudah diisi penuh ke hadapan anak, cobalah gaya makan prasmanan keluarga (family-style). Letakkan nasi, lauk, dan sayur di mangkuk-mangkuk besar di tengah meja. Biarkan anak mengambil makanannya sendiri (dengan bantuan Anda jika perlu). Ini memberikan mereka rasa memiliki kontrol dan kemandirian, yang sering kali ampuh menurunkan resistensi mereka terhadap makanan.

4. Evaluasi Kemampuan Motorik Mulut dan Kondisi Gigi

Terkadang anak tidak mau makan bukan karena tidak lapar, tetapi karena mengunyah terasa sakit atau melelahkan. Periksa apakah ada sariawan tersembunyi, karies gigi, atau kondisi tongue-tie / lip-tie. Jika Anda berada di wilayah Bogor, jangan ragu untuk mengunjungi dokter gigi anak (Pedodontis) guna memastikan tidak ada kendala fisik pada rongga mulutnya.

5. Eksplorasi Suhu Makanan yang Berbeda

Orang dewasa mungkin menganggap makanan hangat adalah yang paling nikmat. Namun, beberapa anak memiliki sensitivitas suhu di mana makanan hangat justru terasa tidak nyaman di lidah mereka. Cobalah menyajikan makanannya dalam suhu ruang (room temperature) atau bahkan sedikit dingin. Perbedaan suhu ini bisa menjadi kunci yang selama ini Anda cari.

6. Manfaatkan Peer Influence (Pengaruh Teman Sebaya)

Anak-anak memiliki rasa kompetisi alami dan suka meniru teman-temannya. Undang sepupu atau teman sebayanya yang dikenal memiliki nafsu makan bagus untuk makan bersama di rumah. Melihat temannya makan brokoli atau ayam dengan lahap tanpa paksaan sering kali menjadi motivasi terkuat bagi anak untuk ikut membuka mulut.

7. Ganti Suasana Ruang Makan (Sensory Reset)

Jika ruang makan atau kursi makannya (high chair) sudah terlanjur menjadi tempat yang memicu trauma atau stres bagi anak, lakukan sensory reset. Pindahkan lokasi makan! Gelar tikar di halaman belakang rumah, buat piknik kecil di teras sambil menikmati udara segar pagi hari, atau ubah pencahayaan ruang makan menjadi lebih hangat. Suasana baru akan me-reset mood anak.

8. Hentikan Label “Anak Susah Makan”

Anak sangat cerdas menangkap sugesti. Jika Anda sering mengeluh, “Aduh, anakku ini memang susah banget makan,” di depan anak atau kepada tetangga, anak akan menginternalisasi label tersebut sebagai identitasnya. Ubah afirmasi Anda menjadi positif. Pujilah setiap usaha kecilnya, misalnya, “Wah, Kakak hebat sudah mau mengunyah daging hari ini!”

9. Coba Terapi Pijat Pediatrik (Pijat Tui Na)

Pijat Tui Na adalah salah satu metode pijat lembut pada titik-titik meridian tertentu di tubuh anak (seperti area perut, telapak tangan, dan kaki). Banyak praktisi kesehatan meyakini bahwa pijatan ini dapat melancarkan aliran darah, memperbaiki fungsi limpa dan lambung, serta merangsang nafsu makan secara alami tanpa obat-obatan.

10. Sediakan Alat Makan yang Ergonomis

Terkadang rasa frustrasi anak saat makan muncul karena alat makannya sulit digunakan. Sendok yang terlalu lebar, mangkuk yang mudah bergeser, atau garpu yang tumpul membuat mereka lelah sebelum makanan habis. Berinvestasilah pada alat makan ergonomis, seperti mangkuk dengan suction (suction bowl) dan sendok bersudut yang sesuai dengan genggaman tangan mungilnya.

Baca Juga: Rekomendasi Susu untuk Meningkatkan Berat Badan Si Kecil

Tabel Makanan Padat Kalori untuk Anak

Berikut adalah contoh makanan yang memiliki kepadatan kalori tinggi dan cocok untuk membantu meningkatkan berat badan anak secara sehat:

MakananKalori per 100gLemak BaikCara Penyajian
Alpukat160 kkalYaDihaluskan atau smoothie
Keju cheddar400 kkalYaCampur nasi/pasta
Minyak zaitun884 kkalYaTambahan makanan
Kacang almond bubuk575 kkalYaCampur bubur
Ubi jalar86 kkalRendahKukus/puree
Telur155 kkalYaRebus/orak-arik
Yogurt full cream61 kkalYaCamilan
Selai kacang588 kkalYaOles roti

Tabel ini membantu orang tua memahami bahwa meningkatkan berat badan anak tidak harus dengan makanan dalam jumlah besar, tetapi dengan pemilihan makanan yang tepat.

Kesalahan Umum yang Membuat Anak Tetap Kurus

Dalam upaya meningkatkan berat badan, banyak orang tua tanpa sadar melakukan kesalahan yang justru menghambat.

Salah satu kesalahan paling umum adalah memaksa anak untuk makan. Tekanan ini bisa membuat anak mengasosiasikan waktu makan sebagai pengalaman negatif, sehingga nafsu makan semakin menurun.

Kesalahan lainnya adalah memberikan susu kental manis dengan tujuan “menggemukkan” anak. Produk ini sebenarnya tinggi gula tetapi rendah protein dan mikronutrien, sehingga tidak mendukung pertumbuhan yang sehat. Bahkan, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti obesitas dan kerusakan gigi.

Selain itu, banyak orang tua terlalu fokus pada volume makanan tanpa memperhatikan kualitasnya. Anak mungkin makan banyak, tetapi jika kandungan gizinya rendah, berat badan tetap sulit naik.

Kurangnya tidur juga sering diabaikan. Padahal, hormon pertumbuhan (growth hormone) dilepaskan secara optimal saat anak tidur. Anak yang kurang tidur cenderung mengalami gangguan nafsu makan dan pertumbuhan.

Peran Tidur dan Aktivitas dalam Nafsu Makan Anak

Nafsu makan anak tidak hanya dipengaruhi oleh makanan, tetapi juga oleh pola tidur dan aktivitas fisik.

Anak yang aktif secara fisik cenderung memiliki nafsu makan yang lebih baik. Bermain di luar rumah, berlari, atau aktivitas motorik lainnya membantu meningkatkan kebutuhan energi tubuh, sehingga anak lebih mudah merasa lapar.

Sementara itu, tidur yang cukup sangat penting untuk proses pemulihan dan pertumbuhan. Kurang tidur dapat mengganggu regulasi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.

Dengan kata lain, untuk meningkatkan nafsu makan anak, orang tua perlu memperhatikan gaya hidup anak secara menyeluruh, bukan hanya pola makan.

Peran Selingan Bernutrisi dalam Menambah Kalori

Selain makanan utama, selingan juga memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan kalori harian anak. Selingan yang baik adalah yang mengandung kombinasi karbohidrat, protein, dan lemak sehat.

Dalam konteks ini, susu dapat menjadi salah satu pilihan praktis. Susu pertumbuhan seperti Morigro dengan Formula GROMAX dapat dijadikan selingan pagi atau malam hari untuk menambah asupan kalori dan protein harian dengan kandungan tinggi kalori (sekitar 180 kkal) dan protein per saji, namun rendah gula, sehingga membantu kenaikan berat badan anak secara sehat. Pemberiannya sebaiknya sekitar 150–200 ml dan diberikan dalam jeda waktu, minimal satu jam sebelum atau setelah makan utama, agar tidak mengganggu nafsu makan anak.

Perlu diingat bahwa susu hanya berfungsi sebagai pelengkap, bukan pengganti makanan utama.

FAQ

Berapa lama sampai anak terlihat gemuk dengan strategi ini?

Perubahan berat badan biasanya terlihat dalam beberapa minggu hingga bulan, tergantung konsistensi pola makan dan kondisi anak.

Apakah memberi keju setiap hari aman?

Aman jika dalam jumlah wajar dan menjadi bagian dari diet seimbang.

Berapa kebutuhan kalori anak usia 2 tahun?

Sekitar 1.000–1.200 kkal per hari, tergantung aktivitas.

Apakah susu kental manis bisa menggemukkan anak?

Tidak direkomendasikan karena tinggi gula dan rendah nutrisi penting.

Bagaimana cara menambah BB anak tanpa nafsu makan?

Gunakan makanan padat kalori, porsi kecil, dan frekuensi makan lebih sering.

Apakah susu bisa membantu anak gemuk?

Susu fortifikasi seperti Morigro dapat membantu menambah kalori harian sebagai selingan bergizi, namun bukan pengganti makanan utama.

Anak picky eater, apakah berisiko kurus?

Ya, karena variasi nutrisi terbatas, sehingga perlu strategi kreatif dalam penyajian makanan.


Referensi

  • Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2017). Makan kok diemut sih? Permasalahan makan pada anak. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/makan-kok-diemut-sih
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan. https://stunting.go.id/kemenkes-permenkes-no-28-tahun-2019-angka-kecukupan-gizi-yang-dianjurkan/
  • National Health Service (NHS). (2020). Fussy eaters. https://www.nhs.uk/baby/weaning-and-feeding/fussy-eaters/
  • Raising Children Network. (2022, November 23). Toddler not eating? Ideas and tips. https://raisingchildren.net.au/toddlers/nutrition-fitness/common-concerns/toddler-not-eating
  • World Health Organization. (2006). WHO child growth standards: Length/height-for-age, weight-for-age, weight-for-length, weight-for-height and body mass index-for-age. https://www.who.int/tools/child-growth-standards
Morigro mendukung program ASI Eksklusif